By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kurs di Atas Piring Rakyat: Membedah Regulatory Capture dan Fondasi Sosio-Demokrasi
DPC GMNI Jakarta Barat Gelar Nobar “Pesta Babi”, 150 Peserta Soroti Gagalnya Reformasi
Konfercablub GMNI Kota Metro Tetapkan Kepengurusan Baru Periode 2026–2028
Membongkar Teka-Teki G30S: Mengapa Tentara Menculik Tentara?
Kaltim dalam Bayang-Bayang Hak Angket

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI Penajam Paser Utara Nilai Pilkada DPRD Langgar Putusan MK dan Legalkan Politik Dagang Sapi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 11 Januari 2026 | 13:20 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Bagikan

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara – Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menuai penolakan keras dari kalangan mahasiswa, salah satunya dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Penajam Paser Utara.

GMNI Penajam Paser Utara menilai gagasan tersebut sebagai bentuk kemunduran demokrasi dan perampasan hak rakyat yang terang-terangan.

Kader GMNI Penajam Paser Utara, Ega Rahmadhani menegaskan bahwa pilkada yang dipilih DPRD bukan hanya persoalan teknis tata kelola pemerintahan daerah tetapi menyangkut inti kedaulatan rakyat.

“Ini jelas mengangkangi semangat konstitusi dan putusan Mahkamah Konstitusi. Pilkada langsung adalah hasil perjuangan panjang reformasi, bukan hadiah dari elit. Kalau hari ini mau ditarik ke DPRD itu artinya rakyat sedang dipaksa mundur,” kata Ega saat diwawancarai.

Menurut Ega, Mahkamah Konstitusi dalam Putusan Nomor 97/PUU-XI/2013 telah menegaskan pentingnya demokrasi dalam pemerintahan daerah yang memberi ruang partisipasi langsung kepada rakyat. Putusan lain seperti MK Nomor 85/PUU-XX/2022 juga menekankan konsistensi sistem demokrasi dan perlindungan hak pilih warga negara. Karena itu ia menilai wacana pilkada DPRD sebagai bentuk pengingkaran terhadap arah konstitusional demokrasi Indonesia.

Ega juga membantah keras narasi yang menyebut pilkada DPRD lebih bersih dari korupsi dan politik uang. Menurutnya, sistem tersebut justru tidak menghapus korupsi, tetapi memindahkannya ke ruang yang lebih gelap dan tertutup.

“Kalau sekarang politik uang terjadi di lapangan dan masih bisa diawasi publik, maka pilkada DPRD memindahkan transaksi itu ke ruang tertutup. Tidak ada rakyat, tidak ada pengawasan. Yang ada hanya elit dan uang,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa data Indonesia Corruption Watch (ICW) selama bertahun-tahun menunjukkan ratusan kepala daerah terjerat kasus korupsi, terutama terkait suap perizinan, proyek, dan kebijakan. Fakta ini kata Ega, membuktikan bahwa korupsi kepala daerah bukan disebabkan oleh rakyat yang memilih melainkan oleh mahalnya biaya politik dan kuatnya relasi antara kekuasaan dan pemodal.

Baca Juga:   28 Izin Dicabut, DPP GMNI Bongkar Masalah Kehutanan

“Kalau pilkada diserahkan ke DPRD, jangan bayangkan korupsi hilang. Yang terjadi justru politik dagang sapi dilegalkan Siapa yang menawar paling tinggi, dia yang dapat. Kepala daerah terpilih pun bukan melayani rakyat tapi membayar utang politik kepada pemodal dan elite partai,” tegasnya.

Ega menilai, alasan klasik seperti biaya pilkada yang tinggi konflik horizontal, dan politik uang hanyalah dalih untuk menutupi kegagalan negara membenahi sistem politiknya sendiri. Menurutnya, persoalan itu seharusnya dijawab dengan reformasi pendanaan kampanye, transparansi biaya politik, penegakan hukum yang tegas, serta pendidikan politik rakyat yang substantif.

“Selama ini reformasi pendanaan kampanye hanya formalitas transparansi setengah hati, penegakan hukum tumpul ke atas. Lalu rakyat yang disalahkan dan haknya yang dipangkas Ini logika yang sangat berbahaya,” katanya.

Ia menegaskan bahwa memangkas hak rakyat untuk memilih bukan solusi melainkan bentuk kemalasan politik elit yang enggan membenahi akar persoalan.

“Negara ini berdiri di atas prinsip kedaulatan rakyat. Kalau hak memilih kepala daerah dicabut maka demokrasi kita hanya tinggal slogan. Pilkada DPRD itu bukan solusi tapi regresi demokrasi,” ujar Ega.

GMNI Penajam Paser Utara, lanjut Ega memandang bahwa wacana ini harus dilawan secara terbuka oleh mahasiswa, masyarakat sipil, dan seluruh kekuatan prodemokrasi.

“Ini bukan sekadar soal mekanisme pilkada tapi soal siapa yang berdaulat di negeri ini. Rakyat atau segelintir elit. GMNI berdiri jelas di sisi rakyat,” pungkas Kader GMNI Penajam Paser Utara itu.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kurs di Atas Piring Rakyat: Membedah Regulatory Capture dan Fondasi Sosio-Demokrasi
Senin, 18 Mei 2026 | 18:27 WIB
DPC GMNI Jakarta Barat Gelar Nobar “Pesta Babi”, 150 Peserta Soroti Gagalnya Reformasi
Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB
Konfercablub GMNI Kota Metro Tetapkan Kepengurusan Baru Periode 2026–2028
Senin, 18 Mei 2026 | 17:19 WIB
Membongkar Teka-Teki G30S: Mengapa Tentara Menculik Tentara?
Senin, 18 Mei 2026 | 05:30 WIB
Kaltim dalam Bayang-Bayang Hak Angket
Minggu, 17 Mei 2026 | 22:36 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Pancasila Perlu Diperdalam Oleh Masyarakat

Marhaenist.id - Ketika mempelajari sila pertama (Ketuhanan yang maha esa) seharusnya mempelajari…

Seleksi CPNS Akan Segera Dibuka, Siapkan Dirimu Ini Jadwal Pendaftarannya

Marhaenist - Pendaftaran CPNS 2024 dikabarkan akan mulai dibuka pada bulan Juli.…

Pancasila dan Materialisme Historis: Perspektif Filsafat Ilmu

Marhaenist.id - Pancasila adalah dasar falsafah negara, pandangan hidup bangsa dan norma dasar…

Kasus Anak PRT Benhil, Institut Sarinah: Indikasi Kelalaian Serius Aparat, Kompolnas Harus Turun

Marhaenist.id, Jakarta - Di Hari Buruh Internasional 2026, Institut Sarinah mengecam keras…

Kebijakan Makam Tumpang Surabaya Dikritik, Pemuda Demokrat Soroti Penyusutan RTH dan Pengabaian Kewajiban Pengembang

Marhaenist.id, Surabaya - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui pernyataan Walikota Surabaya Eri…

Integritas vs Manipulasi: Tantangan Lembaga Survei Dalam Pemilihan Kepala Daerah

Marhaenist.id –Lembaga survei memiliki peran penting dalam proses pemilihan calon kepala daerah. Mereka…

Sonny T. Danaparamita Dorong Penguatan Program GEMARIKAN: Makan Ikan Itu Kunci Generasi Cerdas dan Sehat

Marhaenist.id, Banyuwangi - Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) kembali dilaksanakan sebagai…

Resah Terhadap Kondisi Bangsa, GMNI Ikut Serta Dalam Aksi #IndonesiaGelap di Depan Istana Presiden

Marhaenist.id, Jakarta - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ikut ambil bagian dalam…

Disambut dengan Penuh Antusias, GMNI Kota Bekasi Sukses Gelar Nobar Film Pesta Babi

Marhaenist.id, Kota Bekasi - Para aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?