By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Gelar Diskusi Publik, GMNI-FMN-AGRA-GSBI: Agenda Reforma Agraria dalam Bayang-Bayang Militerisme dan Ancaman Krisis Pangan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 23 September 2025 | 15:16 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: DPC GMNI Jaksel bersama FMN, AGRA dan GSBI mengelar diskusi publik bertajuk “Agenda Reforma Agraria dalam Bayang-Bayang Militerisme dan Ancaman Krisis Pangan”, bertempat di Sekretariat GMNI Jaksel (Ist)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jakarta Selatan (Jaksel) bersama Front Mahasiswa Nasional (FMN), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), dan Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) mengelar diskusi publik bertajuk “Agenda Reforma Agraria dalam Bayang-Bayang Militerisme dan Ancaman Krisis Pangan”, bertempat di Sekretariat GMNI Jaksel.

Diskusi ini menghadirkan pemateri dari berbagai organisasi gerakan rakyat, diantaranya Ismet Inoni sebagai Koordinator Koalisi Buruh Sawit (KBS) dan Kepala Departemen Hukum, Advokasi dan Kampanye Massa DPP GSBI, Titi Suhada dari PP Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), L Muhammad Rizaldy, Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional (FMN), serta dimoderatori oleh Bung Dhiva Trenadi Wakil Ketua DPC GMNI Jakarta Selatan.

Agenda ini digelar bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional 2025, dengan tujuan mengupas persoalan agraria yang hingga hari ini masih menjadi sumber ketidakadilan struktural di Indonesia, Selasa (22/9/2025).

Reforma Agraria dalam Bayang Militerisme

Sejumlah pemateri menyoroti kebijakan pemerintah, khususnya Instruksi Presiden No. 25 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang membentuk Satgas PKH. Kebijakan ini dinilai menjadi bentuk baru land grabbing yang melibatkan militer melalui perusahaan agribisnis negara, Agrinas. Implementasinya di Sumatera dan Kalimantan telah menimbulkan dampak negatif bagi rakyat, sekaligus memperlihatkan praktik accumulation by dispossession ala kapitalisme kuno.

Selain itu, revisi UU TNI juga disebut semakin memperkokoh keterlibatan militer dalam persoalan agraria, yang berimplikasi pada represi terhadap pejuang hak agraria, kriminalisasi, dan tindakan kekerasan di pedesaan.

Warisan Kebijakan Gagal dan Ancaman Krisis Pangan

Diskusi ini juga mengkritik warisan kebijakan dari era Jokowi yang dilanjutkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Sejumlah proyek strategis seperti food estate, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan program ketahanan pangan berbasis investor dinilai gagal menjawab kebutuhan rakyat.

Baca Juga:   GMNI Kota Tangerang Gelar PPAB Sekaligus Deklarasi Cabang

Fakta di lapangan menunjukkan adanya:

1. Kegagalan struktural dalam mengelola tanah, air, dan sumber daya pertanian.

2. Monopoli lahan yang semakin masif di Era Prabowo-Gibran

3. Politik pangan yang elitis, menjadikan program pemerintah sebagai ruang patronase politik.

4. Tekanan ekonomi terhadap petani dan nelayan akibat impor besar-besaran serta harga komoditas yang anjlok.

Pemangkasan Anggaran Pendidikan untuk Program Anti Reforma Agraria Sejati

Program prioritas (MBG, food estate, dll.) APBN 2025 telah memangkas berbagai anggaran kementerian/lembaga pemerintahan yang lain. Ketua Umum FMN, L Muhammad Rizaldy berpendapat bahwa: hilangnya subsidi pendidikan untuk mahasiswa semata-mata disebabkan oleh pemangkasan anggaran pendidikan tinggi, dasar, dan menengah. APBN 2025 hanya menggelontorkan 20% anggaran untuk pendidikan tinggi (700t).

Besaran anggaran ini adalah yang paling kecil dari tahun-tahun sebelumnya. Anggaran tersebut lalu akhirnya harus dipangkas kembali sebesar 44% untuk membiayai MBG dan 39% untuk anggaran pendidikan kedinasan (TNI, POLRI, BIN, dll.).

Masalahnya, pemangkasan subsidi pendidikan justru digelontorkan untuk menopang program-program yang merintangi perjuangan reforma agraria sejati: MBG yang pernah meracuni ribuan siswa-siswi sekolah dasar dan menengah. Pemangkasan juga dilakukan untuk menopang kebutuhan biaya pendidikan aparatus represif negara yang akan menjadi serdadu represif di hari depan.

Persoalan Buruh Sawit dan Nelayan

Diskusi ini menyoroti kondisi buruh sawit yang masih bergulat dengan upah murah, tidak adanya jaminan kerja, pengabaian hak maternitas, serta paparan bahan kimia berbahaya. Sementara itu, di sektor kelautan, nelayan menghadapi rendahnya harga komoditas, pembatasan wilayah tangkap, serta ancaman agenda Blue Economy.

Reforma Agraria Sejati sebagai Jalan Pembebasan

Seluruh pemateri menegaskan bahwa reforma agraria sejati adalah syarat mutlak kedaulatan pangan. UUPA 1960 disebut sebagai pintu masuk perjuangan, namun harus dilampaui dengan perombakan struktural terhadap kepemilikan tanah yang monopolistik dan feodalistik.

Baca Juga:   GO TO HELL WITH YOUR TARIFF: Jalan Politik Non-Blok dan Wujudkan Trisakti

“Revolusi Indonesia tanpa landreform adalah sama saja dengan gedung tanpa alas, sama saja dengan pohon tanpa batang, sama saja dengan omong besar tanpa isi,” tegas moderator mengutip Bung Karno.

Kaum muda, mahasiswa, buruh, dan petani harus bersatu dalam satu front perjuangan nasional. Persatuan kota dan desa, pengorganisiran rakyat, serta pendidikan yang membebaskan menjadi kunci untuk menuntaskan amanat penderitaan rakyat.

Seruan Aksi Memperingati HTN 2025

Diskusi ini menutup dengan seruan bahwa penderitaan rakyat di pedesaan maupun perkotaan adalah tanggung jawab bersama. Reforma agraria sejati harus menjadi agenda utama perjuangan rakyat untuk merebut kembali kedaulatan bangsa dari cengkeraman monopoli tanah dan modal asing.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Kamis, 15 Januari 2026 | 15:13 WIB
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08 WIB
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:03 WIB
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:27 WIB
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:55 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Bukan Ajaran Dalam Islam, Mari Memahami Apa itu Mazhab Bung Karno!

Marhaenist.id - Dalam kehidupan Bung Karno sampai ia wafat ditanggal 21 Juni…

OMERTA, ADDIOPIZZO: Dari Sisilia ke Lorong-Lorong Gelap Merdeka Merdeka

Marhaenist.id - Istilah "Omerta" tidak lahir dari ruang sidang yang bersih; ia…

(Jika) Bobibos vs Pertamina: Benturan Inovasi dan Kekuasaan di Panggung Energi Nasional

Marhaenist.id - Di tengah dinamika ekonomi nasional yang semakin kompleks, muncul satu…

GMNI Jaksel: Tangkap dan Adili Jokowi! Tolak RUU Polri dan KUHAP! Copot Kapolri!

Marhaenist.id - Rezim Otoriter Jokowi Harus Bertanggung Jawab Atas Krisis Hukum, Ekonomi,…

Bertahan Ditengah Badai: Sebuah Refleksi Perjalanan Bersama GMNI

Marhaenist.id - Perjalanan saya di GMNI bukanlah kisah yang tenang di permukaan…

PPAB Ke-2 GMNI Situbondo Sukses Digelar Meriah, Irham Kahfi Sampaikan Pesan Penting untuk Kader Muda

Marhaenist.id, Situbondo — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Situbondo kembali mencatatkan…

Usai Biden Mundur, Kini Harris Justru Unggul Tipis Dari Donald Trump

Marhaenist - Kamala Harris nampaknya semakin pede bakal melenggang setelah hasil survei…

Nurmiyati Bagit & Bahtiar Husni. MARHAENIST

Nurmiyati Bagit, Korban Lakalantas di Ternate Desak Penahanan Pelaku Demi Keadilan

Marhaenist, Ternate - Seorang ibu rumah tangga di Ternate, Maluku Utara, Nurmiyati…

Kasat Narkoba Polres Berhasil Gagalkan Penyelundupan 76 Kg Sabu, Ketua DPC GMNI Asahan Berikan Apresiasi

Marhaenist.id, Asahan - Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan di bawah kepemimpinan Kasat…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?