
Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi Utama telah menyelenggarakan pelantikan dan pengangkatan advokat secara daring pada Sabtu, (14/2/2026) melalui Zoom Meeting yang dimulai dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 11.30 WIB
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta, yang berasal dari Sumatra Utara, Lampung, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, JawaTimur, Kalimantan, Bali, Sulawesi Tenggara yang telah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administratif dan telah melalui tahapan Ujian Profesi Advokat (UPA).
Kegiatan ini pula masih merupakan kelanjutan dari program kerjasama Peradi Utama dengan Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Korps Putri (Kopri) Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII).
Ada belasan Kader PA GMNI dari DKI Jakarta, Sumut, Jatim, dan Sulawesi Tenggara yang telah dilantik menjadi Advokat dalam acara pelantikan tersebut yang menjadi bagian dari upaya Peradi Utama dalam memperkuat kualitas dan profesionalitas advokat dari kalangan nasionalis di Indonesia.
Selain melantik Kader PA GMNI dan KOPRI-PMII dalam acara pelantikan tersebut, terlihat juga dari kalangan umum yang melakukan pelantikan, termasuk ada juga dari pensiunan Jendral Polri.
Sekretaris Jenderal DPN Peradi Utama, R. Jourda Ugroseno, S.H., M.Kn, dalam pemberitahuannya menegaskan bahwa seluruh peserta wajib mengikuti rangkaian acara secara tertib dan khidmat, mulai dari registrasi hingga penutupan, serta mematuhi ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
“Pelaksanaan pelantikan dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB. Peserta diwajibkan hadir tepat waktu, menggunakan nama asli pada akun Zoom, mengaktifkan kamera selama kegiatan berlangsung, serta menjaga sikap dan ketertiban,” katanya.

Dalam prosesi pelantikan itu juga, R. Jourda Ugroseno juga mengatakan bahwa setiap peserta yang dipanggil namanya wajib menjawab dengan tegas “Advokat Peradi Utama SIAP” sebagai bentuk kesiapan menjalankan profesi advokat.
“Kalau namanya dipanggil dalam proses pelantikan, maka ia wajib harus menjawab, ‘Advokat Peradi Utama Siap’. Ini adalah jawaban sebagai bentuk kesiapan menjadi advokat,” sambungnya.
Ketua Umum Peradi Utama, Prof. Dr. Hardi Fardiansyah, S.E., S.H., S.I.P., S.H., M.A., M.Ec., M.I.Kom., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan momentum sakral bagi para advokat untuk mengemban tanggung jawab profesi dalam menegakkan hukum dan keadilan.
“Pelantikan ini adalah titik awal pengabdian saudara sebagai officium nobile. Advokat tidak hanya dituntut cakap secara keilmuan, tetapi juga harus memiliki integritas, independensi, dan keberanian dalam memperjuangkan keadilan serta membela kepentingan masyarakat pencari keadilan,” tegasnya
Ia juga berharap para advokat yang baru dilantik mampu menjaga marwah organisasi dan menjunjung tinggi kode etik advokat dalam setiap praktik hukum yang dijalankan.
“Kami berharap advokat yang hari ini dilantik menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum yang berkeadilan, menjaga kehormatan profesi, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tambah Prof. Hardi.
Selain itu, Michael S.H, CTA, Kabid Keanggotaan & Hub.Antar Lembaga DPN Peradi Utama sekaligus Ketua Panitia pada closing statementnya menyampaikan ucapan selamat kepada advokat yang baru saja dilantik.
“Saya mengucapkan selamat kepada advokat yang baru dilantik dan mengingatkan untuk selalu meneguhkan integritas dan berani dalam memperjuangkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia serta supremasi hukum di Indonesia,” ujarnya.

Michael S.H, CTA, yang juga alumni GMNI Bondowoso dan inisiator Program Beasiswa kerjasama antara Peradi Utama dengan PA-GMNI itu menambahkan bahwa Peradi Utama akan berkomitmen dalam mencetak advokat yang profesional,
“Melalui pelantikan advokat ini, Peradi Utama menegaskan komitmennya dalam mencetak advokat yang profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi kode etik profesi advokat,” pungkasnya.
Sementara itu, Mustawwadhaar, S.H., sebagai salah satu peserta pelantikan advokat mengaku senang bergabung bersama Peradi Utama, kata dia, ini adalah organisasi advokat yang tepat dengan visi menjunjung tinggi keadilan dan profesionalisme.
“Mengapa saya menjatuhkan pilihan untuk bergabung di Peradi Utama? Itu karena organisasi ini memiliki visi menjunjung tinggi keadilan dan profesionalisme, dan itu telah dilakukan oleh orang-orang yang ada dalamnya tanpa kesan yang buruk,” ujarnya usai dilantik.
Mustawwadhaar juga mengatakan dalam penelurusannya diberbagai platform media, Peradi Utama telah berada digarda terdepan dalam menyelesaikan sengketa hukum dan mencetak sumber daya hukum yang unggul, serta berkomitmen melindungi Hak Asasi Manusia (HAM).
“Saya menelusuri rekam jejak Peradi Utama diberbagai platform media, organisasi ini selalu ada digarda terdepan dalam sengketa hukum apapun tanpa adanya catat dimata publik. Ia juga telah mencetak sumber daya hukum yang unggul, serta berkomitmen terhadap HAM,” pungkasnya dengan gembira karena telah dilantik.

Rangkaian acara pelantikan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh MC, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Peradi Utama, sambutan Ketua Umum sekaligus pembukaan resmi, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan dan pengangkatan advokat, sesi foto bersama.
Dalam acara kegiatan tersebut turut hadir pula Ketua/Pengurus DPW Peradi Utama dari berbagai daerah, seperti dari Bali, Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat.***
Penulis: Bung Wadhaar/Editor: Bung Wadhaar.