By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Infokini

Saat-Saat Jokowi Ditenggelamkan Oleh Mulyono di GBK

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Rabu, 11 September 2024 | 08:33 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Presiden Joko Widodo menyalami Shin Tae Yong usai menyaksikan pertandingan tim nasional sepak bola Indonesia melawan Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa malam, 10 September 2024. BPMI Setpres/Vico
Presiden Joko Widodo menyalami Shin Tae Yong usai menyaksikan pertandingan tim nasional sepak bola Indonesia melawan Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa malam, 10 September 2024. BPMI Setpres/Vico
Bagikan

MARHAENIST – Bergema usai pertandingan Timnas Indonesia vs Australia di stadion GBK Senayan, teriakan Mulyono menyambut presiden Joko Widodo (Jokowi) yang turun menemui pelatih dan pemain Timnas.

Sejumlah penonton pun meneriakkan nama Mulyono saat Jokowi menyalami pelatih Shin Tae Yong hingga pemain Timnas dan Maarten, meskipun dia masih menjabat sebagai presiden, sepertinya tidak serta-merta diakhir masa kekuasaannya membuat rakyat tetap respek, teriakan Mulyono menyambar dari keriuhan Tribun stadion GBK kepada orang nomor satu di Indonesia itu seolah mengejek dan mengumpatnya.

Teriakan tersebut juga justru malah seperti menenggelamkan nama Jokowi yang dulunya selalu di eluh-eluhkan oleh para pendukungnya kini justru terjadi sebaliknya, banyak dari mereka yang kini menentang dan resisten terhadap apa yang Jokowi lakukan.

Video pendek itu tersebar di media sosial X dan membuat warganet heboh memberikan reaksi beragam.

Dalam video yang diunggah oleh akun X @triwul82. Dalam video itu tampak Jokowi lagi bersalaman dengan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong.

“Teriakan “mulyono” menggema di gbk…..” tulis @triwul82.

Teriakan “mulyono” menggema di gbk…..🤣#TimnasDay pic.twitter.com/ciIXJdmOqs

— kiv z (@triwul82) September 11, 2024

Terlihat saat Jokowi menyapa para pemaian, Tribun pun riuh berteriak Mulyono.

“Mulyono.. Mulyono.. Mulyono,” teriakan suara penonton.

Hal itu membuat teriakan ‘Mulyono’ ini pun menjadi viral di medsos hingga menuai beragam komentar dari warganet khususnya di X/Twitter.

“Bukti sudah muak lihat Mulyono sekeluarga,” ucap netizen.

“Yang menyedihkan di teriakin ‘huuu’ dari tribun.. seakan beliau tidak ada lagi wibawanya sebagai presiden,” timpal netizen.

“Setelah semua aibnya terbongkar, sekarang di hujat warganya.. aduh, mau digimanakan lagi sih pak? Wibawamu hilang,” kata netizen.

“Rakyat sudah hilang respect,” timpal netizen lainnya.

Baca Juga:   Masyarakat Rempang kembali Diserang, Banyak Korban Luka dan Kendaraan Dirusak

Siapakah Mulyono, Dari Mana Asal-Usulnya?

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), yang lahir dengan nama asli Mulyono. Meskipun dikenal luas sebagai Joko Widodo, perjalanan nama Mulyono ke Joko Widodo memberikan wawasan menarik tentang perubahan identitas dan latar belakangnya.

Jokowi merupakan anak pertama dan satu-satunya putra dari empat bersaudara, dengan tiga adik perempuan. Ayahnya, Widjiatno Noto, adalah seorang tukang kayu, dan ibunya, Sujiatmi Notomiharjo, adalah seorang ibu rumah tangga. Saat lahir, bayi tersebut awalnya dinamai Mulyono, bukan Joko Widodo.

Dalam wawancara, Jokowi menjelaskan bahwa perubahan dari Mulyono menjadi Joko Widodo terjadi karena ia mengalami berbagai masalah kesehatan semasa kecil.

Nama Mulyono, yang berarti “mulia”, dianggap tidak sesuai untuk kondisi bayi tersebut. Oleh karena itu, nama tersebut diubah menjadi Joko Widodo, yang berarti “anak laki-laki yang selamat dan sejahtera”.

Di sisi lain, akun X yang membahas ancaman terkait nama asli Jokowi mengangkat topik tentang ilmu klenik atau mistis yang berhubungan dengan perdukunan dan roh leluhur.

Akun tersebut menyatakan bahwa seseorang yang lahir pada weton Rabu Pon akan mengalami kelemahan jika nama asli mereka menjadi terkenal atau sering disebut oleh publik.

Akibatnya, banyak netizen mulai mengirim pesan langsung ke akun X maupun Instagram Jokowi, menggunakan nama kelahirannya, ‘Mulyono’.

Perubahan nama ini tidak hanya mencerminkan transformasi pribadi Jokowi, tetapi juga merupakan bagian dari strategi komunikasi politik. Dalam konteks ini, nama Joko Widodo lebih mudah diingat dan lebih mencerminkan karakter yang dekat dengan masyarakat. Nama ini juga mencerminkan gaya kepemimpinan yang sederhana dan bersahaja, sejalan dengan citra yang ingin dibangun oleh Joko Widodo sebagai seorang pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Baca Juga:   Ganjar: Pemotongan Bantuan Bentuk Pengkhianatan Pada Negara

Nama tidak hanya berfungsi sebagai identitas pribadi, tetapi juga sebagai simbol dari perjalanan hidup dan aspirasi individu. Dalam hal ini, perubahan nama Joko Widodo merupakan cerminan dari evolusi dalam perjalanan karir politik dan kepemimpinan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Aliansi Cipayung Plus Soroti Intervensi Pihak UBMG Terhadap Mahasiswa untuk Tidak menjadi Anggota Organisasi Ekstra Kampus

Marhaenist.id, Gorontalo - Aliansi Cipayung Plus, yakni: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan…

Kader GMNI Jombang Inisiasi Program Krupuk Ikan Jendhil

Marhaenist.id - Cepu, Blora - Dalam rangka melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN)…

Pati Efek dan Demokrasi Kekuasaan Negara

Marhaenist.id - Siapaka sangka hari ini kita telah melihat secara langsung maupun…

DPC GMNI Jakarta Timur Kunjungi Warga TPU Kebun Nanas yang Terancam Penggusuran

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Tangan Halus Pemerintah di Balik Pecahnya Nasionalisme dalam GMNI?

Marhaenist.id – Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) versi Imanuel-Sujarhi yang digelar…

Garuda Kita Menangis

Marhenist.id - Garuda kita tak tahan lagi melihat bangsanya menderita, dijajah bukan…

28 Izin Dicabut, DPP GMNI Bongkar Masalah Kehutanan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Komitmen Kepala Daerah Dalam Pelayanan Informasi Publik

Marhaenist.id - Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia, dan keterbukaan informasi…

DPP GMNI Pertanyakan Transparansi Impor, Ribuan Pick up Mahindra Sudah Tiba di Tanjung Priok

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?