By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

DPP PA GMNI Rilis Refleksi Kebangsaan 2025 dan Proyeksi Indonesia 2026: Kuat Karena Bersatu, Bersatu Karena Kuat

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 5 Januari 2026 | 21:09 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: DPP PA GMNI saat merilis Refleksi Kebangsaan Tahun 2025 dan Proyeksi Indonesia 2026 dengan tema “Kuat Karena Bersatu, Bersatu Karena Kuat” bertempat di Sekretariat DPP PA GMNI, Jalan Cikini Raya No. 69 Menteng, Jakarta Pusat 10330 (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) merilis Refleksi Kebangsaan Tahun 2025 dan Proyeksi Indonesia 2026 dengan tema “Kuat Karena Bersatu, Bersatu Karena Kuat” di Sekretariat DPP PA GMNI, Jalan Cikini Raya No. 69 Menteng, Jakarta Pusat 10330, pada Senin (5/1/2026).

Daftar Konten
Ekonomi: Tumbuh, Tapi Belum BerkeadilanHukum: Defisit Moralitas dan Krisis KepercayaanPolitik dan Demokrasi: Defisit PartisipasiKomunikasi Pemerintah: Krisis EmpatiSosial-Budaya dan LingkunganSeruan Kebangsaan 2026

Rilisan tersebut menjadi panduan kritis sekaligus tawaran arah kebangsaan di tengah meningkatnya kegelisahan publik terhadap tata kelola pemerintahan, ekonomi, hukum, demokrasi, serta krisis ekologis yang melanda berbagai wilayah Indonesia.

Dalam rilis tersebut, DPP PA GMNI menilai bahwa sepanjang 2025 Indonesia memang menunjukkan stabilitas makroekonomi dan pemerintahan secara formal, namun stabilitas tersebut belum sepenuhnya menghadirkan keadilan sosial bagi rakyat.

Gelombang protes warga, polarisasi di ruang digital, lemahnya komunikasi politik pemerintah, serta bencana hidrometeorologi-ekologis menjadi penanda bahwa bangsa ini memasuki 2026 dengan tantangan struktural yang serius.

Ekonomi: Tumbuh, Tapi Belum Berkeadilan

DPP PA GMNI mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 berada di kisaran 5 persen, dengan BPS mencatat ekonomi Triwulan III-2025 tumbuh 5,04 persen (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi domestik dan ekspor, terutama sektor pertambangan dan perkebunan.

Namun demikian, DPP PA GMNI menegaskan bahwa ketergantungan pada sektor ekstraktif justru memperlebar ketimpangan dan belum memenuhi amanat Pasal 33 UUD 1945. “Pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya mencerminkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat,” tegas DPP PA GMNI.

Terkait BUMN, DPP PA GMNI menyoroti masih lemahnya kinerja sebagian BUMN yang terus disubsidi melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Pembentukan BP Danantara dinilai harus menjadi momentum reformasi tata kelola aset strategis negara, dengan menekankan prinsip Good Corporate Governance, meritokrasi, dan menjaga kedaulatan ekonomi nasional dari dominasi asing.

Baca Juga:   Di Forum MKRI–MK Mesir, Prof. Arief Hidayat Angkat Marhaenisme sebagai Etika Konstitusi

Hukum: Defisit Moralitas dan Krisis Kepercayaan

Di bidang hukum, DPP PA GMNI menilai 2025 sebagai tahun meningkatnya kegelisahan publik terhadap penegakan hukum. Hukum dinilai kerap dijalankan secara formalistik dan kehilangan dimensi keadilan substantif.

Tingginya angka pengujian undang-undang ke Mahkamah Konstitusi, khususnya UU Pemilu, menjadi indikator buruknya kualitas pembentukan undang-undang. Memasuki 2026, dengan berlakunya KUHP dan KUHAP baru, DPP PA GMNI mengingatkan perlunya integritas moral penegak hukum agar hukum tidak menjadi alat kekuasaan.

Politik dan Demokrasi: Defisit Partisipasi

DPP PA GMNI menilai demokrasi Indonesia tengah menghadapi defisit kepercayaan publik. Demokrasi prosedural berjalan, namun partisipasi bermakna rakyat dalam pengambilan kebijakan strategis masih minim. Demokrasi digital yang tumbuh pesat juga belum diiringi perlindungan hak digital, sehingga aktivis dan kelompok kritis rentan mengalami kriminalisasi dan teror.

Komunikasi Pemerintah: Krisis Empati

DPP PA GMNI menyoroti lemahnya komunikasi politik pemerintah yang dinilai tidak empatik, tidak transparan, dan cenderung satu arah. Ketidaksinkronan pernyataan antar-pejabat memperparah krisis kepercayaan publik. Pemerintah didorong untuk membangun dialog publik yang bermakna dan terinstitusionalisasi.

Sosial-Budaya dan Lingkungan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai berpotensi menjadi program peradaban jika dikelola dengan baik, namun berisiko menjadi beban fiskal dan sumber kebocoran jika tata kelolanya lemah. DPP PA GMNI mendorong pelibatan petani dan UMKM lokal serta pengawasan ketat kualitas gizi dan pangan.

Sementara itu, bencana ekologis yang berulang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dipandang sebagai akibat buruknya tata kelola lingkungan. DPP PA GMNI menegaskan bahwa perusakan lingkungan merupakan bentuk “korupsi ekologis” yang merampas masa depan bangsa.

Seruan Kebangsaan 2026

DPP PA GMNI menyerukan agar tahun 2026 menjadi tahun keberpihakan nyata pada kedaulatan pangan, ekonomi berdikari, hukum berkeadilan, demokrasi bermartabat, dan perlindungan lingkungan hidup. Tahun 2026 disebut sebagai fase Vivere Pericoloso yang membutuhkan keberanian politik dan keseriusan negara dalam mengatasi ketimpangan ekstrem, ketidakadilan sosial, serta ancaman disintegrasi bangsa.

Baca Juga:   Bukan Sekadar Jabatan! Inilah Rahasia Ahmad Basarah Bisa Bertahan 5 Periode di Senayan Tanpa Tergoyahkan

“Indonesia tidak boleh berhenti pada stabilitas semu. Bangsa ini harus maju secara adil dan berkelanjutan sesuai cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan amanat UUD NRI 1945,” tegas DPP PA GMNI.***


DEWAN PENGURUS PUSAT
PERSATUAN ALUMNI GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA
(DPP PA GMNI) Periode 2021–2026

Ketua Umum:
Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S.

Sekretaris Jenderal:
Dr. Abdy Yuhana, S.H., M.H.

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Tanggapi Kenaikan PPN 12%, GMNI Kendari Minta PJ Gubernur Sultra Lakukan Upaya Antisipasi Dampak Eskalasinya

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Refleksi Hari Perempuan Internasional: Guyonan Seksis, Cerminan Mentalitas Bobrok!

Marhaenist.id - Perempuan selalu dielu-elukan sebagai simbol keindahan, kelembutan, dan inspirasi. Namun,…

Komitmen Kepala Daerah Dalam Pelayanan Informasi Publik

Marhaenist.id - Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia, dan keterbukaan informasi…

Sukarno, Marhaenisme dan Proletariat

MARHAENIST - Di dalam konferensi di kota Mataram baru-baru ini, Partindo telah…

Peringati Hari Tani Nasional, GMNI Nisel Gelar Audiensi bersama ATR/BPN

Marhaenist.id, Nias Selatan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Tuntut Sisa Ganti Rugi Lahan, GMNI Baubau Kawal Masyarakat Talaga Raya Gelar Aksi ke PT AMI

Marhaenist.id, Buteng - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota…

Kamala Harris Kini Resmi Jadi Kandidat Capres AS Dari Demokrat

MARHAENIST - Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris resmi menerima nominasi presiden…

Civitas Academica Universitas Dr. Moestopo mengeluarkan Maklumat Hang Lekir: Moestopo Menggugat, Demokrasi Tidak Baik-baik Saja/Marhaenist.id.

Sembilan Maklumat Hang Lekir: Moestopo Menggugat, Demokrasi Tidak Baik-Baik Saja

Marhaenist.id, Jakarta – Civitas Academica Universitas Dr. Moestopo beragama mengeluarkan sembilan Maklumat…

Ekonomi Perhatian dan Krisis Kesadaran: Algoritma, Kekuasaan, dan Arsitektur Kendali Pikiran

Marhaenist.id - Kita hidup dalam masa ketika perhatian manusia menjadi komoditas paling berharga…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?