By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Benarkah Soekarno Komunis?
Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO
Herwyn J. H. Malonda Resmi Menjabat sebagai Anggota DKPP RI Ex Officio Bawaslu RI
DPD GMNI DKI Jakarta Bakal Gelar Konferda I Tahun 2026, Dorong Transformasi Menuju Jakarta Kota Global
Proyek Pembangunan Daerah dan Kewenangan Eksekutif Tanpa Persetujuan DPRD

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
IndonesianaOpini

Pati Efek dan Demokrasi Kekuasaan Negara

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 31 Agustus 2025 | 21:05 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Nafiar Kuthani saat sedang orasi (Ist)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Siapaka sangka hari ini kita telah melihat secara langsung maupun di media sosial kita semua dihebohkan dengan cacatan demonstrasi semua kota di negara yg kita cintai ini rakyat semakin sadar atas peristiwa yang semakin hari mencekik kehidupan yang makin sulit di tambah dengan kenerja pengambilan keputusan pemerintah, DPR yang tidak fair dengan sistem kebijakan yang dinilai tidak sama sekali memberikan dampak positif kepada rakyat hal tersebut membuat amarah rakyat mencuat.

Ini kita dapat menilai bahwasanya kedaulatan rakyat sudah memasuki fase yg baru mengapa begitu, karena semua telah di catat dalam sejarah perjalanan bangsa ini mereka telah duluh mengamati tentang kekejaman yang di lakukan atas nama kekuasaan banyak tertuang dalam praktek pemerintah yang aristokrat, kapitalizme,dan otoritarianisme.

Padahal yg harus diketahui Dimana tahun ini adalah tahun yang di tunggu oleh semua rakyat Indonesia yaitu tahun kemerdekaan ke 80thn tetapi semua berbalik tak senang 13 Agustus demonstrasi dimulai oleh rakyat Pati amarah ini tak silih berganti Pati membuktikan bahwa kedaulatan semata” ada di tangan rakyat dengan poster yang bertanju turunkan Bupati Pati efek kemarahan itu berlanjut akibat dari kebijakan pemerintahan Pati dinilai sangat merugikan masyarakat dengan menaikkan pajak, rakyat Pati bersorak tak terbendung semua ikut bersuara di berbagi kota” Pati memberikan Alaram ke Jakarta, Makassar, Solo, Surabaya, Bandung, NTB, Jogya dll.

Rakyat bersorak dengan hal yang sama kebijakan pemerintah tidak menciptakan solusi untuk mengatasi masalah kemiskinan, kesejahteraan masyarakat serta menantang kekuatan rakyat hal itu tak diduga gerakan masyarakat membludak di setiap kantor DPR fasilitas umum hancur tak terkendali, hingga muncul korban jiwa benturan antara rakyat dan aparat keamanan negara pada akhirnya kita semua mengerti akan gejolak yang coba dimainkan oleh peran kekuatan kekuasaan.

Baca Juga:   Revisi UU Minerba, Apakah Solusi atau Musibah?

Tak hanya itu yang menjadi perhatian bagi masyarakat atas demonstrasi ini akan tetapi juga kita patut belajar atas persoalan tersebut bagimana perjalanan demokrasi Indonesia hari ini memang sangat jauh dari cita-cita Pancasila dan UUD 1945, rumusan demokrasi yang dibilang Pancasila ternyata semata-mata hilang akan nilai demokrasi itu sandiri. Pancasila yg memiliki nilai demokrasi tersebut yaitu yg kita kenal nilai keadilan,kemanusiaan,ketuhanan dan permusyawaratan tak menjadi representasi bagi rakyat, ini menujukan demokrasi kita semakin tak sehat akibat dari proses dekolonisasi yg dikendalikan oleh rezim yang berkuasa di negara ini, macam-macam konflik yang muncul ditengah carut marut sistem demokrasi yang cukup dibilang kacau masyarakat dipaksa untuk mematuhi sistem kenerja pemerintah.

Memang ini sangat naif kenapa, pejabat pemerintah Indonesia akhir ini hidup di atas kemewahan, korupsi, kolusi dan nepotisme merajalela di dalam struktur pemerintahan apakah kita menganggap ini benar-benar biasa tentu tidak. Perjuangan demokrasi hal yg paling utama jika kita semua membiarkan maka kita semua akan di ambang ujung kehancuran, sebab Pati mengaungkan semangat perjuangan itu bagian dari menyelamatkan demokrasi, Jakarta, Bandung, Jogja dsb juga sama membela yang namanya demokrasi.

Maka di tulisan ini saya ingin menegaskan kesadaran masyarakat semakin besar militansi semakin terlihat terlepas dari hal itu juga kita semua patut memberikan kehormatan sangat tinggi kepada mas “Affan Kurniawan” yang telah mengakhiri nafas juangnya karena mas affan adalah kita dan kita semua adalah mas affan dia adalah sosok pahlawan penting yang patut kita bercermin semoga Tuhan yah maha esa menempatkan mu disurga terimakasih mas engkau telah mengajarkan kita semua tentang arti kemanusiaan yang berarti.***

Baca Juga:   Chip War dan Geopolitik Laut China Selatan: Paradigma Baru Gerakan Non-Blok

Penulis: Nafiar Kuthani, Kader GMNI Ternate.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Benarkah Soekarno Komunis?
Jumat, 23 Januari 2026 | 01:44 WIB
Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO
Kamis, 22 Januari 2026 | 19:43 WIB
Herwyn J. H. Malonda Resmi Menjabat sebagai Anggota DKPP RI Ex Officio Bawaslu RI
Kamis, 22 Januari 2026 | 16:35 WIB
DPD GMNI DKI Jakarta Bakal Gelar Konferda I Tahun 2026, Dorong Transformasi Menuju Jakarta Kota Global
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:52 WIB
Proyek Pembangunan Daerah dan Kewenangan Eksekutif Tanpa Persetujuan DPRD
Kamis, 22 Januari 2026 | 10:55 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Di Tengah Gelombang Demo dan Kondisi Bangsa yang Tidak Baik-Baik Saja, Panja RUU PPRT DPR Tetap BeKerja

Marhaenist.id, Jakarta - Di tengah situasi demonstrasi yang mencekam di sekitar Gedung…

Ganjar-Mahfud Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran, Ajak Bersatu Kembali untuk Bangsa

Marhaenist.id, Jakarta - Sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) telah…

Paska Banjir Bandang di Nosu, GMNI Desak Pemda Mamasa Segera Tangani Irigasi Masyarakat yang Terputus

Marhaenist.id, Mamasa – Hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi…

Peringati Dies Natalis yang ke 70 Tahun, GMNI Kendari Berbagi Takjil dan Serahkan Bantuan Sosial ke Panti Asuhan

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Lolos ke Senayan, Inilah Deretan Nama Senator yang Lahir dari GMNI!

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) telah lama menjadi wadah bagi…

Papua Tinggal Menunggu Waktu, Iqbal Damanik Peringatkan Ancaman Bencana Ekologis Akibat Konsesi Masif

Marhaenist.id, Papua — Papua disebut berada di ambang krisis ekologis serius menyusul masifnya…

Ketum PA GMNI: Arah Pembangunan Nasional Harus Mengacu Pada Pembukaan UUD 1945

Marhaenist - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bekerjasama dengan Dewan Pakar Nasional Persatuan…

Dukung Fatwa Mahkamah Internasional, Indonesia Minta Israel Akhiri Pendudukan di Palestina

Marhaenist.id, Den Haag - Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag, Belanda, pada…

Soemarsono, Saksi Sejarah Tragedi PKI di Madiun 1948

Marhaenist.id - Soemarsono adalah mantan Ketua Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia, juga…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?