By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
ArtikelKabar GMNI

Coming Soon, Ayo Dukung Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI sebagai Upaya Menyelamatkan Organisasi dari Perpecahan!

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Sabtu, 19 Juli 2025 | 16:41 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Flayer Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI yang akan berlangsung di Jakarta/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Hampir setahun lebih situasi di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) tak kunjung normal. Dampak dualisme pasca kongres di Ambon pada 2019 lalu memang terasa hingga di tingkatkan basis, yakni di komisariat masing-masing Kampus.

Dualisme tidak hanya terjadi pada tingkatan Dewan Pimpinan Pusat atau DPP, tetapi hal tersebut terjadi hingga ke Komisariat. Bahkan, ada beberapa Cabang-cabang yang terbelah menjadi dua.

Selain itu banyak juga agenda-agenda penting organisasi pula yang tak berjalan atau stagnan. Apalagi tentang penyatuan organisasi nihil dibahas.

Sebagai organisasi perjuangan yang terus menggelorakan persatuan, kader dan anggota GMNI harusnya malu. Selalu menggembar-gemborkan nasionalisme, sementara di satu sisi kita sendiri telah mempelacurinya.

Perpecahan ini memang sangat menyenangkan dan nyaman bagi kedua DPP, baik Arjuna maupun Imanuel. Lantas bagaimana masa depan organisasi bila persoalan ini tak segera diselesaikan? Siapa yang menyelesaikannya?

Pertanyaan ini tentu menjadi perhatian serius bagi seluruh kader dan anggota GMNI di Tanah Air. Penyatuan sangat mustahil terjadi bila kita masih memiliki ego sektoral masing-masing. Apalagi di tingkatkan DPP GMNI pun terlihat tak memiliki kemauan untuk melakukan penyatuan. Tentu yang bisa menyelesaikan dualisme ini adalah kita sendiri.

Dalam anggaran rumah tangga (ART) GMNI, kader dan anggota wajib menjunjung tinggi kehormatan dan nama baik organisasi. Hal tersebut secara eksplisit diatur pada Pasal 5 (Kewajiban Anggota) dalam BAB I tentang Keanggotaan.

Oleh sebab itu, kami dari Kader GMNI Se-Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote mengajak kepada seluruh DPD dan DPC GMNI se-Indonesia untuk bersama kami dalam Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI dalam upaya meyelamatkan organisasi yang akan segera hadir.

Baca Juga:   Refleksi Hari Jadi Kabupaten Rohul Ke-26 Tahun, GMNI: Momentum Evaluasi Pembangunan dan Penguatan Nasionalisme Kerakyatan

Konsolidasi Persatuan Nasional bukanlah anti thesa dari Kubu Kongres GMNI Bandung yang melanggar AD/ART GMNI (Menyelenggarakan Kongres harusnya dari tahun 2023 lalu berdasarkan masa kepemimpinan DPP GMNI yang terlulis dalam AD/ART, dan sebenarnya yang harus dilakukan adalah Kongres Luar Biasa karena telah melewati batas waktu kepemimpinan), tetapi Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI adalah Sinthesa sebagai upaya untuk menyelamatkan organisasi dari perpecahan sejak 2019 lalu agar tidak berkepanjangan dan bisa bersatu kembali tanpa melibatkan kedua DPP GMNI.

Konsolidasi Persatuan Nasional adalah tindak lanjut dari Konsolidasi Nasional di Blitar Jawa Barat yang membentuk Forum Nasional Komunikasi Persatuan dan Konsolidasi GMNI Se-Jabodetabeksu di Jakarta, serta Konsolidasi-konsolidasi internal GMNI yang dilakukan pada ditingkatan DPD bersama DPC-DPC-nya dalam wilayah provinsinya yang mendesak adanya Kongres Persatuan melalui KLB.

Pernyataan Sikap yang akan disuarakan oleh Peserta Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI:

1. GMNI Saat ini dalam Krisis Identitas:

~ Dualisme DPP sejak Kongres XXI 2019 adalah pengkhianatan terhadap prinsip Marhaenisme dan Pancasila 1 Juni.

~ Konflik internal mempermalukan sejarah GMNI sebagai organisasi perjuangan rakyat yang berasal dari 3 organisasi besar yang bersatu karena doktrin Marhaenisme dan Pengaruh Bung Karno.

2. Tuntutan Kongkrit:

~ Membubarkan dualisme DPP GMNI dan akan Bentuk Badan Penyelamat Organisasi (BPO) yang independen, terdiri dari perwakilan DPD/DPC se-Indonesia baik dari Kubu Arjuna maupun Kubu Imanuel pada tingkatan bawah organisasi untuk melakukan persiapkan Kongres Persatuan melalui KLB GMNI.

~ Pembentukan Badan Penyelamat Organisasi dalam Konsolidasi Persatuan Nasional!

A. Tanpa syarat.
B. Tanpa diskriminasi faksional.
C. Berbasis mandat ideologis, bukan legitimasi struktural semu.

3. Landasan Ideologis:

~ Marhaenisme Bung Karno mengajarkan: “Persatuan adalah senjata mutlak melawan penindasan..

Baca Juga:   Dugaan Manipulasi Pengangkatan PPPK Mencuak, GMNI Pertanyakan Integritas Kepala BKD Busel

~ Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 menegaskan: “Perpecahan adalah jalan untuk kalah!”

~ Kata Bung Karno: “Melemahkan persatuan berarti memperkuat musuh,bekerja buat perpecahan berarti bekerja buat musuh”.

4. Seruan Perjuangan:

~ Stop konflik elit! GMNI bukan lapangan rebutan kursi, tapi alat perjuangan rakyat tertindas.

~ Kader GMNI seluruh Indonesia: Bersatu di tingkat basis dan rekonsiliasi dari bawah!

~ KLB GMNI: Memutuskan kepemimpinan pusat GMNI yang independent yang berasal dari DPD dan DPC GMNI didaerah, bukan berasal dari DPP GMNI yang pernah menjabat sebelumnya dari kedua kubu.

“Tak perlu lagi ada kubu Arjuna dan Imanuel, sudah saatnya kita bersama-sama kembali membangkitkan marwah organisasi melalui konsep berfikir yang sama!!!”

#BersatulahSegeraMarhaenPastiMenang…!!!


Tulisan ini diambil dari Catatan Tangisan Seluruh Kader GMNI Se-Indonesia yang Berteriak dengan Bercucuran Air Mata Karena tak Ingin GMNI Terus Tenggelam dalam Kehancuran!!!

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Rezim Hibrida Prabowo

MARHAENIST - Rezim hibrida adalah rezim kekuasaan yang memiliki semua institusi demokrasi…

Ganjar dan Politik Rasional

Marhaenist.id - Di dunia politik, banyak hal omong kosong yang dipertontonkan bahkan…

Hendak Gelar Mimbar Rakyat Didepan Kementerian dan Stakeholder, GMNI Tangerang Dijegal Preman dan Aparat Keamanan

Marhaenist.id, Tanggerang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMNI) Kabupaten…

Membelah Nasionalis, Merapikan Kekuasaan: Tangan Imanuel Cahyadi, Setneg & BIN di Balik Perpecahan GMNI?

Marhaenist.id - Perpecahan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam Kongres Bandung bukan…

Aksi Massa Tan Malaka

MARHAENIST - Sukarno dan Tan Malaka memang terpaut dekat. Mereka hanya selisih…

Selamatkan Demokrasi: DPC GMNI Jeneponto Desak Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrien Yunus

Marhaenist.id, Jeneponto – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI)…

Jumpai Ketua DPRD Riau, Cipayung Plus Desak Pembentukan Pansus Defisit APBD: Biar Tahu Siapa Biang Keroknya!

Marhaenist.id, Pekanbaru – Kelompok Cipayung Plus Riau resmi mendesak DPRD Provinsi Riau…

Pidato Bung Karno Tentang Isi Supersemar

Marhaenist.id - Dalam pidatonyo pada 17 Agustus 1966, Sukarno mengecam pihak yang telah…

Temui Kapolres, GMNI dan IMALA Minta Usut Tuntas Kasus Kematian Satpol PP Lebak Saat Pengamanan Aksi

Marhaenist.id, Lebak - Perwakilan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?