By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Gelar Diskusi Publik, GMNI-FMN-AGRA-GSBI: Agenda Reforma Agraria dalam Bayang-Bayang Militerisme dan Ancaman Krisis Pangan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 23 September 2025 | 15:16 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: DPC GMNI Jaksel bersama FMN, AGRA dan GSBI mengelar diskusi publik bertajuk “Agenda Reforma Agraria dalam Bayang-Bayang Militerisme dan Ancaman Krisis Pangan”, bertempat di Sekretariat GMNI Jaksel (Ist)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jakarta Selatan (Jaksel) bersama Front Mahasiswa Nasional (FMN), Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), dan Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) mengelar diskusi publik bertajuk “Agenda Reforma Agraria dalam Bayang-Bayang Militerisme dan Ancaman Krisis Pangan”, bertempat di Sekretariat GMNI Jaksel.

Diskusi ini menghadirkan pemateri dari berbagai organisasi gerakan rakyat, diantaranya Ismet Inoni sebagai Koordinator Koalisi Buruh Sawit (KBS) dan Kepala Departemen Hukum, Advokasi dan Kampanye Massa DPP GSBI, Titi Suhada dari PP Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), L Muhammad Rizaldy, Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional (FMN), serta dimoderatori oleh Bung Dhiva Trenadi Wakil Ketua DPC GMNI Jakarta Selatan.

Agenda ini digelar bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional 2025, dengan tujuan mengupas persoalan agraria yang hingga hari ini masih menjadi sumber ketidakadilan struktural di Indonesia, Selasa (22/9/2025).

Reforma Agraria dalam Bayang Militerisme

Sejumlah pemateri menyoroti kebijakan pemerintah, khususnya Instruksi Presiden No. 25 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang membentuk Satgas PKH. Kebijakan ini dinilai menjadi bentuk baru land grabbing yang melibatkan militer melalui perusahaan agribisnis negara, Agrinas. Implementasinya di Sumatera dan Kalimantan telah menimbulkan dampak negatif bagi rakyat, sekaligus memperlihatkan praktik accumulation by dispossession ala kapitalisme kuno.

Selain itu, revisi UU TNI juga disebut semakin memperkokoh keterlibatan militer dalam persoalan agraria, yang berimplikasi pada represi terhadap pejuang hak agraria, kriminalisasi, dan tindakan kekerasan di pedesaan.

Warisan Kebijakan Gagal dan Ancaman Krisis Pangan

Diskusi ini juga mengkritik warisan kebijakan dari era Jokowi yang dilanjutkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Sejumlah proyek strategis seperti food estate, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan program ketahanan pangan berbasis investor dinilai gagal menjawab kebutuhan rakyat.

Baca Juga:   Soal Kekurangan Tabung Oksigen, Aktivis GMNI di Mamasa Pertanyakan Keseriusan Pemda dalam Pelayanan Keseheatan

Fakta di lapangan menunjukkan adanya:

1. Kegagalan struktural dalam mengelola tanah, air, dan sumber daya pertanian.

2. Monopoli lahan yang semakin masif di Era Prabowo-Gibran

3. Politik pangan yang elitis, menjadikan program pemerintah sebagai ruang patronase politik.

4. Tekanan ekonomi terhadap petani dan nelayan akibat impor besar-besaran serta harga komoditas yang anjlok.

Pemangkasan Anggaran Pendidikan untuk Program Anti Reforma Agraria Sejati

Program prioritas (MBG, food estate, dll.) APBN 2025 telah memangkas berbagai anggaran kementerian/lembaga pemerintahan yang lain. Ketua Umum FMN, L Muhammad Rizaldy berpendapat bahwa: hilangnya subsidi pendidikan untuk mahasiswa semata-mata disebabkan oleh pemangkasan anggaran pendidikan tinggi, dasar, dan menengah. APBN 2025 hanya menggelontorkan 20% anggaran untuk pendidikan tinggi (700t).

Besaran anggaran ini adalah yang paling kecil dari tahun-tahun sebelumnya. Anggaran tersebut lalu akhirnya harus dipangkas kembali sebesar 44% untuk membiayai MBG dan 39% untuk anggaran pendidikan kedinasan (TNI, POLRI, BIN, dll.).

Masalahnya, pemangkasan subsidi pendidikan justru digelontorkan untuk menopang program-program yang merintangi perjuangan reforma agraria sejati: MBG yang pernah meracuni ribuan siswa-siswi sekolah dasar dan menengah. Pemangkasan juga dilakukan untuk menopang kebutuhan biaya pendidikan aparatus represif negara yang akan menjadi serdadu represif di hari depan.

Persoalan Buruh Sawit dan Nelayan

Diskusi ini menyoroti kondisi buruh sawit yang masih bergulat dengan upah murah, tidak adanya jaminan kerja, pengabaian hak maternitas, serta paparan bahan kimia berbahaya. Sementara itu, di sektor kelautan, nelayan menghadapi rendahnya harga komoditas, pembatasan wilayah tangkap, serta ancaman agenda Blue Economy.

Reforma Agraria Sejati sebagai Jalan Pembebasan

Seluruh pemateri menegaskan bahwa reforma agraria sejati adalah syarat mutlak kedaulatan pangan. UUPA 1960 disebut sebagai pintu masuk perjuangan, namun harus dilampaui dengan perombakan struktural terhadap kepemilikan tanah yang monopolistik dan feodalistik.

Baca Juga:   Wujudkan Anggota/Kader yang Progresif dan Revolusioner, GMNI Kendari Sukses Gelar PPAB Akbar

“Revolusi Indonesia tanpa landreform adalah sama saja dengan gedung tanpa alas, sama saja dengan pohon tanpa batang, sama saja dengan omong besar tanpa isi,” tegas moderator mengutip Bung Karno.

Kaum muda, mahasiswa, buruh, dan petani harus bersatu dalam satu front perjuangan nasional. Persatuan kota dan desa, pengorganisiran rakyat, serta pendidikan yang membebaskan menjadi kunci untuk menuntaskan amanat penderitaan rakyat.

Seruan Aksi Memperingati HTN 2025

Diskusi ini menutup dengan seruan bahwa penderitaan rakyat di pedesaan maupun perkotaan adalah tanggung jawab bersama. Reforma agraria sejati harus menjadi agenda utama perjuangan rakyat untuk merebut kembali kedaulatan bangsa dari cengkeraman monopoli tanah dan modal asing.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Nasrani-Yahudi Dalam Tinjauan Madilog

AGAMA NASRANI Jesus Nazrenus Rex Jodioram Jesus dari Nazaret Rajanya Yahudi Agama…

Sukses Gelar PPAB, GMNI UIN Jakarta Bentuk Kader Progresif Berjiwa Kerakyatan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Mengapa Harus #AdiliJokowi? Analisis Dampak Kebijakan dan Pengelolaan Anggaran yang Menyebabkan Kesengsaraan Rakyat

Marhaenist.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintahan Prabowo…

DPP GMNI Tolak Klausul Transfer Data dalam Perjanjian Perdagangan Indonesia–Amerika Serikat, Dinilai Ancam Kedaulatan Digital Nasional

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Mengapa Status Bencana Nasional di Sumatera Tidak Diberlakukan?

Marhaenist.id - Ketika rumah-rumah hanyut, jalan terputus, dan warga bertahan hidup dengan…

Ibu, Ibu, dan Sejarah Hari Ibu

Marhaenist.id - Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Peringatan Hari…

Kabar Gembira Bagi Marhaenis, Kami Menyiapkan Buku-Buku Bung Karno Secara Gratis Disini!

Marhaenist.id - Sebagai wujud untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan ingin memberikan pengetahuan…

Pernyataan Sikap SP-NTT: Polemik Geothermal Flores-Lembata dan Polemik Investasi di Pulau Padar Taman Nasional Komodo

Marhaenist.id, Jakarta - Serikat Pemuda Nusa Tenggara Timur (SP-NTT) menilai gempuran investasi…

GMNI Penajam Gelar PPAB Cetak Marhaenis Muda Berjiwa Nasionalisme dengan Semangat yang Berasaskan Pancasila

Marhaenist.id, Penajam - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?