By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Polithinking

Inilah Sikap Tegas Bung Karno Menolak Berdirinya Negara Israel Diatas Tanah Palestina

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 4 Februari 2024 | 09:05 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Kondisi Gaza dan Bung Karno/Marhenist.id.
Bagikan

Marhenist.id – Dukungan Presiden Republik Indonesia pertama, Ir Soekarno, terhadap kemerdekaan Palestina tak terbantahkan dan selalu konsisten. Bukan sekadar lewat kata-kata, tapi juga dibuktikan melalui tindakan nyata.

Meskipun Bung Karno belum pernah menjejakkan kaki di tanah Palestina, namun jejak dukungan Sang Proklamator Indonesia untuk kemerdekaan Palestina telah terpatri dalam catatan sejarah.

Dukungan pemerintah Indonesia, yang digaungkan Bung Karno, terhadap kemerdekaan Palestina tak lepas dari sokongan yang diberikan pemerintah dan rakyat Palestina terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Bahkan setahun sebelum Indonesia merdeka, pada 6 September 1944 mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini memberikan dukungan secara terbuka bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Berdasarkan buku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri karya M Zein Hassan Lc Lt, sejak dukungan yang disampai secara terbuka melalui siaran radio Syekh Muhammad Amin Al-Hussaini, jalanan di Palestina dipenuhi gelombang aksi solidaritas dan dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah.

Inilah sikap tegas Bung Karno dalam menolak pembentukan Negara Israel diatas tanah Palestina. Sikap itu adalah wujud mengamalkan Pancasila, yakni Kemanusiaan yang adil dan beradab atau kata Bung Karno menyebutnya *Internasionalisme* dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Berikut beberapa sikap tegas Presiden Soekarno terhadap Israel:

1. Tidak memperdulikan ucapan selamat kemerdekaan dari Israel.

2. Tidak mengundang Israel dalam
Konferensi Asia Afria (KAA) diprakarsai oleh Presiden Soekarno. Beberapa negara seperti Burma (Myanmar), India, dan Srilanka berpendapat agar Israel juga diikutsertakan. Presiden Soekarno dengan tegas menolak saran itu.

3. Bagi Soekarno, Palestina lebih penting daripada Indonesia lolos Piala Dunia. Tahun 1957, tim nasional Indonesia sebenarnya sudah lolos pertandingan tingkat Asia dan hanya perlu bertanding lawan Israel untuk bisa lolos ke Piala Dunia 1958 di Swedia., Namun tim nasional tidak berangkat dan melepaskan kesempatan untuk lolos ke Piala Dunia demi mendukung Palestina dan menentang penjajahan Israel.

Baca Juga:   Bantah Sakit, Prabowo Jogetan di Depan Jokowi

4. Tidak memberikan visa untuk kontingen Israel dan Taiwan ketika Indonesia jadi tuan rumah Asian Games IV tahun 1962. Keputusan tidak memberikan visa kepada kontingen Israel ini membuat Komite Olimpiade Internasional (IOC) berang. Indonesia pun dilarang ikut Olimpade 1964. OIC baru akan mencabut banned Indonesia jika Indonesia berjanji tidak mengulangi hal serupa di masa datang. Namun Presiden Soekarno tak bergeming. Beliau bahkan memerintahkan Indonesia keluar dari keanggotaan Komite Olimpiade Internasional (OIC) dan membentuk olimpiade tandingan: Ganefo. Hal ini dilakukannya sebagai tanda kebesaran bangsa Indonesia yg menjunjung tinggi konstitusi dan tidak bergantung dengan kekuatan dunia.

5. Dalam pidato peringatan kemerdekaan Indonesia yg ke-21, Presiden Soekarno mengungkapkan bagaimana Indonesia harus bangga sebagai bangsa yg konsekuen, berjiwa kemerdekaan, anti imperialisme, serta secara aktif tidak mengakui Israel. Pada tahun 1962, ia juga dengan tegas mengungkapkan, “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.”

Bung Karno bukan tanpa alasan menolak Penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Bangsa Palestina, ia terketuk hatinya karena pernah mengalami penderitaan yang sama saat Bangsa Indonesia dijajah Belanda dan Jepang. Dari situ ia berpikir untuk menghapuskan penjajahan diatas dunia, dimana bangsa-bangsa hidup rukun dalam ikatan Internasionalisme.

Disisi lain, kemerdekaan suatu bangsa dari sebuah penjajahan harus dimiliki sesuai pembukaan UUD Negara RI adalah untuk menciptakan ketertiban dunia dan perdamaian dunia.

Soekarnois sejati adalah Pembelah Palestina dan menentang Penjajahan dan Penduduk Israel ditanah Palestina.

Merdeka, Merdeka, Merdeka!***

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:01 WIB
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

DPD GMNI Jatim Desak Pemerintah Prabowo-Gibran Pertimbangkan Ulang Kenaikan PPN 12%

Marhaenist, Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI)…

Sukarno, Marhaenisme dan Proletariat

MARHAENIST - Di dalam konferensi di kota Mataram baru-baru ini, Partindo telah…

Supeni, Pemeluk Teguh Soekarnoisme

Marhaenist.id - Setelah peristiwa berdarah 1 Oktober 1965, Supeni menerima tugas berat…

Andai Bank BRI Jadi Bank Koperasi Seperti Desjardins Bank

Marhaenist.id - Pada akhir 2019, ketika saya berkesempatan mengunjungi Kanada untuk mempelajari…

Maknai Hari Ibu sebagai Refleksi Kritis Perjuangan Perempuan, GMNI Jember: Dari Manifesto Gerakan Perempuan menuju Ritual Sentimental

Marhaenist.id, Jember — Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC)…

Memahami KLB GMNI Medan dan Manuvernya di Politik Dualisme GMNI Tahun 2020

Marhaenist.id - Ditahun 2016, GMNI dirundung perpecahan karena adanya Kongres Luar Biasa…

Kolam Koalisi dalam Sistem Pemerintahan di Indonesia Saat ini

Marhaenist.id - Mendengar kata koalisi mungkin tidak asing bagi para elit politik,…

Foto: PPAB GMNI UNTAD Palu/MARHAENIST.

PPAB Perdana GMNI FEB UNTAD: Warisi Api, Bukan Abunya!

Marhaenist.id, Palu - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Presiden atau Cuma OMON-OMON?

Marhaenist.id - Prabowo Subianto mungkin punya satu keinginan sederhana: namanya tercatat dalam…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?