By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Revolusi Energi: Bongkar Mafia BBM, Tindak Tegas Pengkhianat Rakyat!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 28 Februari 2025 | 10:12 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: BK Widhiasto, Aktivis GMNI Kota Mataram Nusa Tenggara Barat/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id -Ditengah penderitaan rakyat akibat melonjaknya biaya hidup, mafia energi terus menghisap darah bangsa dengan praktik busuk yang mencerminkan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik. Skandal pengoplosan Pertamax dengan Pertalite yang melibatkan Pertamina adalah puncak dari gunung es permainan kotor segelintir elit yang mengeruk keuntungan di atas derita rakyat. Kita tidak sedang berbicara tentang sekadar praktik bisnis tidak etis, melainkan kejahatan besar yang harus dibongkar hingga ke akar-akarnya!

Sudah terlalu lama rakyat dipaksa membayar mahal untuk bahan bakar yang seharusnya berkualitas tinggi. Sopir angkot yang menghabiskan hari-harinya di jalan, petani yang mengandalkan mesin pertanian, hingga buruh yang menggantungkan hidupnya pada kendaraan bermotor, mereka semua adalah korban dari sistem yang dikuasai oleh kartel energi. Bayangkan, mereka yang dengan susah payah membeli Pertamax agar kendaraannya tetap prima malah dipaksa menggunakan BBM oplosan yang merusak mesin dan mempercepat keausan komponen. Ini adalah perampokan terang-terangan terhadap hak rakyat untuk mendapatkan energi berkualitas.

Kita tidak boleh menutup mata bahwa pengoplosan BBM ini adalah kejahatan terorganisir. Dengan selisih harga yang signifikan antara Pertamax dan Pertalite, oknum di dalam dan luar Pertamina menemukan celah untuk mengakali sistem. Mereka bermain dengan data, menutup mulut saksi, dan bersembunyi di balik birokrasi korup demi keuntungan pribadi. Rakyat dibiarkan menderita, sementara mereka menumpuk kekayaan dari hasil kejahatan sistemik ini.

Dan seolah itu belum cukup, rakyat kembali dikejutkan dengan serangkaian kebakaran mencurigakan di kilang minyak milik Pertamina, salah satunya di Cilacap. Ini bukan insiden biasa! Di era dengan teknologi canggih seperti sekarang, kebakaran berulang kali di fasilitas vital seperti kilang minyak seharusnya menimbulkan tanda tanya besar. Apakah ini benar-benar kecelakaan, atau justru bagian dari skenario licik untuk menghilangkan barang bukti terkait oplosan BBM?

Baca Juga:   Fenomena #KaburAjaDulu: Cermin Keresahan Pemuda terhadap Sistem Pemerintahan

Jika kita jeli, pola kebakaran ini sangat mencurigakan. Kilang minyak adalah objek strategis yang memiliki sistem keamanan tinggi. Jadi, mengapa insiden ini terus berulang? Ini mengindikasikan dua kemungkinan besar: kelalaian fatal atau sabotase terencana. Jika benar ada unsur kesengajaan untuk menutupi skandal pengoplosan BBM, maka ini bukan lagi kejahatan biasa—ini adalah bentuk penghancuran negara dari dalam!

Dampak dari skandal ini sangat luas. Ekonomi rakyat semakin tercekik, biaya transportasi meningkat, dan inflasi semakin tak terkendali. Industri yang bergantung pada BBM berkualitas juga ikut terpukul. Dalam jangka panjang, kepercayaan publik terhadap negara akan semakin hancur. Bagaimana mungkin rakyat percaya pada institusi yang justru mengkhianati mereka?

Oleh karena itu, kita tidak boleh tinggal diam! Kejaksaan Agung harus bergerak cepat, tidak hanya menangkap eksekutor lapangan, tetapi juga menyeret dalang utama di balik kejahatan ini. Mafia energi harus dihancurkan sampai ke akar-akarnya! Audit forensik mendalam harus dilakukan, tidak boleh ada celah bagi para penghianat negara untuk lolos dari jerat hukum. Jika aparat penegak hukum gagal dalam tugasnya kali ini, maka rakyat akan kehilangan harapan pada keadilan!

Kejaksaan Agung harus bekerja dengan independensi penuh dan tanpa intervensi dari siapa pun. Pengungkapan kasus ini harus dilakukan dengan transparansi mutlak! Para pelaku, baik pejabat, pengusaha, maupun oknum dalam tubuh Pertamina, harus menerima hukuman setimpal. Mereka telah mencuri dari rakyat, merusak sistem energi nasional, dan menghancurkan kepercayaan publik.

Ini bukan hanya soal bisnis, ini adalah pertempuran untuk keadilan rakyat! Kita menuntut reformasi total dalam tata kelola distribusi BBM. Sistem yang memberi ruang bagi mafia energi harus dirombak total. Pengawasan harus diperketat, transparansi harus menjadi prinsip utama, dan kejahatan semacam ini harus dipastikan tidak akan pernah terulang lagi.

Baca Juga:   Tanimbar Membutukan Pemimpin yang Visioner untuk Menjawab Masalah Publik

Jika kasus ini dibiarkan berlalu tanpa penyelesaian yang tegas, maka rakyat harus mengambil sikap! Tidak ada tempat bagi para penghianat bangsa di negeri ini. Negara harus kembali ke tangan rakyat, dan mafia energi harus dihancurkan! Kejaksaan Agung, pemerintah, dan seluruh aparat hukum: buktikan bahwa kalian berpihak pada rakyat atau bersiap menghadapi gelombang perlawanan yang lebih besar!***


Penulis: BK Widhiasto, Aktivis GMNI Kota Mataram Nusa Tenggara Barat.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Mahasiswa Cipayung Plus Kota Medan temui Ganjar Pranowo diskusikan energi baru terbarukan. MARHAENIST

Temui Ganjar, Mahasiswa Cipayung Plus Diskusikan Energi Baru Terbarukan

Marhaenist - Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung Kelompok Cipayung Plus Kota Medan…

Fenomena Kotak Kosong dalam Pilkada: Analisis Hukum dan Keadilan Demokrasi

Marhaenist.id-Fenomena politik dalam Pemilihan Umum mengaminkan elemen penting, yaitu yang jujur dan…

Prof. Arief Hidayat Purnabakti dari Mahkamah Konstitusi, Tutup 13 Tahun Pengabdian

Marhaenist.id, Jakarta – Prof. Dr. Arief Hidayat,S.H., M.S resmi mengakhiri masa jabatannya…

Imanuel Sibuk Jadi Penggerak Perlawanan Pemerintah Terhadap PDIP, Eksponen GMNI: Arjuna/Dendy Lebih Pantas Jadi GMNI Karena Berpikir untuk Marhaen

Marhaenist.id, Jakarta - Salah satu eksponen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kubu…

​Lawan Perang Imperialis AS! Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Kecam Rezim Prabowo-Gibran sebagai Boneka Amerika

Marhaenist.id, Jakarta – Gelombang kemarahan rakyat terhadap kebijakan luar negeri dan domestik rezim…

Foto: Dhiva Trenadi Pramudia, Institut Marhaenisme 27/MARHAENIST.

Membangun Kembali Oposisi Marhaen di Era Post-Politics

Marhaenist.id - Dua puluh tujuh tahun setelah reformasi, makna demokrasi di Indonesia…

Buka kongres PA GMNI, Jokowi Ajak Alumni GMNI Jaga Kedaulatan dan Menangkan Kompetisi

Marhaenist - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Kongres IV Persatuan Alumni…

Tiongkok yang Terbangun: Antara Ambisi Adidaya dan Narasi Jebakan Utang

Marhaenist.id - Napoleon Bonaparte pernah mengatakan, “Biarkan Tiongkok tertidur, sebab ketika ia…

Investor Khawatirkan Stabilitas Keuangan RI Imbas Program Makan Siang Gratis

Marhaenist - Program makan siang gratis untuk anak sekolah yang diusung oleh…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?