By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Infokini

Kekerasan Aparat Mewarnai Aksi Tolak UU TNI

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 29 Maret 2025 | 00:43 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Aksi unjuk rasa tolak UU TNI yang dilakukan hingga malam hari, Kamis (27/3/2025)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Aksi unjuk rasa Ratusan Mahasiswa dan Koalisi Masyarakat Sipil menolak Undang-Undang (UU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) di depan Gedung DPR/MPR RI di Jakarta pada Kamis (27/3/2025) diwarnai aksi brutal pihak kepolisian.

Jelang malam hari, massa aksi dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian yang diwarnai dengan tindakan kekerasan.

Polisi memukul mundur para peserta aksi dengan menggunakan water cannon di depan Gedung DPR/MPR.

Massa aksi berhamburan hingga ke Jalan Gerbang Pemuda dan hingga pukul 19.15, petugas gabungan TNI Polri masih menyisir Jalan Gerbang Pemuda dan Gatot Subroto untuk membubarkan massa yang masih berkumpul.

Dalam aksi itu, Polisi melakukan tindakan kekerasan yang berlebihan dalam menangani massa yang menolak UU TNI hingga diantara mereka mengalami luka disekujur tubuh, ada pula yang ditangkap.

https://marhaenist.id/wp-content/uploads/2025/03/VID-20250328-WA0029.mp4

Kekerasan aparat juga terjadi di Kota Malang, Minggu (23/3/2025) hingga malam, 7 orang dirawat di RS Saiful Anwar, termasuk 3 petugas medis. Belum ada kepastian jumlah demonstran yang ditangkap, namun 8-10 orang dinyatakan hilang kontak. Belasan motor massa aksi juga diamankan aparat.

Bahkan di Malang, ada pula tim medis pada aksi tolak UU TNI itu juga tak luput mendapati kekerasan dari aparat kepolisian pada aksi itu.

Kekerasan aparat kepolisian juga terjadi terhadap jurnalis, saat meliput aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang (UU) TNI, di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (24/03/2025).

Dalam insiden tersebut dua wartawan, yaitu Wildan Pratama, dari Suara Surabaya, dan Rama Indra dari beritajatim.com, yang menjadi korban pemukulan oleh aparat keamanan.

Sementara itu di Semarang pada Kamis (20/3/2025) Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM Unnes), Kuat Nursiam, mengaku menjadi korban tindakan represif oleh aparat

Baca Juga:   Megawati dan SBY Dipastikan Tak Akan Ikut Upacara di IKN 17 Agustus Besok

Dirinya mengalami kekerasan fisik berupa pukulan dan tendangan dibagian kepala serta cekikan oleh oknum tak berseragam. Akibat insiden tersebut, Kuat mengalami luka sobek di pelipis serta memar di bagian belikat.

Foto: Para Korban Kekerasan Aparat Kepolisian saat aksi Tolak UU TNI/MARHAENIST.

Sebelumnya juga, viral peserta aksi unjuk rasa penolakan UU TNI yang dilakukan duel dengan Polisi diatas atap sebuah mobil di Sulawesi Utara, (20/3/2025).

Aksi di Sulawesi Utara memperlihatkan bentrokan sengit antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian yang digaji oleh rakyat yang justru bertindak melawan rakyat.

Saat ini hingga Kamis (27/3/2025) masyarakat sipil dan mahasiswa terus menyuarakan penolakan pengesahan UU TNI. Namun aksi yang digelar masyarakat masih diwarnai tindakan represif aparat.

Entah berapa korban lagi yang akan berjatuan? Meskipun akan terjadi seperti kasus Randy dan Yusuf di Kota Kendari yang gugur karena menolak RUU KHUP, kemungkinan pemerintah tak akan peduli dan UU TNI akan tetap masuk diruang sipil. Itu gaya kepemimpinan pemerintahan saat ini di Indonesia.***

Penulis: Bung Wadhaar yang dikutip dari berbagai sumber media terpercaya/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Sabtu, 18 April 2026 | 17:53 WIB
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Geopolitik Pangan: Entok, Limbah Pangan, dan Masa Depan Kedaulatan Pangan Nusantara

Marhaenist.id - Model usaha ternak entok pedaging berbiaya rendah kerap dipandang sebagai…

Masyarakat Burnout: Dari Disipliner ke Pasca-Disipliner

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Hidup di Tengah Kelelahan Kolektif: Kita hidup dalam zaman…

Gelar FDG, DPD PA GMNI Jakarta Raya Dorong Pemprov Lakukan Reforma Agraria Perkotaan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Mengenal Perjalanan Politik Ir. Soekarno

Marhaenist.id - Berbicara soal biografi Ir.Soekarno tidak lengkap rasanya jika tidak membahas…

DPC GMNI Bangka Desak Kapolri untuk Bebaskan 6 Massa Aksi #IndonesiaGelap yang Ditahan di Polres Balikpapan

Marhaenist.id, Bangka - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Aksi Mahasiswa dibubarkan oleh Preman Bayaran di Mahkamah Konstitusi/Marhaenist.id.

Kronologi Preman Bayaran Membubarkan Paksa Aksi Mahasiswa di Mahkamah Konstitusi

Marhaenist.id, Jakarta – Gerakan Mahasiswa yang mewakili berbagai kampus di jakarta melakukan…

Wacana Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, GSNI Surabaya Khawatir Bentuk Pengkhianatan Integritas Bangsa

Marhaenist.id, Surabaya - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI)…

Resensi Buku Karl Popper: Logika Penemuan Ilmiah

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Menata Ulang Cara Kita Memahami Ilmu: Di tengah maraknya…

Kongres GMNI Versi Immanuel: Anti Persatuan dan Klaim Sepihak

Marhaenist.id - Sekitar siang atau sore hari ini pada tanggal 15 Juli…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?