By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kehilangan yang Tidak Disadari: Suku Terasing di Ambang Lenyap
Dirgahayu GMNI ke-72, Heri Pudyatmoko Serukan Penguatan Marhaenisme dan Persatuan
Memperkuat Demokrasi di Tengah Badai Digital: Tanggapan Kritis atas Buku “Bawaslu di Tengah Era Big Data”
Dies Natalis Ke 72, GMNI Jaktim Serukan Tetaplah di Garis Marhaen meski berada di Persimpangan Jalan antara Idealisme dan Realistis
Konflik Geopolitik dalam Perspektif Marhaen antara Perebutan Kuasa Global dan Nasib Rakyat Kecil

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPC GMNI Pasuruan Soroti Kelalaian Reklamasi Lubang Bekas Tambang, Desak Pemerintah dan Perusahaan Bertanggung Jawab

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 12 Maret 2026 | 12:47 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Proses evakuasi seorang anak yang tenggelam di lubang bekas tambang di wilayah Kabupaten Pasuruan (Foto: Tobroni)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Pasuruan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pasuruan menyoroti tragedi meninggalnya seorang anak akibat tenggelam di lubang bekas tambang di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Peristiwa tersebut dinilai bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan cerminan kelalaian dalam pengelolaan lingkungan serta lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pertambangan.

Wakil Ketua Bidang Politik DPC GMNI Pasuruan, Bung Tobroni, menyatakan bahwa keberadaan lubang bekas tambang yang dibiarkan terbuka tanpa pengamanan memadai menunjukkan masih rendahnya tanggung jawab ekologis dalam praktik eksploitasi sumber daya alam.

Menurutnya, lubang bekas tambang yang berubah menjadi kubangan air dalam merupakan ancaman nyata bagi masyarakat sekitar, terutama anak-anak.

Kondisi ini menandakan kegagalan dalam menjalankan kewajiban reklamasi yang seharusnya menjadi bagian integral dari setiap aktivitas pertambangan.

“Pengelolaan sumber daya alam tidak boleh hanya dilihat dari sudut pandang keuntungan ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan,” ujar Tobroni dalam keterangannya, Kamis (11/3/2026).

DPC GMNI Pasuruan menilai bahwa persoalan ini juga dapat dilihat dari perspektif etika kebijakan lingkungan. Dalam pandangan tersebut, aktivitas eksploitasi alam harus disertai tanggung jawab moral terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.

Tobroni menjelaskan, pemikiran filsuf lingkungan Aldo Leopold melalui konsep land ethic menegaskan bahwa manusia merupakan bagian dari komunitas ekologis yang memiliki kewajiban moral untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan kelestarian alam.

“Dari konteks pemikiran filsuf lingkungan, Aldo Leopold dapat disimpulkan bahwa eksploitasi sumber daya alam yang mengabaikan keselamatan masyarakat dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap etika ekologis tersebut,” tambah Tobroni

Selain itu, ia juga mengutip pemikiran Hans Jonas dalam konsep principle of responsibility yang juga menekankan bahwa setiap tindakan manusia yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap kehidupan harus disertai tanggung jawab moral dan kehati-hatian yang tinggi.

Baca Juga:   DPC GMNI Jaktim Dukung Pemerataan Anggaran KJP melalui Dana Sarapan Pagi Gratis

“Dalam konteks kasus ini, pembiaran lubang bekas tambang tanpa pengamanan yang memadai dinilai menunjukkan kegagalan dalam menerapkan prinsip tanggung jawab tersebut,” lanjutnya.

Atas dasar itu, DPC GMNI Pasuruan menyampaikan sejumlah tuntutan dan sikap, di antaranya:

1. Mendesak pihak perusahaan tambang untuk bertanggung jawab secara moral, sosial, dan hukum atas kejadian yang menelan korban jiwa.

2. Mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap aktivitas pertambangan di wilayah tersebut, termasuk menelusuri kewajiban reklamasi dan pengelolaan lingkungan yang menjadi tanggung jawab perusahaan.

3. Mendorong dilakukannya audit terhadap seluruh lokasi bekas tambang yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

4. Menuntut langkah tegas dari pemerintah apabila ditemukan kelalaian atau pelanggaran dalam pengelolaan tambang.

DPC GMNI Pasuruan menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi peringatan dan perhatian serius bagi semua pihak karena bagi mereka pengelolaan sumber daya alam bukan hanya demi keuntungan ekonomi semata tetapi juga mengutamakan keselamatan manusia.

“Pengelolaan sumber daya alam tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga harus mengutamakan keselamatan manusia, tanggung jawab moral terhadap lingkungan, serta keberlanjutan ekosistem,” tandas Tobroni.

Sebagai organisasi gerakan yang berpijak pada nilai-nilai nasionalisme dan keberpihakan kepada rakyat, GMNI Pasuruan menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada kejelasan tanggung jawab serta langkah konkret untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa mendatang.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kehilangan yang Tidak Disadari: Suku Terasing di Ambang Lenyap
Rabu, 25 Maret 2026 | 09:44 WIB
Dirgahayu GMNI ke-72, Heri Pudyatmoko Serukan Penguatan Marhaenisme dan Persatuan
Selasa, 24 Maret 2026 | 09:31 WIB
Memperkuat Demokrasi di Tengah Badai Digital: Tanggapan Kritis atas Buku “Bawaslu di Tengah Era Big Data”
Senin, 23 Maret 2026 | 14:20 WIB
Dies Natalis Ke 72, GMNI Jaktim Serukan Tetaplah di Garis Marhaen meski berada di Persimpangan Jalan antara Idealisme dan Realistis
Senin, 23 Maret 2026 | 10:30 WIB
Konflik Geopolitik dalam Perspektif Marhaen antara Perebutan Kuasa Global dan Nasib Rakyat Kecil
Jumat, 20 Maret 2026 | 16:53 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Tigalisme, Klimaks Kehancuran GMNI: Persatuan???

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), sebagai organisasi kader yang lahir…

Gelar Mimbar Bebas, AMPERA Tojo Una-Una Respons Tragedi Bunuh Diri Siswa SD di NTT

Marhaenist id, Ampana – Di bawah langit Tojo Una-Una, suara perlawanan menggema…

GMNI Jaksel Gelar Aksi di KPK, Soroti Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024 dan Desak Usut Keterlibatan Jokowi

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI)…

Konfercab Ke-I GMNI Kotawaringin Timur, Momentum Regenerasi dan Kebersamaan

Marhaenist.id, Kotawaringin Timur - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Konsep “Partai Perorangan” PSI

Marhaenist.id - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) selama ini dikenal sebagai partai yang…

Memoar Khrushchev: Bagaimana Awal Mula Persahabatan Indonesia Dengan Uni Soviet?

Marhaenist - Ditengah Perang Dingin, Indonesia muncul sebagai “Macan Asia”. Karisma Presiden…

Pro dan Kontra PT. SIM di Dusun Pelita, Bupati SBB dilema?

Marhaenist.id - Sudah hampir dua tahun terakhir, kita di suguhkan dengan berita-berita…

GMNI Penajam Gelar PPAB Cetak Marhaenis Muda Berjiwa Nasionalisme dengan Semangat yang Berasaskan Pancasila

Marhaenist.id, Penajam - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Koperasi dan Era Anthropocene: Menjawab dengan Praktik atas Krisis Kemanusiaan dan Lingkungan

Seri Belajar Koperasi #1 Marhaenist - Praktik sistem kapitalisme industri yang berkembang…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?