By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Revolusi Energi: Bongkar Mafia BBM, Tindak Tegas Pengkhianat Rakyat!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 28 Februari 2025 | 10:12 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: BK Widhiasto, Aktivis GMNI Kota Mataram Nusa Tenggara Barat/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id -Ditengah penderitaan rakyat akibat melonjaknya biaya hidup, mafia energi terus menghisap darah bangsa dengan praktik busuk yang mencerminkan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik. Skandal pengoplosan Pertamax dengan Pertalite yang melibatkan Pertamina adalah puncak dari gunung es permainan kotor segelintir elit yang mengeruk keuntungan di atas derita rakyat. Kita tidak sedang berbicara tentang sekadar praktik bisnis tidak etis, melainkan kejahatan besar yang harus dibongkar hingga ke akar-akarnya!

Sudah terlalu lama rakyat dipaksa membayar mahal untuk bahan bakar yang seharusnya berkualitas tinggi. Sopir angkot yang menghabiskan hari-harinya di jalan, petani yang mengandalkan mesin pertanian, hingga buruh yang menggantungkan hidupnya pada kendaraan bermotor, mereka semua adalah korban dari sistem yang dikuasai oleh kartel energi. Bayangkan, mereka yang dengan susah payah membeli Pertamax agar kendaraannya tetap prima malah dipaksa menggunakan BBM oplosan yang merusak mesin dan mempercepat keausan komponen. Ini adalah perampokan terang-terangan terhadap hak rakyat untuk mendapatkan energi berkualitas.

Kita tidak boleh menutup mata bahwa pengoplosan BBM ini adalah kejahatan terorganisir. Dengan selisih harga yang signifikan antara Pertamax dan Pertalite, oknum di dalam dan luar Pertamina menemukan celah untuk mengakali sistem. Mereka bermain dengan data, menutup mulut saksi, dan bersembunyi di balik birokrasi korup demi keuntungan pribadi. Rakyat dibiarkan menderita, sementara mereka menumpuk kekayaan dari hasil kejahatan sistemik ini.

Dan seolah itu belum cukup, rakyat kembali dikejutkan dengan serangkaian kebakaran mencurigakan di kilang minyak milik Pertamina, salah satunya di Cilacap. Ini bukan insiden biasa! Di era dengan teknologi canggih seperti sekarang, kebakaran berulang kali di fasilitas vital seperti kilang minyak seharusnya menimbulkan tanda tanya besar. Apakah ini benar-benar kecelakaan, atau justru bagian dari skenario licik untuk menghilangkan barang bukti terkait oplosan BBM?

Baca Juga:   Soal Ojol, Pemerintah Jadi Budak Korporasi

Jika kita jeli, pola kebakaran ini sangat mencurigakan. Kilang minyak adalah objek strategis yang memiliki sistem keamanan tinggi. Jadi, mengapa insiden ini terus berulang? Ini mengindikasikan dua kemungkinan besar: kelalaian fatal atau sabotase terencana. Jika benar ada unsur kesengajaan untuk menutupi skandal pengoplosan BBM, maka ini bukan lagi kejahatan biasa—ini adalah bentuk penghancuran negara dari dalam!

Dampak dari skandal ini sangat luas. Ekonomi rakyat semakin tercekik, biaya transportasi meningkat, dan inflasi semakin tak terkendali. Industri yang bergantung pada BBM berkualitas juga ikut terpukul. Dalam jangka panjang, kepercayaan publik terhadap negara akan semakin hancur. Bagaimana mungkin rakyat percaya pada institusi yang justru mengkhianati mereka?

Oleh karena itu, kita tidak boleh tinggal diam! Kejaksaan Agung harus bergerak cepat, tidak hanya menangkap eksekutor lapangan, tetapi juga menyeret dalang utama di balik kejahatan ini. Mafia energi harus dihancurkan sampai ke akar-akarnya! Audit forensik mendalam harus dilakukan, tidak boleh ada celah bagi para penghianat negara untuk lolos dari jerat hukum. Jika aparat penegak hukum gagal dalam tugasnya kali ini, maka rakyat akan kehilangan harapan pada keadilan!

Kejaksaan Agung harus bekerja dengan independensi penuh dan tanpa intervensi dari siapa pun. Pengungkapan kasus ini harus dilakukan dengan transparansi mutlak! Para pelaku, baik pejabat, pengusaha, maupun oknum dalam tubuh Pertamina, harus menerima hukuman setimpal. Mereka telah mencuri dari rakyat, merusak sistem energi nasional, dan menghancurkan kepercayaan publik.

Ini bukan hanya soal bisnis, ini adalah pertempuran untuk keadilan rakyat! Kita menuntut reformasi total dalam tata kelola distribusi BBM. Sistem yang memberi ruang bagi mafia energi harus dirombak total. Pengawasan harus diperketat, transparansi harus menjadi prinsip utama, dan kejahatan semacam ini harus dipastikan tidak akan pernah terulang lagi.

Baca Juga:   Polemik Tapera: Masalah atau Solusi?

Jika kasus ini dibiarkan berlalu tanpa penyelesaian yang tegas, maka rakyat harus mengambil sikap! Tidak ada tempat bagi para penghianat bangsa di negeri ini. Negara harus kembali ke tangan rakyat, dan mafia energi harus dihancurkan! Kejaksaan Agung, pemerintah, dan seluruh aparat hukum: buktikan bahwa kalian berpihak pada rakyat atau bersiap menghadapi gelombang perlawanan yang lebih besar!***


Penulis: BK Widhiasto, Aktivis GMNI Kota Mataram Nusa Tenggara Barat.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Rabu, 17 Desember 2025 | 00:13 WIB
Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Selasa, 16 Desember 2025 | 19:45 WIB
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
Selasa, 16 Desember 2025 | 14:06 WIB
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:18 WIB
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:16 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pertamax Kian Sulit, DPK GMNI Hukum Uniba Desak Pemkot Segera Evaluasi Pengawasan Distribusi BBM di Kota Balikpapan

Marhaenist.id, Balikpapan – Dalam beberapa waktu terakhir ini masyarakat Kota Balikpapan diperhadapkan…

DPC GMNI Majene Dorong Kongres Persatuan Bukan Persatean

Marhaenist.id, Majene - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Dianggap Lecehkan Bung Karno, GMNI Blitar Polisikan Rumah Produksi Video Klip Lagu “Iclik Cinta”

Marhaenist.id, Blitar – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Endus dugaan Terima Suap dalam Perekrutan Pandis, GMNI Minta Ketua Bawaslu Mimika Segera Diganti

Marhaenist.id, Mimika – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mimika, Frans Wetipo, diduga…

Perluasan Makna Marhaenisme

Marhaenist.id - Teori marhaenisme atau sosialisme di Indonesia seharusnya berkembang tidak hanya…

Telah Lahirkan Tokoh-Tokoh Nasional, Siapa Sajakah Mereka yang Pernah Berorganisasi di GMNI?

Marhaenis.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau yang sering disebut GMNI merupakan…

Kenang Tewasnya Randy-Yusuf sebagai Pahlawan Demokrasi, Front GMNI dan PMII Kendari Ingin Monumennya Segera Berdiri

Marhaenist.id, Kendari - Front Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa…

Puluhan Aktivis Geruduk Ganjar, Dinilai Paling Paham Aspirasi Perempuan

Marhaenist.id, Jakarta - Puluhan aktivis perempuan menggeruduk Ganjar Pranowo untuk memberikan dukungan…

Menggali Makna Pemikiran Ki Hadjar Dewantara: “Jadikan Setiap Tempat adalah Sekolah, Jadikanlah Setiap Orang adalah Guru”

Marhaenist.id - Dalam perspektif filsafat, pernyataan Ki Hadjar Dewantara "Jadikanlah Setiap Tempat…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?