By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Skuad DPC GMNI Situbondo (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Situbondo — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Situbondo dibawah kepemimpinan Dony Anugerah Putra dan Moch Nabil Quraisi menyatakan sikap tegas dan tanpa kompromi menolak wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Daftar Konten
Pilkada oleh DPRD: Pemiskinan DemokrasiPersoalan Demokrasi Bukan Sekadar EfisiensiSikap Resmi GMNI Situbondo

Wacana tersebut dinilai bukan sebagai solusi atas persoalan demokrasi, melainkan bentuk kemunduran yang mengancam kedaulatan rakyat.

GMNI Situbondo menilai, gagasan pilkada oleh DPRD yang dibungkus dengan dalih efisiensi biaya dan stabilitas politik justru berpotensi mereduksi makna demokrasi itu sendiri. Demokrasi tidak sedang membutuhkan pemangkasan partisipasi rakyat, melainkan penyelamatan dari cengkeraman elite politik yang alergi terhadap kedaulatan rakyat.

“Rakyat yang seharusnya menjadi subjek demokrasi kini justru diposisikan sebagai beban. Hak pilih dianggap mahal, ribut, dan menyulitkan elite. Ini adalah logika yang berbahaya bagi masa depan demokrasi,” tegas GMNI Situbondo dalam pernyataan resminya yang diterima Marhaenist.id melalui via Whatsaap. Selasa (13/1/2025).

Pilkada oleh DPRD: Pemiskinan Demokrasi

GMNI Situbondo menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD merupakan bentuk “demokrasi yang disunat”. Hak pilih rakyat yang diperjuangkan melalui reformasi berisiko ditarik kembali secara legalistik namun tidak substantif. Model ini dinilai menghidupkan kembali praktik demokrasi semu ala Orde Lama dan Orde Baru.

Mengutip pemikiran Bung Karno, GMNI Situbondo mengingatkan bahwa demokrasi yang dikendalikan elite berpotensi melahirkan demokrasi borjuis—demokrasi yang berlangsung di ruang-ruang tertutup, jauh dari denyut kehidupan rakyat. Kepala daerah yang lahir dari mekanisme tersebut berisiko lebih loyal kepada partai dan elite politik daripada kepada rakyat.

Selain itu, pilkada oleh DPRD tidak serta-merta menghilangkan politik uang, melainkan memusatkannya. Praktik transaksional yang semula kasat mata di tengah masyarakat berpotensi bergeser menjadi transaksi senyap di balik meja rapat, yang jauh lebih sulit diawasi publik.

Baca Juga:   Gelar Aksi Peringati Hari Sumpah Pemuda, DPK GMNI FISIP UHO Ajak Pemuda Teguhkan Nilai Kebangsaan dalam Sumpah Pemuda 1928

Persoalan Demokrasi Bukan Sekadar Efisiensi

GMNI Situbondo menilai bahwa mahalnya biaya politik dan konflik dalam pilkada langsung tidak dapat dijadikan alasan untuk memangkas hak politik rakyat. Persoalan utama justru terletak pada lemahnya tata kelola demokrasi, buruknya sistem pendanaan politik, serta penegakan hukum pemilu yang belum adil dan tegas.

“Demokrasi tidak boleh direduksi menjadi soal efisiensi prosedural. Demokrasi adalah proses pendidikan politik, ruang pembelajaran kolektif, dan sarana membangun kesadaran warga negara,” tegas GMNI Situbondo.

Oleh karena itu, GMNI Situbondo mendorong perbaikan kualitas demokrasi melalui penguatan pendidikan politik, pembenahan sistem kepartaian yang oligarkis, transparansi pendanaan politik, serta penegakan hukum pemilu yang konsisten.

Sikap Resmi GMNI Situbondo

GMNI Situbondo menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Menolak segala bentuk pengembalian mekanisme pilkada melalui DPRD.
  2. Menolak demokrasi elitis yang menyingkirkan rakyat dari proses politik.
  3. Mendorong perbaikan kualitas demokrasi, bukan pemangkasan hak politik rakyat.

GMNI Situbondo menegaskan akan terus berdiri di barisan rakyat, menjaga nilai-nilai Marhaenisme, serta melawan setiap upaya pembajakan kedaulatan rakyat.

Sebagaimana Bung Karno mengingatkan, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.” Menarik kembali hak pilih rakyat berarti mengkhianati sejarah panjang perjuangan demokrasi Indonesia.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

 

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB
Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno
Minggu, 11 Januari 2026 | 13:43 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Prihatin dengan Kondisi Demokrasi, PA GMNI dan Forum Komunikasi Santri Situbondo: Penguatan Demokrasi Harus melalui Partisipasi Anak Muda

Marhaenist.id, Situbondo — Pergeseran periodisasi rezim yang dipimpin oleh Prabowo-Gibran dalam lanskap…

DPC GMNI Tangsel Sesalkan Tindakan Kekerasan terhadap Mahasiswa Katolik di Pamulang

Marhaenist.id, Pamulang Tangsel - Baru-baru ini, sebuah video yang menjadi viral di…

Bupati Kubu Raya Ajak Alumni Muapun Kader GMNI Jaga Peradaban Unggul

Marhaenist - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengajak seluruh kader Gerakan Mahasiswa…

Presiden Joko Widodo menyalami Shin Tae Yong usai menyaksikan pertandingan tim nasional sepak bola Indonesia melawan Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa malam, 10 September 2024. BPMI Setpres/Vico

Saat-Saat Jokowi Ditenggelamkan Oleh Mulyono di GBK

MARHAENIST - Bergema usai pertandingan Timnas Indonesia vs Australia di stadion GBK…

Foto: Warga Kebun Sayur Geruduk Polda Metro Jaya Untuk Bebaskan Pak Juned dan Pak Jumadi Tanpah Syarat/MARHAENIST

Polda Metro Jaya Jakarta Didatangi Warga Kebun Sayur, Tuntut Pembebasan Pak Juned dan Pak Jumadi Tanpa Syarat

Marhaenist.id, Jakarta - Warga Kebon Sayur bersama Aliansi Perjuangan Warga Kebon Sayur…

Gelar Kuliah Umum, Institut Marhaenisme 27 dan GMNI Jaksel Soroti Etika Pancasila di Tengah Ancaman Otoritarianisme Baru

Marhaenist.id, Jaksel – Institut Marhaenisme 27 bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Cabang…

Rasio Manusia vs Rasio Algoritma: Negara Kafka dalam Rezim Algoritmik

Marhaenist.id - Kita sedang hidup dalam sebuah zaman yang dapat disebut sebagai…

Memahami Pesoalan Gugatan Imanuel terhadap Keabsahan GMNI Arjuna dengan Nomor Perkara Hukum: 115/Pdt.G/2025/Jkt Pst

Marhaenist.id - Amar putusan Pengadilan yang mengabulkan petitum Imanuel itu tidak melihat…

GMNI: Istana Harusnya Refleksi, Bukan Menuduh Civitas Akademika

Marhaenist.id, Jakarta - Di tengah kemunculan kritik sejumlah civitas akademika terhadap Presiden…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?