By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Negara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang
Marhaenist.id dan Segelas Kopi: Pengabdian Tanpa Batas
DPC GMNI Jakarta Timur Gelar Aksi di Kantor Pusat Panin Bank, Soroti Dugaan Perampasan Hak Debitur
Nusantara dan Krisis Peradaban Modern
DPC GMNI Jember Soroti Keretakan Internal DPD GMNI Jawa Timur dalam Polemik Misi Dagang Pemprov Jatim

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Pendidikan dan Pembangunan Nasional: Menyangkut Kesejahteraan Rakyat

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Senin, 8 Desember 2025 | 17:59 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Raditia Ivan, Ketua Bidang Kaderisasi GMNI Hukum UWKS (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Pendidikan adalah hal yang paling fundamental juga menjadi kunci utama dalam menunjang kemajuan suatu bangsa, Dalam Pendidikan juga mempelajari tentang proses pewarisan pengetahuan dan keterampilan, sekaligus sifat dan karakter manusia.

Tidak hanya itu, Pendidikan juga menjadi proses sadar dan terencana unuk Mengenbangkan potensi diri siswa secara menyeluruh, yang menyakup spiritual, kepribadian, kecerdasan, dan juga rasa empati yang tinggi, serta keterampilan yang di perlukan oleh siswa dan juga masyarakat.

Banyak masyarakat yang masih kurang perduli dengan Pendidikan, beranggapan kalo Pendidikan tidak seberapa penting padahal Pendidikan adalah hal yang paling fundamental, Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan suatu bangsa. Melalui pendidikan, manusia dibekali kemampuan berpikir kritis, berinovasi, dan berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat.

Tak berlebihan jika kualitas pendidikan suatu negara menjadi indikator penting dalam menilai tingkat kemajuan dan kesejahteraannya. Namun, seberapa besar sebenarnya pengaruh atau “persentase” pendidikan terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa?

Pendidikan memiliki kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Negara-negara maju seperti Finlandia, Jepang, dan Korea Selatan menunjukkan bahwa investasi besar di bidang pendidikan berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi, teknologi, dan sosial mereka. Menurut data UNESCO, setiap peningkatan rata-rata lama sekolah satu tahun dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara hingga 0,37% per tahun.

Ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya faktor moral dan sosial, tetapi juga faktor ekonomi yang strategis. Dengan SDM yang berpendidikan tinggi, produktivitas meningkat, inovasi berkembang, dan daya saing global pun meningkat.

Sedangkan per hari ini menurut data Badan Pusat Statistik Indonesia menunjukan tingkat Pendidikan masyarakat kita masih di dominasi oleh lulusan Sekolah Dasar sebesar (22,27%), dan sekolah menengah (35,96%). sedangkang yang mempunyai gelar perguruan tinggi D1-S3 hanya sebesar (6,82%), dari data tersebut menunjukan kalo masyarakat kita kurangnya kesadaran di bidang Pendidikan, sedangkan Pendidikan bisa menunjang banyak hal diantaranya Kesejahteraan masyarakat juga tidak hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga dari kualitas hidup seperti kesehatan, kesetaraan gender, dan stabilitas sosial. Pendidikan memainkan peran sentral dalam semua aspek tersebut.

Baca Juga:   DPP GMNI Tekankan Peran Kewirausahaan dalam Memperkuat Ekonomi Rakyat dan Kaderisasi

Individu yang berpendidikan tinggi cenderung memiliki akses lebih baik terhadap pekerjaan yang layak, pendapatan yang stabil, serta kesadaran akan pentingnya kesehatan dan lingkungan. Berdasarkan laporan World Bank, pendidikan menyumbang hingga 40–50% terhadap peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi suatu bangsa.

Selain itu, pendidikan juga menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Masyarakat yang terdidik memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang kerja baru, baik melalui inovasi maupun kewirausahaan. Hal ini menciptakan efek domino terhadap peningkatan ekonomi nasional.

Meskipun pendidikan memiliki kontribusi besar, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan seperti kesenjangan akses, kualitas guru, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri modern.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, rata-rata lama sekolah di Indonesia baru mencapai sekitar 8,9 tahun, artinya masih banyak masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan menengah.

Rendahnya kualitas pendidikan di beberapa daerah menyebabkan ketimpangan dalam kesejahteraan. Wilayah dengan tingkat pendidikan tinggi seperti DKI Jakarta dan Yogyakarta cenderung memiliki indeks pembangunan manusia (IPM) dan tingkat kesejahteraan lebih tinggi dibanding wilayah dengan pendidikan rendah.

Jika dilihat dari berbagai indikator ekonomi dan sosial, para ahli memperkirakan kontribusi pendidikan terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa mencapai 60–70%. Sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kebijakan pemerintah, stabilitas politik, sumber daya alam, dan infrastruktur. Namun, pendidikan tetap menjadi faktor dominan karena menentukan kualitas manusia yang mengelola seluruh aspek pembangunan.

Pendidikan memiliki peran yang sangat fundamental bahkan mencapai sekitar 70% terhadap kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Tdak hanya itu, Pendidikan juga memeliki korelasi yang sangat besar di dalam suatu pekerjaan. Tanpa pendidikan yang merata, berkualitas, dan relevan dengan perkembangan zaman, kemajuan ekonomi dan sosial sulit dicapai secara berkelanjutan.

Baca Juga:   Pro-Kontra Wacana Penghapusan Zonasi PPDB Sekolah Dasar dan Menengah: Akankan 'Sekolah Favorit' Muncul Kembali?

Oleh karena itu, investasi di bidang pendidikan bukanlah beban, melainkan kunci utama menuju bangsa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Membangun Indonesia yang makmur dimulai dari membangun manusia yang cerdas, beretika, dan berdaya saing melalui pendidikan yang inklusif, dan juga sistematis.***


Penulis: Raditia Ivan, Ketua Bidang Kaderisasi GMNI Hukum UWKS.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M. S. (Foto: Sang)/MARHAENIST.
Negara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang
Jumat, 8 Mei 2026 | 20:07 WIB
Marhaenist.id dan Segelas Kopi: Pengabdian Tanpa Batas
Jumat, 8 Mei 2026 | 16:29 WIB
DPC GMNI Jakarta Timur Gelar Aksi di Kantor Pusat Panin Bank, Soroti Dugaan Perampasan Hak Debitur
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:42 WIB
Nusantara dan Krisis Peradaban Modern
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:39 WIB
Skuad DPD GMNI Jawa Timur (Foto: Mochammad Faizin)/MARHAENIST.
DPC GMNI Jember Soroti Keretakan Internal DPD GMNI Jawa Timur dalam Polemik Misi Dagang Pemprov Jatim
Jumat, 8 Mei 2026 | 01:23 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Balada Sang Penjilat

Marhaenist.id - Siapapun pasti tak suka dengan orang yang suka menjilat pada orang…

Mengoreksi Arah Demokrasi dan Menyusun Indonesia Masa Depan

Marhaenist id - Senin, 13 April 2026, menandai sebuah momen penting dalam…

Cegah Provokasi dan Anarkisme, GSNI Surabaya Tegaskan Komitmen Gerakan Damai

Marhaenist.id, Surabaya - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Kota…

Studi Terhadap Prilaku Keserakahan, Seberapa Mengerikannya Manusia? (Bagian 1)

Marhaenist.id - Akhir-akhir ini dunia sosial kita disibukkan oleh berita-berita tentang perilaku…

Pajak untuk Keadilan

Marhaenist.id - Perdebatan soal kenaikan tarif PPN dari 11 persen menjadi 12 persen…

Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno

Marhaenist.id - Presiden RI pertama lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901.…

GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi

Marhaenist.id, Pekanbaru - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Pahlawan Soeharto dan Negara Amnesia

Marhaenist.id - "Perjuangan manusia melawan kekuasaan adalah perjuangan ingatan melawan lupa." Ungkapan…

Pj Bupati Jombang Ingatkan Pesan Bung Karno Pada Pekerja Saat Hari Buruh Internasional

Marhaenist.id, Jombang - Peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Jombang dilakukan oleh…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?