By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Soekarno dan Pramuka: Gerakan Indonesia Merdeka Menuju Indonesia Maju

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 5 April 2024 | 14:59 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Logo Pramuka/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id – “Pramuka adalah bagian dari gerakan Indonesia merdeka.” Pernyataan ini bukanlah sekedar ungkapan, melainkan esensi dari peran pentas Pramuka dalam proses pembangunan karakter bangsa. Organisasi yang sudah berdiri sejak tahun 1961 ini, tak lepas dari nuansa perjuangan dan semangat merdeka.

Merujuk kepada sejarah berdirinya Gerakan Pramuka di Indonesia, organisasi ini didirikan pada tanggal 14 Agustus 1961 oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Pendirian Gerakan Pramuka ini ditandai dengan dikeluarkannya Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Pembentukan Gerakan Pramuka pada tanggal 20 Mei 1961.

Soekarno memiliki pemahaman yang mendalam akan pentingnya membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, patriotik, dan bersemangat merdeka. Inisiatif untuk menyatukan berbagai organisasi pemuda di Indonesia dalam satu wadah yang diberi nama Pramuka merupakan bukti nyata perhatian dan visi jauh ke depan Soekarno terhadap pembangunan karakter bangsa.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, juga memberikan kontribusi besar dalam proses pembentukan Pramuka. Selain mendapatkan kepercayaan sebagai Ketua Kwartir Nasional yang pertama, Sri Sultan Hamengkubuwono IX turut berperan aktif dengan menyumbangkan gedung serta properti lainnya untuk digunakan sebagai kantor pusat Pramuka.

Pramuka, yang merupakan singkatan dari “Praja Muda Karana” yang artinya ‘Rakyat Muda yang Suka Bekerja’, tidak hanya menawarkan berbagai keterampilan dan pengetahuan praktis kepada generasi muda, tetapi juga mewujudkan nilai-nilai luhur seperti cinta tanah air, kebersamaan, disiplin, dan kepedulian lingkungan.

Seiring dengan semangat kemerdekaan bangsa Indonesia, Pramuka ditempatkan sebagai lembaga pendidikan non formal yang memiliki peran kunci dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme dan membentuk karakter bangsa.

Sumbangsih dari Soekarno dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada awal berdirinya Pramuka sangatlah signifikan. Tanpa peran serta dari dua tokoh besar ini, mungkin akan sulit bagi Pramuka untuk berkembang sejauh ini dan memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

Baca Juga:   Pemerkosaan Kekuasaan Venezuela oleh Amerika Serikat Mengingatkan Pidato Bung Karno dalam Konferensi Asia-Afrika

Jadi, bisa dibilang bahwa Pramuka adalah ‘anak’ dari semangat kemerdekaan dan cita-cita besar bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang merdeka, tangguh, dan maju.

Sebagai organisasi pemuda terbesar di Indonesia, gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia merdeka dan maju dalam arti luas. Kemerdekaan bukan hanya terpaut pada kemerdekaan dari penjajahan, tetapi juga kemerdekaan dalam berpikir, berkreasi, dan berkarya untuk Indonesia yang lebih baik dan maju.

Karakter anggota Pramuka dapat dilihat melalui nilai-nilai luhur yang dianutnya, seperti peduli lingkungan, disiplin, gotong royong, dan cinta tanah air, yang berakar kuat dalam nilai-nilai kepahlawanan dan semangat kemerdekaan bangsa Indonesia.

Menurut Dr. K.H. Jusuf Kalla, mantan Wakil Presiden RI dan Ketua DKD Pramuka, “Pramuka adalah lembaga pendidikan non formal yang memiliki peran kunci dalam menanamkan nilai-nilai patriotisme dan membentuk karakter bangsa.”

Gerakan Pramuka mengajarkan berbagai keterampilan dan pengetahuan yang dapat membentuk generasi muda yang berwawasan luas, memiliki inisiatif dan kreativitas, serta memiliki mental kuat dan tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan. Semua ini sejalan dengan semangat kemerdekaan, yang berarti memiliki kemampuan untuk berdiri sendiri dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan.

Namun, peran Pramuka tidak hanya sampai di sini. Dalam konteks pembangunan nasional, gerakan Pramuka juga diharapkan bisa menjadi agen perubahan. Sebagai generasi penerus bangsa, anggota Pramuka diharapkan bisa menjadi pionir dalam menjalankan berbagai inovasi dan inisiatif positif yang dapat membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia.

Sebagai penutup, kita dapat mengambil kutipan dari Lord Baden-Powell, pendiri gerakan pramuka di dunia, “Pramuka adalah permainan yang dimainkan oleh anak muda, namun dengan tujuan yang sangat serius.”

Baca Juga:   Pengambilalihan (Buy Out) Korporasi Bangkrut oleh Buruh

Pramuka memang permainan, namun dalam setiap permainannya terdapat nilai dan tujuan serius untuk membentuk karakter dan kemampuan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan. Dengan demikian, gerakan Pramuka bukan hanya bagian dari ‘gerakan Indonesia merdeka’, tetapi merupakan bagian integral dari ‘gerakan Indonesia maju’.***

Referensi:
1. Pramuka.or.id. “Sejarah Pramuka di Indonesia.” Diakses pada 4 April 2024 dari https://www.pramuka.or.id/sejarah-pramuka-di-indonesia/
2. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. “Sejarah Perkembangan Gerakan Pramuka.” Diakses pada 4 April 2024 dari https://kemenpora.go.id/index/arsip/128/sejarah-perkembangan-gerakan-pramuka.*


Penulis: Sugeng Sjamsuri, Alunmi GMNI Manado – Sulut.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Tantang DPRD Sultra, GMNI Kendari: Makan Gratis atau Masa Depan Pendidikan?

Marhaenist.id, Kendari – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Hipotetis: Relevansi Gerak Marhaenis tehadap Marhaenisme dalam Melawan Tantangan Zaman Diera Kekinian

*Kritik Marhaenis Junior terhadap Prilaku Marhaenis Senior yang ada di GMNI Diera…

Foto: Krisna Wahyu Yanuar, Aktivis Literasi dan Gerakan Rakyat Kedaulatan Laut (Dokpri)/MARHAENIST.

Eko-Marhaenisme Menagih Janji, Keadilan Sosial dalam Luka Ekologi Krisis Pesisir Tulungagung

Marhaenist.id - Krisis ekologis di pesisir Tulungagung hari ini tidak dapat dipahami…

Pj Bupati Jombang Ingatkan Pesan Bung Karno Pada Pekerja Saat Hari Buruh Internasional

Marhaenist.id, Jombang - Peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Jombang dilakukan oleh…

Ajak Masyarakat Tolak Pemilu 2024, Relawan Marhaen Cyber Army Minta Jokowi Mundur dan Pilpres di Ulang

Marhaenist.id, Jakarta - Relawan Marhaen Cyber Army mengeluarkan pernyataan sikap dalam sebuah…

Tambang Menguat, Pendidikan Melemah?

Marhaenist.id - Indonesia dalam sejarahnya dikenal sebagai salah satu negara yang kaya…

Peristiwa Cikini: Upaya Pembunuhan Terhadap Presiden Soekarno

Marhaenist.id - Pada tanggal 30 November 1957 terjadi upaya pembunuhan terhadap Presiden…

Di Tengah Gelombang Demo dan Kondisi Bangsa yang Tidak Baik-Baik Saja, Panja RUU PPRT DPR Tetap BeKerja

Marhaenist.id, Jakarta - Di tengah situasi demonstrasi yang mencekam di sekitar Gedung…

Jalan Buntu Kasus Harun Masiku: Antara Fakta Hukum dan Keberanian Negara

Marhaenist.id, Jakarta  — Hingga hari ini, Harun Masiku masih berstatus buronan Komisi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?