By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kawal Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 T, Aliansi Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Ketiga & Serahkan Berkas Laporan Resmi ke Kejaksaan Agung
Di Balik Kenaikan BBM: Ketika Beban Fiskal Dialihkan kepada Masyarakat dan Paradoks Swasembada Energi
DPC GMNI Jakarta Timur Serukan “Revolusi Total”, Soroti Krisis Ekonomi hingga Dugaan Korupsi Program Strategis Negara
Papan Catur Global dan Jerat Fosil: Menggugat Rabun Jauh Penguasa atas Kenaikan BBM dan Hilangnya Marwah Bangsa
Prof. Ikrar Nusa Bhakti Soroti Minimnya Keterlibatan Dubes dalam Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Historical

Mufti Palestina dan Kemerdekaan Indonesia: Solidaritas Internasional Melawan Kolonialisme

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 15 Maret 2026 | 17:54 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Mufti Besar Amin al-Hussaini (bersorban) dan di sebelah kirinya Mohamed Ali al-Taher bersama para pemuda Indonesia (Foto: Buku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak hanya dibentuk oleh perjuangan rakyat di dalam negeri, tetapi juga oleh solidaritas internasional dari berbagai tokoh dunia yang menentang kolonialisme.

Daftar Konten
Seruan Politik dari YerusalemPolitik Anti-Kolonial dan Jaringan Dunia IslamMengapa Sejarah Ini Jarang Dibicarakan?Relevansi Politik Hari Ini

Salah satu sosok yang jarang dibicarakan dalam narasi sejarah populer Indonesia adalah Mohammad Amin al-Husseini, Mufti Agung Yerusalem yang secara terbuka menyerukan dukungan bagi kemerdekaan Indonesia di tengah tekanan kolonial Belanda dan memberikan hampir seluruh hartanya kepada Pemerintah Indonesia yang baru saja terbentuk agar bisa memakainya untuk amunisi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia.

Di saat Republik Indonesia yang baru diproklamasikan pada tahun 1945 masih menghadapi ancaman kembalinya kekuasaan kolonial Belanda, dukungan dari dunia internasional menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi diplomasi Indonesia. Dalam konteks itulah suara dari Timur Tengah, khususnya dari tokoh berpengaruh seperti al-Husseini, memiliki arti strategis.

Seruan Politik dari Yerusalem

Sebagai Mufti Agung di Yerusalem, Mohammad Amin al-Husseini bukan hanya seorang ulama, tetapi juga tokoh politik yang memiliki pengaruh besar di dunia Arab dan dunia Islam. Ia dikenal sebagai figur yang keras menentang kolonialisme Barat serta aktif menggalang solidaritas antarbangsa yang sedang berjuang untuk merdeka.

Melalui berbagai forum dan jaringan politiknya di Timur Tengah, al-Husseini menyerukan kepada negara-negara Arab dan umat Islam internasional untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Seruan tersebut tidak hanya bersifat moral, tetapi juga politis—mendorong negara-negara Arab untuk memberikan pengakuan terhadap Republik Indonesia yang saat itu masih berjuang mempertahankan kedaulatannya.

Langkah ini menjadi bagian dari tekanan diplomatik internasional terhadap Belanda yang berusaha memulihkan kembali kekuasaan kolonialnya di Nusantara.

Baca Juga:   Pidato Bung Karno Saat Konferensi Besar GMNI di Kaliurang 17 Februari 1959

Politik Anti-Kolonial dan Jaringan Dunia Islam

Seruan dukungan dari Mufti Palestina itu menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia sejak awal telah menjadi bagian dari gelombang besar perlawanan terhadap kolonialisme global. Dalam perspektif politik internasional pada masa itu, perjuangan Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan gerakan anti-kolonial di berbagai kawasan, termasuk di Timur Tengah.

Tokoh seperti Mohammad Amin al-Husseini memandang kemerdekaan bangsa-bangsa Asia dan Afrika sebagai bagian dari agenda historis untuk membongkar dominasi kolonial Barat. Oleh karena itu, dukungannya terhadap Indonesia bukan sekadar simpati, melainkan sikap politik yang tegas terhadap sistem kolonial.

Di tengah konflik yang juga dialami rakyat Palestina akibat kolonialisme dan perebutan wilayah, al-Husseini melihat perjuangan Indonesia sebagai simbol harapan bagi bangsa-bangsa tertindas.

Mengapa Sejarah Ini Jarang Dibicarakan?

Ironisnya, peran Mufti Palestina dalam mendukung kemerdekaan Indonesia tidak banyak mendapat perhatian dalam literatur sejarah nasional. Padahal, fakta ini menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia memperoleh dukungan dari tokoh-tokoh dunia yang memiliki pengaruh besar dalam percaturan politik internasional.

Pengabaian terhadap sejarah ini juga membuat generasi muda kehilangan pemahaman tentang pentingnya solidaritas global dalam perjuangan kemerdekaan.

Narasi sejarah sering kali terlalu berfokus pada dinamika internal bangsa, sementara jaringan dukungan internasional yang turut memperkuat posisi diplomasi Indonesia justru kurang mendapat ruang dalam diskursus publik.

Relevansi Politik Hari Ini

Mengingat kembali dukungan Mufti Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia memiliki relevansi politik yang kuat hingga hari ini. Hubungan antara Indonesia dan Palestina tidak hanya berdiri di atas kepentingan diplomatik kontemporer, tetapi juga memiliki akar sejarah yang panjang.

Ketika Indonesia secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional, sikap tersebut sesungguhnya memiliki dasar historis yang kuat. Dukungan terhadap Palestina bukan sekadar sikap moral, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap solidaritas yang pernah diberikan oleh tokoh-tokoh Palestina kepada perjuangan Indonesia.

Baca Juga:   Namanya Tan Malaka!

Sejarah menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak pernah lahir dari perjuangan yang terisolasi. Ia lahir dari solidaritas, keberanian politik, dan jaringan internasional yang melampaui batas negara.

Kisah tentang Mohammad Amin al-Husseini adalah pengingat bahwa perjuangan bangsa-bangsa tertindas selalu terhubung satu sama lain. Dan dalam sejarah Indonesia, suara dari Yerusalem pernah berdiri di pihak kemerdekaan republik ini.”**


Ditulis Oleh La Ode Mustawwadhaar yang diambil dan disimpulkan dari Berbagai Macam Sumber.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kawal Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 T, Aliansi Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Ketiga & Serahkan Berkas Laporan Resmi ke Kejaksaan Agung
Kamis, 11 Juni 2026 | 19:02 WIB
Di Balik Kenaikan BBM: Ketika Beban Fiskal Dialihkan kepada Masyarakat dan Paradoks Swasembada Energi
Kamis, 11 Juni 2026 | 18:02 WIB
DPC GMNI Jakarta Timur Serukan “Revolusi Total”, Soroti Krisis Ekonomi hingga Dugaan Korupsi Program Strategis Negara
Kamis, 11 Juni 2026 | 08:55 WIB
Papan Catur Global dan Jerat Fosil: Menggugat Rabun Jauh Penguasa atas Kenaikan BBM dan Hilangnya Marwah Bangsa
Rabu, 10 Juni 2026 | 22:54 WIB
Prof. Ikrar Nusa Bhakti Soroti Minimnya Keterlibatan Dubes dalam Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo
Rabu, 10 Juni 2026 | 14:21 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Pilkada 2024: Kesadaran Politik Pemilih Muda 

Marhaenist.id - Masyarakat Indonesia akan menggelar Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada…

IMM dan GMNI Riau: Reformasi Polri Harus Tunduk pada Mandat Konstitusi, Bukan jadi Komoditas Politik Kekuasaan

Marhaenist.id, Pekanbaru – Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari IMM dan GMNI…

Peristiwa Cikini: Upaya Pembunuhan Terhadap Presiden Soekarno

Marhaenist.id - Pada tanggal 30 November 1957 terjadi upaya pembunuhan terhadap Presiden…

Lagi Viral Terkait Naturalisasi, Ini Perbedaan Kader Naturalisasi dan Naturalisasi Kader dalam GMNI

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah salah satu organisasi mahasiswa…

Materialisme Ala Karl Marx dan Syech Siti Jenar

Marhaenist.id - Kalau diamati Karl Marx dan Syech Siti Jenar itu sama-sama…

Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini

Marhaenist.id - Indonesia hari ini berada dalam pusaran kekacauan politik, hukum, dan…

Bagikan Selebaran di Gejayan, Aliansi Pemilih Gen Z Tolak Politik Dinasti!

Marhaenist.id, Yogyakrta - Gabungan Mahasiswa Yogyakarta yang menamakan dirinya dengan "Aliansi Pemilih…

Kota Balikpapan Belum Merdeka?

Marhaenist.id - Merdeka adalah cita-cita mulia yang diimpikan setiap daerah di Indonesia.…

Todung Mulya Lubis: MK Paling Berwenang Melakukan Diskualifikasi Paslon

Jakarta, Marhaenist.id - Tim Hukum Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 3, Ganjar…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?