
Marhaenist.id, Jakarta, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta secara resmi mendeklarasikan dan menetapkan kepengurusan baru periode 2026–2028 dalam agenda deklarasi yang diselenggarakan pada Kamis, 12 Februari 2025.
Forum deklarasi tersebut berlangsung dengan penuh semangat persatuan dan dihadiri oleh perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI se-DKI Jakarta. Kehadiran berbagai elemen cabang tersebut menjadi penanda kuat bahwa konsolidasi organisasi di wilayah DKI Jakarta berjalan dalam semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.
Dalam forum tersebut, Deodatus Sunda Se, secara resmi terpilih sebagai Ketua DPD GMNI DKI Jakarta periode 2026–2028, dengan S. Abraham Christian sebagai Sekretaris DPD GMNI DKI Jakarta.
Dalam pidato politik perdananya sebagai Ketua DPD, Deodatus Sunda Se, yang akrab dipanggil Bung Dendy menegaskan bahwa kepengurusan yang baru membawa mandat utama untuk memperkuat serta memperjuangkan persatuan GMNI, mulai dari tingkat DKI Jakarta maupun secara nasional.
“Persatuan adalah kekuatan utama organisasi perjuangan. GMNI tidak boleh terjebak dalam fragmentasi yang berlarut-larut. Kita harus berdiri dalam barisan yang kokoh, dari DKI Jakarta hingga ke tingkat nasional, untuk memastikan GMNI tetap menjadi garda terdepan dalam perjuangan ideologis dan keberpihakan kepada kaum marhaen,” tegasnya.
Bung Dendy juga menekankan bahwa DPD GMNI DKI Jakarta memiliki tanggung jawab historis dan strategis sebagai barometer gerakan mahasiswa nasional. Menurutnya, Jakarta bukan hanya ibu kota negara, tetapi juga ruang strategis pertarungan gagasan, ideologi, dan arah masa depan bangsa.
“GMNI Jakarta harus kembali menjadi episentrum gerakan. Kita harus menjadi percontohan dalam kaderisasi, konsolidasi organisasi, serta militansi perjuangan. Baik di level internal GMNI maupun dalam dinamika gerakan nasional, DKI Jakarta harus menjadi referensi dan penggerak,” lanjutnya.
Lebih jauh, Deodatus menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah GMNI sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan yang berlandaskan ajaran Bung Karno. Ia menyampaikan bahwa GMNI tidak boleh kehilangan karakter ideologisnya, tidak boleh tercerabut dari akar perjuangan rakyat.
“Marwah organisasi harus dijaga. GMNI adalah organisasi perjuangan, bukan organisasi seremonial. Kita berdiri untuk membela kaum marhaen, untuk memastikan suara rakyat kecil tetap menjadi pusat dari setiap gerak dan sikap politik kita,” ujarnya.
Semangat keberpihakan kepada kaum marhaen menjadi garis tegas yang akan mewarnai kepemimpinan DPD GMNI DKI Jakarta periode 2026–2028. Dalam situasi sosial, ekonomi, dan politik yang semakin kompleks, GMNI Jakarta berkomitmen untuk hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang progresif, responsif, dan berpihak.
Sementara itu, Sekretaris DPD GMNI DKI Jakarta, S. Abraham Christian, menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada penguatan tata kelola organisasi, konsolidasi struktural, serta penguatan basis kader di seluruh cabang.
“Selain urgensi untuk selalu mendorong persatuan dalam tubuh GMNI sendiri sebagai organisasi, kita ingin memastikan bahwa kerja-kerja organisasi berjalan sistematis, terukur, dan kolektif. Konsolidasi internal menjadi prioritas agar GMNI DKI Jakarta benar-benar solid dan siap menjalankan peran strategisnya,” ungkapnya.
Deklarasi ini bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan momentum kebangkitan dan penegasan arah perjuangan. DPD GMNI DKI Jakarta periode 2026–2028 berkomitmen untuk:
- Memperkuat persatuan dan soliditas organisasi dari tingkat DPC hingga nasional;
- Mengembalikan GMNI Jakarta sebagai episentrum gerakan mahasiswa nasional
- Menjaga marwah organisasi sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan
- Mengokohkan keberpihakan kepada kaum marhaen dalam setiap sikap dan gerakan
Dengan semangat kolektif, militansi kader, dan kesetiaan pada ajaran Bung Karno, DPD GMNI DKI Jakarta optimis dapat menjalankan mandat perjuangan secara konsisten dan progresif.
Demikian siaran pers ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dan komitmen organisasi dalam mengawal perjuangan menuju Indonesia yang berdaulat , berdikari, dan berkepribadian.***
Penulis: Redaksi/Editor: Bung Trian Walem.