By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Integritas vs Manipulasi: Tantangan Lembaga Survei Dalam Pemilihan Kepala Daerah

Eko Zaiwan
Eko Zaiwan Diterbitkan : Minggu, 28 Juli 2024 | 19:46 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Ilustrasi seorang sedang mengumpulkan data survey. FILE/MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist.id –Lembaga survei memiliki peran penting dalam proses pemilihan calon kepala daerah. Mereka bertanggung jawab untuk menyajikan data yang objektif dan akurat mengenai preferensi serta opini masyarakat terhadap kandidat. Survei yang dilakukan dengan integritas tinggi dapat membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih informasi dalam memilih pemimpin yang berorientasi pada pembangunan daerah.

Namun, dalam prakteknya, sering kali terjadi penyimpangan dari tujuan ideal tersebut. Ada lembaga survei yang justru memanfaatkan hasil survei untuk membangun framing tertentu di masyarakat. Ini dapat terjadi melalui berbagai cara, misalnya:

  1. Manipulasi Data: Mengubah atau mengarahkan hasil survei untuk menunjukkan dukungan yang lebih besar atau lebih kecil terhadap seorang kandidat.
  2. Pemilihan Sampel yang Bias: Memilih sampel yang tidak representatif sehingga hasil survei tidak mencerminkan pendapat umum.
  3. Penggunaan Bahasa yang Bias: Menggunakan pertanyaan yang dirancang untuk mendapatkan jawaban tertentu, atau menyajikan hasil survei dengan bahasa yang memihak.
  4. Publikasi Hasil yang Selektif: Hanya mempublikasikan hasil survei yang menguntungkan kandidat tertentu atau menunda publikasi hasil yang merugikan.

Tindakan-tindakan ini dapat menciptakan persepsi yang salah di masyarakat dan mempengaruhi pemilih untuk berpihak pada kandidat tertentu berdasarkan informasi yang tidak objektif. Oleh karena itu, penting bagi lembaga survei untuk menjaga integritas dan transparansi dalam setiap langkah survei yang mereka lakukan.

Pengawasan dari badan independen dan partisipasi aktif dari media dan masyarakat dalam memverifikasi serta mengkritisi hasil survei juga sangat diperlukan untuk memastikan bahwa lembaga survei tetap menjalankan fungsinya secara jujur dan adil. Dengan demikian, proses pemilihan calon kepala daerah dapat berjalan dengan lebih demokratis dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar berorientasi pada pembangunan daerah.

Baca Juga:   DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa

Manipulasi dalam praktik survei politik bisa dilakukan dengan berbagai cara, yang secara signifikan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kandidat tertentu. Berikut adalah beberapa contoh lebih rinci tentang bagaimana manipulasi survei dapat terjadi:

  1. Manipulasi Pertanyaan dan Metode Penelitian:
    • Contoh: Sebuah lembaga survei dapat menggunakan pertanyaan yang ambigu atau menyesatkan untuk mendapatkan respons yang menguntungkan bagi kandidat yang mereka dukung. Misalnya, pertanyaan seperti “Apakah Anda setuju bahwa kandidat X memiliki visi yang jelas untuk membangun daerah ini?” bisa mengarahkan responden untuk memberikan respons positif tanpa mempertimbangkan opsi lain.
  2. Pemilihan Sampel yang Tidak Representatif:
    • Contoh: Sebuah lembaga survei yang tidak netral dapat memilih sampel responden yang cenderung mendukung kandidat tertentu, misalnya hanya melakukan survei di daerah yang didominasi oleh pendukung kandidat tersebut. Hasil dari survei semacam ini tidak mencerminkan opini masyarakat secara keseluruhan.
  3. Manipulasi Data Hasil Survei:
    • Contoh: Sebuah lembaga survei bisa memilih untuk hanya mempublikasikan hasil yang menguntungkan kandidat yang mereka dukung, sementara hasil yang merugikan diabaikan atau ditunda publikasinya. Hal ini dapat membuat masyarakat percaya bahwa satu kandidat memiliki popularitas yang lebih tinggi daripada yang sebenarnya.
  4. Framing atau Interpretasi yang Tidak Netral:
    • Contoh: Lembaga survei dapat memilih untuk memberikan interpretasi subjektif terhadap hasil survei mereka, misalnya dengan menyoroti satu aspek positif dari kandidat tertentu sementara mengabaikan kelemahan atau kontroversi yang serius.
  5. Kolusi dengan Pihak-pihak Tertentu:
    • Contoh: Ada kasus di mana lembaga survei bekerja sama atau menerima pengaruh dari pihak-pihak tertentu, seperti partai politik atau pengusaha, yang memiliki kepentingan dalam mempengaruhi hasil survei untuk kepentingan politik atau ekonomi mereka sendiri.

Contoh kasus nyata manipulasi survei politik dapat ditemukan di berbagai negara. Misalnya, dalam beberapa pemilihan presiden atau kepala daerah, terdapat laporan bahwa lembaga survei tertentu memanipulasi hasil survei untuk menciptakan persepsi bahwa satu kandidat memiliki dukungan yang kuat di masyarakat, sementara kandidat lain dianggap kurang populer.

Baca Juga:   May Day is Not Holiday

Kasus semacam ini sering kali menimbulkan kontroversi dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga survei. Oleh karena itu, penting bagi lembaga survei untuk tetap menjaga independensi, transparansi, dan integritas dalam setiap tahap survei mereka, serta untuk masyarakat dan media untuk mengkritisi hasil survei secara kritis dan menyeluruh.


Oleh : Eko Zaiwan, Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Peneliti Presisi45

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Ajukan Banding atas Putusan PN Jakpus Nomor 115/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst, DPP GMNI Ajak Penggugat Dialog dan Mediasi

Marhaenist.id, Jakarta – Didampingi Tim Kuasa Hukum PSHN & Partners, Dewan Pimpinan…

Foto: Kosmas Mus Guntur, Praktisi Hukum Asal NTT/MARHAENIST.

Praktisi Hukum Desak Kapolda NTT & Kapolres Manggarai Barat Serius Tangani Dugaan Tambang Emas Ilegal di Dekat TNK

Marhaenist.id, Manggarai Barat – Praktisi hukum asal Nusa Tenggara Timur, Kosmas Mus…

Bung Karno: Roh dan Semangat Muda adalah Dasar Mencapai Tujuan

Marhaenist.id - Semangat juang tidak boleh mati dalam jiwa setiap pemuda. Roh…

PDIP Lantik Pengurus Baru, Diantaranya Alumni GMNI, Siapa Aja Yang Kamu Kenal?

Marhaenist - Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto dalam acara pelantikan pengurus…

SPMB 2025 di Banten: Ketika Pendidikan Jadi Kantor Pos Wakil Rakyat

Marhaenist.id - Di tengah hiruk-pikuk Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) 2025…

Di Tengah Gelombang Demo dan Kondisi Bangsa yang Tidak Baik-Baik Saja, Panja RUU PPRT DPR Tetap BeKerja

Marhaenist.id, Jakarta - Di tengah situasi demonstrasi yang mencekam di sekitar Gedung…

Mengenal Perjalanan Politik Ir. Soekarno

Marhaenist.id - Berbicara soal biografi Ir.Soekarno tidak lengkap rasanya jika tidak membahas…

Beri Kritik Keras Ke Kabinet Prabowo-Gribran, Paul Finsen Mayor Sebut Gemuk Struktur

Marhaenist.id, Jakarta - Alumni GMNI yang juga senator terpilih asal Provinsi Papua…

GMNI Jakarta Selatan Bedah Pemikiran Tan Malaka dan Soekarno dalam Dialog Sejarah dan Ideologi

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan kembali menunjukkan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?