By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Bambang “Pacul” Wuryanto Legenda Hidup Marhaenisme, Serukan Penguatan Empat Pilar dan Kesadaran Geopolitik Nusantara

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 9 Maret 2026 | 19:22 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Bambang Pacul, Wakil Ketua MPR RI yang juga merupakan Alumni GMNI (Foto: Sang)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Wonogiri – Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan harus benar-benar menjadi jiwa bangsa Indonesia, bukan sekadar materi sosialisasi atau hafalan formal dalam forum kebangsaan.

Hal tersebut disampaikan tokoh yang akrab disapa Bambang Pacul saat memberikan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat di Gedung KPRI Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Kamis (5/3/2026).

Dalam pemaparannya, Bambang Pacul menegaskan bahwa fondasi negara Indonesia berdiri di atas empat prinsip utama yaitu Pancasila sebagai ideologi negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan.

Menurutnya, empat pilar tersebut adalah kompas ideologis yang menjaga arah perjalanan bangsa di tengah dinamika politik global dan perubahan sosial yang cepat.

“Empat pilar ini bukan sekadar teks yang dihafal. Ia harus hidup dalam cara berpikir dan cara bertindak masyarakat Indonesia,” tegas Bambang Pacul.

Dalam diskursus politik nasional, Bambang Pacul juga dikenal sebagai tokoh yang konsisten menjaga semangat Marhaenisme, ajaran politik kerakyatan yang digagas oleh Soekarno.

Konsistensinya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat kecil membuatnya kerap dipandang sebagai legenda hidup Marhaenisme dalam praktik politik Indonesia kontemporer.

Lebih jauh, Bambang Pacul juga menyinggung pentingnya memahami budaya geopolitik Nusantara dalam menjaga keutuhan bangsa.

Indonesia, kata dia, bukan hanya sebuah negara secara administratif, tetapi juga sebuah peradaban kepulauan yang dibangun oleh sejarah panjang interaksi budaya, perdagangan, dan solidaritas antarwilayah.

Dalam perspektif ini, nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan refleksi dari karakter geopolitik Nusantara yang menempatkan persatuan dalam keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa.

“Indonesia ini dibangun oleh kesadaran geopolitik Nusantara. Kita adalah bangsa kepulauan yang sejak awal hidup dalam keberagaman, tetapi tetap satu dalam tujuan,” ujarnya.

Baca Juga:   Kabar Duka! Murdaya Widyawimarta Poo, Pengusaha Nasional Sekaligus Tokoh GMNI Meninggal Dunia

Ia juga mengingatkan bahwa gagasan dasar negara lahir dari pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Dalam pidato tersebut, Soekarno mengemukakan lima prinsip dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Seiring perjalanan sejarah ketatanegaraan, konsep tersebut kemudian dirumuskan oleh MPR RI menjadi Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi ideologis dan konstitusional bangsa Indonesia.

Bagi Bambang Pacul, menjaga empat pilar kebangsaan sekaligus berarti menjaga warisan budaya geopolitik Nusantara yang menempatkan persatuan, keadilan sosial, dan kedaulatan bangsa sebagai orientasi utama perjalanan Indonesia.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:49 WIB
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:23 WIB
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11 WIB
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
Rabu, 13 Mei 2026 | 00:57 WIB
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:06 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Jakarta Utara Memerah, Ribuan Warga Turun Jelang Debat Terakhir dan Pesta Rakyat

Marhaenist.id, Jakarta - Jelang debat pamungkas calon Presiden RI Ganjar Pranowo menyapa…

Pati Efek dan Demokrasi Kekuasaan Negara

Marhaenist.id - Siapaka sangka hari ini kita telah melihat secara langsung maupun…

Menolak Lupa: Perlawanan Sebagai Puncak Kehormatan

Marhaenist.id - Eksistensi manusia dalam bentang sejarah bukan sekedar urutan kronologis peristiwa…

Lagi Viral Filem Dirty Vote, Inilah Sinopsis atau Ringkasan Ceritanya

Marhaenist.id - Film dokumenter eksplanatory "Dirty Vote" yang dirilis pada 11 Februari…

Ketua MK: Hukum Tanpa Demokrasi Akan Jadi Tirani

Marhaenist - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman membuka Bimbingan Teknis (Bimtek)…

GMNI Sultra Siap Berperan Aktif Mengawal Pikada Damai 2024

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiawa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ekonomi Rakyat dan Pasar Modal, Bayu Sasongko: Tafsir Marhaenisme Atas IHSG

Marhaenist.id, Semarang – Pengamat Budaya Ekonomi Geopolitik Nusantara, Bayu Sasongko, menilai gejolak…

Lucunya Negeri Ini Bersama Jokowi Diakhir Masa Jabatannya

Marhaenist.id - Kalau dulu ada lagu yang diciptakan untuk Gayus Tambunan dengan…

GMNI Nyatakan RSU Sylvani Salah Satu Rumah Sakit Terbaik di Kota Binjai

Marhaenist.id, Binjai - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?