By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNIOpini

DPC GMNI Bandung di Bawah Irfan Ade: Kepemimpinan yang Sah dan Progresif

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 5 Mei 2025 | 15:53 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Foto: GMNI Bandung yang sah dan kini bernaung di DPP GMNI Arjuna-Dendy saat merayakan Dies Natalis GMNI yang ke 79/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam dinamika organisasi mahasiswa nasional yang penuh tantangan dan perubahan, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bandung menjadi salah satu cabang yang menarik perhatian dalam beberapa waktu terakhir. Terutama pasca terpilihnya Irfan Ade sebagai Ketua DPC GMNI Kota Bandung untuk periode 2024–2026, banyak diskursus berkembang, termasuk munculnya klaim-klaim lain yang mencoba mempertanyakan legitimasi kepemimpinannya.

Namun demikian, jika dilihat secara objektif, berdasarkan fakta-fakta terbaru, dukungan basis kader, hingga rekam jejak organisasi, dapat ditegaskan bahwa DPC GMNI Bandung di bawah Irfan Ade adalah GMNI Bandung yang sah dan paling representatif dalam memperjuangkan cita-cita Marhaenisme di era kontemporer.

Kepemimpinan Irfan Ade: Tegas, Inklusif, dan Progresif

Sejak awal, Irfan Ade dikenal sebagai sosok yang tidak hanya memahami teori Marhaenisme secara mendalam, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam gerakan nyata yang menyentuh rakyat kecil. Di bawah kepemimpinannya, DPC GMNI Bandung aktif melakukan berbagai aksi nyata seperti advokasi terhadap buruh, mendampingi petani dalam konflik agraria, serta menyelenggarakan berbagai pendidikan politik untuk kaum muda.

Pendekatan Irfan tidak hanya berhenti pada retorika, tetapi menyentuh pada perubahan konkret di lapangan. Ia juga membangun sistem komunikasi internal yang efektif, di mana kader-kader GMNI di berbagai komisariat didorong untuk aktif berpendapat, menyumbangkan gagasan, dan terlibat dalam program-program organisasi. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Irfan Ade adalah kepemimpinan kolegial, bukan otoriter, sesuatu yang sangat penting bagi organisasi berbasis kader seperti GMNI.

Dalam konteks ideologis, Irfan Ade konsisten menanamkan nilai-nilai anti-kolonialisme, nasionalisme progresif, serta memperjuangkan transformasi sosial-ekonomi berdasarkan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Fakta Dukungan Kuat dari Basis Kader

Salah satu bukti paling konkret atas legitimasi kepemimpinan Irfan Ade adalah dukungan resmi dari GMNI Universitas Terbuka Bandung, yang dalam pernyataan politiknya secara terbuka mendukung DPC GMNI Bandung di bawah Irfan Ade. Mereka menilai bahwa di bawah Irfan, DPC Bandung mampu menjadi motor penggerak kritik sosial dan kontrol terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah daerah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Baca Juga:   Kooperasi dan Hegemoni Kapitalisme

Dukungan ini bukan hanya sekadar formalitas. GMNI Universitas Terbuka Bandung merupakan salah satu komisariat penting dengan jumlah anggota aktif yang signifikan. Dukungan mereka membuktikan bahwa Irfan Ade bukan hanya diakui secara simbolis, tetapi juga secara organisatoris dan ideologis.

Klaim Kepemimpinan Lain: Melihat Konteks

Dalam perkembangan terakhir, memang ada beberapa konferensi cabang (Konfercab) yang menghasilkan klaim kepemimpinan lain. Tercatat, pada 29 September 2024, sebuah Konfercab yang dihadiri oleh Ketua Umum DPP GMNI, Imanuel Cahyadi, memilih Muhammad Irvan Fadillah Ramadhan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai Ketua DPC GMNI Bandung periode 2024–2026 secara aklamasi. (Sumber: bandungraya.inews.id)

Tak hanya itu, pada 28–30 September 2024, Konfercab lain yang difasilitasi Badan Kerja Cabang (Bakercab) GMNI Bandung juga melahirkan sosok Halim Mulia sebagai Ketua DPC GMNI Bandung. (Sumber: gmni.info)

Fenomena ini tentu membuat sebagian publik bertanya-tanya: siapa sebenarnya yang sah?

Namun jika ditelaah lebih dalam, kita perlu menilai legitimasi bukan hanya berdasarkan formalitas acara semata, tetapi juga melihat siapa yang mendapat dukungan luas dari kader akar rumput, siapa yang memiliki program kerja nyata, serta siapa yang menjaga garis ideologi Marhaenisme dengan konsisten. Dalam kriteria-kriteria tersebut, kepemimpinan Irfan Ade lebih menonjol dan substansial.

Argumentasi Kuat: Kenapa Irfan Ade yang Sah?

Pertama, basis dukungan organisasi terhadap Irfan Ade bukan basa-basi. Banyak komisariat besar mendukungnya secara aktif, bukan hanya dalam deklarasi, tetapi juga dalam pelaksanaan program kerja.

Kedua, dalam konteks ideologis, Irfan Ade secara konsisten menggelorakan semangat anti-imperialisme, keberpihakan pada kaum marhaen, serta perlawanan terhadap kapitalisme dan neoliberalisme. Ini sejalan dengan nilai dasar GMNI.

Ketiga, rekam jejak organisasi selama dipimpin Irfan Ade menunjukkan adanya konsolidasi kader, peningkatan kualitas pendidikan politik, hingga penguatan solidaritas antar organisasi pergerakan mahasiswa lainnya.

Baca Juga:   Mahasiswa, Politik Kampus, dan Miniatur Negara

Bandingkan dengan klaim-klaim kepemimpinan lain yang hingga kini masih sebatas deklarasi dan belum menunjukkan program konkret yang menyentuh rakyat.

Urgensi Menjaga Keutuhan Organisasi

Dalam menghadapi dinamika ini, sangat penting bagi seluruh kader GMNI di Kota Bandung untuk tidak terjebak dalam dualisme yang memecah belah organisasi. GMNI lahir bukan untuk memperjuangkan kepentingan individu atau kelompok kecil, melainkan untuk membebaskan rakyat Indonesia dari belenggu penindasan struktural.

Kepemimpinan Irfan Ade sejatinya menawarkan jalan keluar dari kemelut tersebut. Melalui gaya kepemimpinan yang kolektif-kolegial, berbasis ideologi, dan fokus pada kerja nyata, Irfan Ade memberikan contoh bahwa GMNI harus tetap bersatu di bawah kepemimpinan yang sah.

Penutup: Dukungan untuk Perjuangan Marhaenis

Maka dari itu, sudah sepatutnya seluruh kader GMNI, khususnya di Kota Bandung, bersatu mendukung Irfan Ade sebagai Ketua DPC GMNI Bandung yang sah. Bukan hanya karena legitimasi formal, tetapi lebih karena substansi perjuangan yang ia bawa: keberpihakan kepada rakyat marhaen, penguatan basis kader, serta pelaksanaan program-program nyata yang revolusioner.

Ke depan, tantangan GMNI akan semakin berat. Dinamika sosial, politik, dan ekonomi Indonesia menuntut gerakan mahasiswa yang cerdas, kritis, namun tetap berpijak pada prinsip-prinsip nasionalisme, kerakyatan, dan keadilan sosial. Dalam konteks itu, Irfan Ade dan kepemimpinannya adalah pilihan terbaik untuk memimpin DPC GMNI Bandung ke arah yang lebih maju, bersatu, dan berdaulat.

DPC GMNI Bandung di bawah Irfan Ade adalah GMNI Bandung yang sah, dan patut didukung penuh.***


Penulis: Dimas Muhammad Arlangga.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Rabu, 17 Desember 2025 | 00:13 WIB
Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Selasa, 16 Desember 2025 | 19:45 WIB
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
Selasa, 16 Desember 2025 | 14:06 WIB
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:18 WIB
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:16 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Banyaknya Kasus Bunuh Diri, Ganjar: Indonesia Darurat Kesehatan Mental

Marhaenist - Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jogjakarta yang…

Tanggapi Kenaikan PPN 12%, DPD GMNI Sultra Sebut Pemerintahan Prabowo-Gibran Tak Lagi Memegang Amanat Rakyat

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Keterhilangan Eksistensial: Dari Krisis Kesadaran hingga Kolonisasi Atensi

Marhaenist.id - (Pengantar) Krisis kesadaran yang muncul di era digital menemukan bentuk…

Menukil Kembali Kisah Pindahnya Ibukota Republik ke Yogyakarta

Marhaenist.id - Yogyakarta menjadi tempat amanat kebangsaan untuk pertama kali disampaikan dalam perayaan…

Cegah Korupsi, GMNI Desak KPK & Kejaksaan Lakukan Pengawasan Ketat pada Program Air Bersih Gratis di PPU

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Penajam Paser…

Sambut Ganjar, Warga dan Tokoh Adat Sematkan Selendang Beserta Topi Khas Manggarai

Marhaenist.id, Ruteng - Ganjar Pranowo melanjutkan safari politiknya di Ruteng, Kabupaten Manggarai,…

Endus dugaan Terima Suap dalam Perekrutan Pandis, GMNI Minta Ketua Bawaslu Mimika Segera Diganti

Marhaenist.id, Mimika – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mimika, Frans Wetipo, diduga…

DPC PA GMNI Solo Dukung Kadernya Maju Pada Kontestasi Pilkada 2024

Marhaenist.id, Solo - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Adakan PPAB, GMNI Universitas Jakarta Ajak Kader Jadi Pemimpin Yang Nasionalis

MARHAENIST - Dalam semangat persatuan dan perjuangan, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?