By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Insight

Tragedi Kanjuruhan, GBN Desak Jokowi Segera Mereformasi Polri

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:04 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Sepakbola Indonesia di selimuti awan hitam menyusul tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (01/10/2022) malam WIB. FILE/Ist. Photo
Sepakbola Indonesia di selimuti awan hitam menyusul tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (01/10/2022) malam WIB. FILE/Ist. Photo
Bagikan

Marhaenist – Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) turut berbelasungkawa sekaligus menyatakan prihatin, atas 174 korban jiwa, termasuk dua petugas polisi, dalam kerusuhan suporter sepakbola di Kabupaten Malang pada 1 Oktober 2022 semalam.

Kerusuhan antar supporter dampak dari kekalahan Arema FC dari Persebaya dengan skor 2-3 dalam laga Derby itu juga membuat 100 orang lebih harus segera mendapatkan perawatan darurat di RSUD Kanjuruhan, Malang.

Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) mendesak Presiden Joko Widodo segera me-Reformasi Total Polri. Mengingat potensi dari Tragedi Kanjuruhan akan memicu eskalasi luas berupa destabilisasi sosial politik.

Oleh karena itu, Sekjen DPP GBN, Dhia Prekasha Yoedha, mengungkapkan adanya rasa kesal yang muncul dari masyarakat terhadap ulah sejumlah oknum Polisi, yang membuat pihak publik marah dan hilang simpati serta kecewa dengan institusi itu.

“Bahkan mungkin dendam,” ungkapnya.

Tragedi Kanjuruhan, menurut Kriminolog alumni UI ini, jelas merupakan kesalahan prosedural. Bahkan pelanggaran ketentuan FIFA terkait penggunaan gas air mata. Sehingga tidak bisa tidak, khalayak akan menuding tragedi itu adalah kesalahan dari petugas Polri.

Ditambah dengan jumlah korban tewas yang masih 170an lebih, menurut Yoedha akan membakar reaksi masyarakat semakin masif. Padahal khalayak ramai tengah geram atas penyelesaian kasus Irjen Ferdi Sambo yang tak kunjung tegas.

“Belum lagi tertimbunnya ingatan khalayak atas banyak kasus lama terkait oknum petinggi Polri,” imbuh pendiri dan Ketua pertama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini.

Yoedha menyebut, mulai dari misteri munculnya slogan Bersatu, Keselamatan Nomer Satu sejak kasus Kakorlantas IrJen Djoko Susilo diadili KPK, lalu adanya rumor Rekening Gendut sejumlah Pati dan Pamen Polri. Kasus Ferdi Sambo. Misteri Satgassus 303, begitu pula gaya hidup mewah berbagai oknum Polri dan keluarganya.

Baca Juga:   Pancasila Perlu Diperdalam Oleh Masyarakat

Menurut Yoedha semua hal tersebut merupakan luapan kekesalan publik atas Polri yang dinilainya sebagai indikator kegeraman rakyat.

“Jadi lebih baik Presiden Jokowi selaku Kepala Negara sekaligus Panglima Tertinggi TNI, yang mereformasi Polri,” kata mantan Tim Forum Mahasiswa Pascasarjana UI yang merumuskan Pemisahan Polri dari ABRI pada tahun 1998 ini.

“Tanpa ada tindakan koreksi tegas dan luas atas oknum Polri, menunjukkan seakan memiliki sistem Internal sendiri yang tak tersentuh oleh pihak luar, seakan ada organisasi di dalam organisasi, maka itu sama saja membiarkan lembaga Polri akan direformasi dan dikoyak oleh ledakan amarah rakyat luas yang selama ini merasa dizalimi,” pungkasnya.

Diketahui sebelumna, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyatakan korban tewas akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang tercatat 127 orang. Dan dua di antaranya petugas Polri, namun update terakhir, kini menjadi 174 korban jiwa.

Ketua Umum DPP Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) Erros Djarot dan Sekjen Dhia Prekasha Yoedha. (Dok. DPP GBN)

Statemen Lengkap GBN

Dukungan dan loyallitas memang layak diberikan. Tapi aksi kekerasan, terutama oleh suporter, apalagi dalam event olahraga justru cermin buruk ketidaksportifan.

Duka dan keprihatinan GBN ini bukan hanya atas ratusan korban jiwa yang sia-sia. Namun terutama atas sirnanya nilai sportivitas dan budaya ksatria di Indonesia.

Tragedi kemanusiaan dan budaya kekerasan ini merupakan peringatan keras tanpa ampun atas:

1. Kelalaian aparat yang tidak bersikap antisipatif, terutama dari pihak intelijen dan reserve yang kurang menyiapkan langkah preventif sedini mungkin.

2. Penyelenggara pertandingan yang kurang bertanggung jawab, karena cenderung mengejar keuntungan materil semata.

3. Sikap pemilik klub yang lepas tangan, nyaris tidak pernah memberikan edukasi dan pentingnya budaya anti kekerasan, jiwa ksatria dan sportsmanship terhadap para pendukung atau fans klub mereka.

Baca Juga:   Sosok Perempuan Inspiratif Susi Pudjiastuti

4. Kegagalan tupoksi Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam melakukan pembinaan olahraga, terutama atas berbagai Cabor yang terindikasi dikuasai oleh mafia judi. Juga atas tupoksi Kemenpora RI dalam menanamkan nilai-nilai luhur olahraga sebagai salah satu instrumen juang nation and character building.

5. Seluruh elemen bangsa Indonesia agar mau lagi kembali bersikap jujur, sportif dan ksatria, terutama dalam menghadapi kekalahan, tanpa mengedepankan lagi jiwa korsa yang tidak pada tempatnya, apalagi secara berlebihan.

Untuk itu GBN mendesak agar tragedi ini segera diusut tuntas sehingga jelas siapa saja yang wajib bertanggungjawab atas 174 nyawa yang tewas percuma itu.

Semoga hari esok, dunia olahraga Indonesia bisa sehat membaik, dan menjunjung budaya sportifitas, tidak lagi didominasi oleh mafia judi dan petualang yang mempolitisaai olahraga.

Merdeka
Salam Bhinneka Nasionalis

Jakarta, 2 Oktober 2022

 

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, GMNI dan Dirintelkam Polda Riau Kolaborasi Berbagi Paket Sembako ke Panti Asuhan

Marhaenist.id, Pekanbaru - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Peringati Hari Lahir Pancasila, Sekjend PA GMNI: Momentum Penguatan Konsepsi Bernegara Bagi Oase Indonesia Raya

Marhaenist - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Gelar Diskusi Bersama Para Pakar, GMNI Jaksel Bahas Otoritarianisme Legal: Antara Hukum dan Kekuasaan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Lima Nahdiyin Bertemu Presiden Israel, PBNU Lakukan Pemanggilan, Berikan Sanksi?

Marhaenist - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali mengatakan bahwa…

DPC GMNI Bandung di Bawah Irfan Ade: Kepemimpinan yang Sah dan Progresif

Marhaenist.id - Dalam dinamika organisasi mahasiswa nasional yang penuh tantangan dan perubahan,…

Ganjar Makan Nasi Berkat Lesehan Bareng Warga di Acara Ruwatan Rajab

Marhaenist.id, Ungaran - Ribuan warga Desa Lemahireng, Bawen, Kabupaten Semarang antusias menyambut…

Menuju Jalan Rekonsoliasi Nasional, Ketum Terpilih Kongres GMNI Bandung dan Kubu Arjuna – Dendy Sepakat Menyulam Persatuan

Marhaenist.id, Jakarta – Di tengah riuh dinamika pasca Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional…

Sambutan Penuh Cinta Dari Tambakberas Untuk Atikoh

Marhaenist.id, Jombang - Siti Atikoh Suprianti, istri calon Presiden RI Ganjar Pranowo…

Foto: Nurfani Ici saat terpilih sebagai Ketua DPC GMNI Kota Ternate periode 2026-2028 (Dokpri)/MARHAENIST.

Catat Sejarah Baru, Sarinah Nurfani Ici jadi Perempuan Pertama yang Pimpin DPC GMNI Kota Ternate

Marhaenist.id, Ternate - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?