By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Gelar Kuliah Umum, Institut Marhaenisme 27 dan GMNI Jaksel Soroti Etika Pancasila di Tengah Ancaman Otoritarianisme Baru

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 18 Desember 2025 | 06:56 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Para Peserta Kuliah Umum yang digelar oleh Institut Marhaenisme 27 bekerja sama dengan DPC GMNI Jaksel, Selasa (17/12/2025), di Sekretariat DPC GMNI Jakarta Selatan (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jaksel – Institut Marhaenisme 27 bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar kuliah umum bertajuk “Filsafat dan Etika Pancasila dalam Bayang-Bayang Rezim Otoritarianisme”, Selasa (17/12/2025), di Sekretariat DPC GMNI Jaksel.

Daftar Konten
Pancasila sebagai Etika PolitikDemokrasi Membusuk dan Oligarki MenguatDialog Kritis

Kegiatan ini menghadirkan filsuf terkemuka Indonesia, Romo Franz Magnis-Suseno, S.J., sebagai narasumber utama. Kuliah umum dipandu oleh penulis sekaligus aktivis, Fajar Martha, dan dihadiri kader GMNI, akademisi, serta pegiat demokrasi.

Ketua DPC GMNI Jaksel, Rauf, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Romo Magnis dapat memberikan pandangan kritis mengenai kondisi kebangsaan terkini. Ia menekankan pentingnya Pancasila sebagai philosophische grondslag dalam menghadapi kecenderungan rezim yang semakin otoriter.

“Kami berharap Pancasila tetap menjadi dasar etis dan filosofis dalam melawan rezim tiran serta menjaga arah demokrasi Indonesia,” ujar Rauf.

Direktur Eksekutif Institut Marhaenisme 27, Dendy Se, turut memberikan pengantar dengan menyoroti krisis etika, moral, dan integritas yang melanda para pemangku kebijakan saat ini.

Menurutnya, dinamika politik nasional menunjukkan gejala mengkhawatirkan, mulai dari melemahnya etika demokrasi hingga bayang-bayang kembalinya Orde Baru dalam wajah baru di bawah pemerintahan Prabowo–Gibran.

“Ketidakmampuan negara mengelola persoalan rakyat hari ini tidak terlepas dari praktik demokrasi prosedural yang kehilangan dimensi etis,” kata Dendy.

Pancasila sebagai Etika Politik

Dalam pemaparannya, Romo Magnis menguraikan tiga pokok gagasan utama, yakni pentingnya Pancasila bagi Indonesia, keterkaitan erat antara hak asasi manusia, demokrasi, dan keadilan sosial, serta alasan mengapa capaian Reformasi terus mengalami kemunduran.

Romo Magnis menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipahami sebagai ideologi totaliter.

Baca Juga:   Gelar Acara Silahturahmi, GMNI Kendari Pererat Jalinan Kekeluargaan Antara Anggota dan Kader Se-Kota Kendari

“Pancasila bukan ideologi dalam pengertian sempit yang memaksakan cara hidup, melainkan cita-cita, nilai, dan etika politik yang menghormati kebebasan serta keberagaman,” ujarnya.

Ia menyebut Pancasila sebagai bukti kejeniusan Soekarno dalam merumuskan fondasi negara-bangsa yang majemuk.

Menurutnya, empat sila Pancasila sejalan dengan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia universal, sementara sila Persatuan Indonesia mencerminkan kesadaran modern tentang negara-bangsa.

Romo Magnis juga menyinggung polemik pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto, yang menurutnya perlu dibaca secara kritis jika dibandingkan dengan perlakuan rezim Orde Baru terhadap Presiden Soekarno di akhir hayatnya.

Demokrasi Membusuk dan Oligarki Menguat

Dalam konteks Reformasi, Romo Magnis menyampaikan kekhawatiran atas kegagalan serius dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Ia menilai Indonesia kini bergerak menuju oligarki, di mana segelintir elite menguasai hak-hak rakyat.

“Bencana ekologis dan ketimpangan sosial tidak bisa dilepaskan dari kerakusan oligarki dan budaya korupsi,” tegasnya.

Ia juga mengkritik mahalnya biaya politik, delegitimasi lembaga legislatif, serta absennya partai politik yang benar-benar mewakili kepentingan buruh, tani, dan rakyat kecil.

“Partai-partai kita cenderung menjadi partai dinasti. Kita memilih tokoh, bukan gagasan,” ujarnya.

Dialog Kritis

Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan kritis terkait ketimpangan pembangunan, absennya politik kiri, hingga relevansi TAP MPR 1966. Romo Magnis membedakan secara tegas antara Marxisme, Marxisme-Leninisme, dan Marhaenisme, seraya menilai bahwa analisis Marx tentang kapitalisme masih relevan, namun praktik Marxisme-Leninisme justru melahirkan otoritarianisme.

Menanggapi isu Papua, Romo Magnis menekankan pentingnya pendekatan dialogis.

“Yang dibutuhkan adalah mendengar, mendengar, dan mendengar, serta mengurangi pendekatan militer,” katanya.

Kuliah umum ini ditutup dengan refleksi bersama bahwa ancaman otoritarianisme tidak semata persoalan rezim, melainkan kegagalan kolektif dalam merawat etika politik, demokrasi substantif, dan keberpihakan pada keadilan sosial, nilai-nilai yang menjadi jiwa Pancasila.***

Baca Juga:   Menuju Jalan Rekonsoliasi Nasional, Ketum Terpilih Kongres GMNI Bandung dan Kubu Arjuna - Dendy Sepakat Menyulam Persatuan

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Rabu, 7 Januari 2026 | 04:01 WIB
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Rabu, 7 Januari 2026 | 02:04 WIB
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
Selasa, 6 Januari 2026 | 23:30 WIB
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Selasa, 6 Januari 2026 | 22:03 WIB
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas
Selasa, 6 Januari 2026 | 19:47 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Sambut HUT Ke-16, GMNI Gelar Aksi Evaluasi Kinerja Pemkot Tangsel

Marhaenist.id, Tangsel - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Mengapa Status Bencana Nasional di Sumatera Tidak Diberlakukan?

Marhaenist.id - Ketika rumah-rumah hanyut, jalan terputus, dan warga bertahan hidup dengan…

Kabar Duka! Murdaya Widyawimarta Poo, Pengusaha Nasional Sekaligus Tokoh GMNI Meninggal Dunia

Marhaenist.id, Jakarta - Murdaya Widyawimarta Poo, salah satu konglomerat ternama di Indonesia…

Dua Kubu GMNI Resmi Bersatu, Akhiri Dualisme Kepemimpinan Diantara Mereka

Marhaenist.id, Denpasar — Dua kubu Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yakni Kubu…

Refleksi 80 Tahun Indonesia Merdeka

Marhaenist.id - Indonesia bagiku bukan sekadar tanah kelahiran. Indonesia adalah anugerah tuhan…

Menkeu: Rp 6,2 Triliun Telah Disalurkan Untuk Realisasi BLT BBM

Marhaenist - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, realisasi bantuan langsung tunai…

Risma-Gus Han Jadi Cagub Jatim Pertama Yang Ziarahi Makam Bung Karno di Blitar

MARHAENIST.ID, Blitar - Tri Rismaharini-Gus Han menjadi pasangan Calon Gubernur - Wakil…

GMNI Minta PJ Bupati Mamasa Tepati Janjinya Tentang Penanganan Longsor di Desa Mambulilling

Marhaenist.id, Mamasa - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Sudah Sejahterakah Buruh Hari Ini? Telaah Kritis Melalui Perspektif Marxis

Marhaenist.id - Di tengah kemajuan teknologi, liberalisasi ekonomi, dan pergeseran dunia kerja,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?