By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Pingin Nonton “Pesta Babi” Full Movie, Yuk Klik Link dan Reviewnya Disini
DPC GMNI Jakarta Timur Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Pemerintah dan BI Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional
Indonesia Menjadi Negara Agung dengan Jalan Kebangsaan ala Soekarno
Aliansi PERISAI Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Militerisasi Ruang Sipil dan Kebijakan Pemerintah
Dukung Prabowo Tertibkan Ekspor Batu Bara dan Sawit, PA GMNI Jakarta Raya: Itu Langkah Jitu

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPC GMNI Jakarta Timur Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Pemerintah dan BI Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 22 Mei 2026 | 15:40 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Bima Sadiropa Sijabat, Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kerakyatan dan UMKM DPC GMNI Jakarta Timur (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur melalui Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kerakyatan dan UMKM, Bima Sadiropa Sijabat, menyoroti tekanan besar yang sedang dialami nilai tukar rupiah akibat penguatan dolar Amerika Serikat serta menguatnya sejumlah mata uang regional, termasuk ringgit Malaysia.

Menurut Bima, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada pasar keuangan nasional, tetapi juga mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor ekonomi kerakyatan.

“Situasi pelemahan rupiah hari ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan Bank Indonesia. Ketika dolar AS terus menguat dan mata uang regional seperti ringgit Malaysia ikut mengalami penguatan, maka posisi rupiah semakin tertekan. Dampaknya bukan hanya dirasakan investor, tetapi langsung menyentuh rakyat kecil, pelaku UMKM, hingga stabilitas harga kebutuhan pokok,” ujar Bima, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan perkembangan pasar keuangan pada perdagangan 21 Mei 2026, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.652 hingga Rp17.738 per dolar AS. Dalam beberapa hari terakhir, rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp17.706 per dolar AS dan menjadi salah satu titik pelemahan terdalam sepanjang sejarah perdagangan rupiah.

Sementara itu, nilai tukar ringgit Malaysia tercatat berada di kisaran Rp4.388 hingga Rp4.618 per 1 ringgit Malaysia. Penguatan ringgit tersebut dinilai menunjukkan adanya tekanan regional terhadap mata uang Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami tekanan signifikan. Pada pembukaan perdagangan 21 Mei 2026, IHSG tercatat melemah hingga 1,82 persen ke level 6.203 dan sempat bergerak turun lebih dalam ke area 6.181. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan terhadap rupiah turut memengaruhi sentimen investor di pasar saham nasional.

Baca Juga:   DPC GMNI Bantaeng Kutuk Keras Tindakan Represif Oknum ASN Dinas PUPR Sinjai terhadap Kader GMNI Sinjai

Bima menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik. Dari sisi global, tingginya suku bunga Amerika Serikat, meningkatnya tensi geopolitik dunia, serta perpindahan modal investor ke aset berbasis dolar menjadi faktor utama penguatan dolar AS secara global.

Sementara dari sisi domestik, tingginya kebutuhan impor, pembayaran utang luar negeri, dan keluarnya arus modal asing membuat rupiah semakin rentan mengalami tekanan.

“Ketika investor global lebih memilih menyimpan aset dalam bentuk dolar AS, maka negara berkembang seperti Indonesia akan menghadapi tekanan besar terhadap nilai tukarnya. Ini yang sedang terjadi hari ini,” jelasnya.

Meski demikian, Bima menilai Bank Indonesia sejauh ini telah menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai amanat undang-undang dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Langkah Bank Indonesia melalui kenaikan suku bunga acuan, intervensi pasar valuta asing, penguatan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga menjaga cadangan devisa dinilai sebagai kebijakan yang tepat untuk menahan tekanan terhadap rupiah.

Namun, menurutnya, stabilitas rupiah tidak bisa hanya dibebankan kepada Bank Indonesia semata. Pemerintah pusat juga harus memperkuat sektor riil dan ekonomi domestik agar Indonesia tidak terlalu bergantung terhadap faktor eksternal.

GMNI Jakarta Timur mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret, antara lain:

  • Memperkuat produksi dan industri nasional agar ketergantungan impor berkurang;
  • Menjaga devisa hasil ekspor tetap berada di dalam negeri;
  • Memperkuat sektor UMKM sebagai penopang utama ekonomi nasional;
  • Mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat;
  • Meningkatkan kepercayaan investor melalui kepastian hukum dan stabilitas politik nasional; serta
  • Memperluas penggunaan transaksi mata uang lokal antarnegara guna mengurangi dominasi dolar AS.
Baca Juga:   GMNI Pandeglang Ingatkan Anggota Dewan, Masih Banyak Jalan Rusak

Bima juga mengingatkan bahwa apabila dolar AS terus mengalami kenaikan dan rupiah semakin melemah, maka dampaknya akan sangat luas terhadap masyarakat Indonesia. Harga barang impor akan meningkat, biaya produksi industri naik, harga BBM berpotensi terdorong, utang luar negeri pemerintah dan swasta membengkak, serta inflasi dapat semakin tinggi.

“Yang paling terdampak tentu masyarakat kecil dan pelaku UMKM. Ketika bahan baku naik, ongkos produksi naik, tetapi daya beli masyarakat melemah, maka ekonomi rakyat akan mengalami tekanan berlapis. Ini yang harus diantisipasi sejak sekarang,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kondisi pelemahan rupiah yang terjadi bersamaan dengan penurunan IHSG menunjukkan adanya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi nasional. Oleh sebab itu, pemerintah diminta segera mengambil langkah strategis dan terukur agar kepercayaan pasar tetap terjaga.

“Indonesia harus memperkuat fondasi ekonominya sendiri. Ketahanan pangan, energi, industri nasional, dan penguatan UMKM harus menjadi prioritas utama agar ekonomi nasional tidak mudah terguncang hanya karena tekanan mata uang asing. Negara tidak boleh hanya fokus menjaga angka pertumbuhan, tetapi juga harus memastikan rakyat tetap mampu bertahan di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu,” tutup Bima Sadiropa Sijabat.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Pingin Nonton “Pesta Babi” Full Movie, Yuk Klik Link dan Reviewnya Disini
Jumat, 22 Mei 2026 | 20:29 WIB
Indonesia Menjadi Negara Agung dengan Jalan Kebangsaan ala Soekarno
Jumat, 22 Mei 2026 | 10:38 WIB
Aliansi PERISAI Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Militerisasi Ruang Sipil dan Kebijakan Pemerintah
Jumat, 22 Mei 2026 | 01:25 WIB
Dukung Prabowo Tertibkan Ekspor Batu Bara dan Sawit, PA GMNI Jakarta Raya: Itu Langkah Jitu
Jumat, 22 Mei 2026 | 00:47 WIB
DPD GMNI Jakarta Laporkan Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 Triliun ke Kejagung
Kamis, 21 Mei 2026 | 22:36 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Jangan Mereduksi GMNI Sebagai Wadah Perpanjangan Karir!

Marhaenist.id - Tentunya kita mengucap syukur Alhamdulillah lantaran kita baru saja memperingati…

Hari Ke 8 Kawal Aksi Masyarakat Talaga Raya atas PT AMI, GMNI Baubau Minta Agar Perundingan Bisa Melahirkan Solusi

Marhaenist.id, Buteng - Hari ke 8 masyarakat Talaga Raya bersama Dewan Pimpinan…

GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi

Marhaenist.id, Pekanbaru - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Soekarno dan Pramuka: Gerakan Indonesia Merdeka Menuju Indonesia Maju

Marhaenist.id - "Pramuka adalah bagian dari gerakan Indonesia merdeka." Pernyataan ini bukanlah…

Refleksi Perjuangan R.A Kartini: Emansipasi Perempuan dalam Ruang Ketenagakerjaan

Marhaenist.id - Emansipasi perempuan bukan lagi wacana baru, tetapi realitas yang masih…

Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z

Marhaenist.id - Setiap peringatan Hari Kartini pada 21 April kerap diidentikkan dengan…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional…

Praktek Neo-kolonialisme dan Imperialisme dalam Perang Amerika Serikat vs Iran

Marhaenist.id - Kondisi geopolitik yang semakin memanas antara Amerika Serikat, Israel Versus…

DPC GMNI Jaktim, FKPPAI Kota Jaktim dan DPP GJPI Aksi Gelar Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Sumatera

Marhaenist.id, Jakarta Timur — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?