By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Membongkar Teka-Teki G30S: Mengapa Tentara Menculik Tentara?
Kaltim dalam Bayang-Bayang Hak Angket
Perkuat Basis Organisasi, DPC GMNI Mamuju Tengah Lantik Tiga Komisariat Baru di Rumah Adat Lempo Gandeng
Tanah Dirampas, Hutan Digusur, Institut Marhaenisme 27: Nobar Film “Pesta Babi” Hidupkan Suara Papua
GMNI Ambon Gelar Konfercab XIV, Tegaskan Penguatan Gerakan Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Marhaenis

Pejuang Buruh Marhaenis Joppie Tehupeiory Wafat, Warisan Perjuangan KUP KPM Kembali Disorot

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 31 Maret 2026 | 16:44 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Joppie Tehupeiory, Pejuang Buruh Marhaenis yang juga tokoh buruh sekaligus pejuang yang tergabung dalam KUP KPM saat masih hidup (Foto Istimewa)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Kabar duka datang dari kalangan pejuang buruh Marhaenis. Joppie Tehupeiory, tokoh buruh sekaligus pejuang yang tergabung dalam KUP KPM, meninggal dunia pada usia 89 tahun di RS Tarakan, Jakarta, pada Selasa (31/3/2026).

Daftar Konten
Jejak Sejarah KUP KPM yang TerlupakanIroni: Pejuang Digugat, Rumah Terancam DigusurDesakan ke Negara: Hormati “Pahlawan Aset Negara”

Rencananya, jenazah almarhum akan disemayamkan di kediamannya yang beralamat di Jalan Pembangunan III No. 11, Petojo Utara, Jakarta Pusat. Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu informasi lebih lanjut terkait prosesi pemakaman.

Kepergian Joppie meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kalangan aktivis dan pejuang buruh yang mengenalnya sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat kecil dan garis perjuangan Marhaenisme.

“Selamat jalan, Pak Joppie. Sumbangsih dan jasa beliau bagi bangsa dan negara sangat besar,” ungkap salah satu rekan perjuangan.

Jejak Sejarah KUP KPM yang Terlupakan

Wafatnya Joppie Tehupeiory kembali membuka ingatan publik terhadap sejarah KUP KPM (Kesatuan Aksi Buruh Marhaenis) yang disebut-sebut memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa, khususnya pada momentum 3 Desember 1957.

Sejumlah pihak menilai sejarah tersebut sengaja dipinggirkan pada masa Orde Baru. Padahal, aksi-aksi yang dilakukan KUP KPM kala itu diyakini turut mendorong lahirnya berbagai kebijakan penting nasional, antara lain:

  • Diberlakukannya operasi Trikora dan Dwikora yang berujung pada kembalinya Irian Barat ke pangkuan Indonesia
  • Terbitnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. V Tahun 1960
  • Lahirnya kebijakan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing
  • Beralihnya ratusan perusahaan asing menjadi aset negara (BUMN)

Ironi: Pejuang Digugat, Rumah Terancam Digusur

Di tengah penghormatan atas jasa-jasanya, muncul ironi yang menyayat. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa PT Pelni tengah menggugat dan berencana menggusur rumah yang ditempati Joppie Tehupeiory beserta keluarga pejuang buruh Marhaenis lainnya.

Baca Juga:   Dari Desa Hadapi Perubahan Iklim, Akar Desa Indonesia Teken MoU dengan Kemendes PDT

Tidak hanya itu, gugatan tersebut disebut menyasar seluruh keluarga, bahkan termasuk anak-anak hingga pihak yang telah meninggal dunia, melalui proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kondisi ini memicu kritik keras dari berbagai kalangan yang menilai negara abai terhadap nasib para pejuang yang telah berjasa dalam memperjuangkan aset-aset nasional.

Desakan ke Negara: Hormati “Pahlawan Aset Negara”

Sejumlah pihak mendesak pemerintah, termasuk Presiden dan DPR RI, untuk turun tangan memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan para pejuang buruh Marhaenis.

Mereka mengingatkan kembali pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, pada April 1958 yang menitipkan perhatian terhadap para pejuang yang berperan dalam merebut dan menjaga aset negara.

“Negara seharusnya hadir. Mereka adalah pahlawan aset negara, bukan malah dihadapkan pada ancaman penggusuran,” tegas salah satu sumber yang tak mau disebutkan namanya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Membongkar Teka-Teki G30S: Mengapa Tentara Menculik Tentara?
Senin, 18 Mei 2026 | 05:30 WIB
Kaltim dalam Bayang-Bayang Hak Angket
Minggu, 17 Mei 2026 | 22:36 WIB
Perkuat Basis Organisasi, DPC GMNI Mamuju Tengah Lantik Tiga Komisariat Baru di Rumah Adat Lempo Gandeng
Minggu, 17 Mei 2026 | 20:19 WIB
Tanah Dirampas, Hutan Digusur, Institut Marhaenisme 27: Nobar Film “Pesta Babi” Hidupkan Suara Papua
Minggu, 17 Mei 2026 | 18:47 WIB
GMNI Ambon Gelar Konfercab XIV, Tegaskan Penguatan Gerakan Kaum Marhaen
Minggu, 17 Mei 2026 | 14:02 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

DPP PA GMNI Salurkan Bantuan Gempa ke Pasaman dan Pasaman Barat

Marhaenist - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni (DPP PA) GMNI menyalurkan bantuan…

Quo Vadis Hari Anak Nasional 2024: Telaah Kritis

Marhaenist.id - Momentum Hari Anak Nasional tak cukup sekedar dilaksanakan secara seremonial,…

Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik

Jakarta, Marhaenist.id  — Polemik yang melibatkan Prabowo Subianto, aktivis Firman Tendry Masengi,…

DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah

Marhaenist.id, Jeneponto - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Analisa Kritis Geopolitik Global: Ketika Tatanan Dunia Bergeser dari Hukum Internasional menuju Politik Kekuatan

Marhaenist.id - Perkembangan geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pergeseran signifikan…

GMNI Jaksel dan Pakar Desak Pertanggungjawaban Etik-Moral Gibran dan Dinasti Politik Jokowi

Marhaenist.id, Jakarta - Berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, akademisi, dan pengamat hukum, terus…

Gelar Aksi Peringati Hari Sumpah Pemuda, DPK GMNI FISIP UHO Ajak Pemuda Teguhkan Nilai Kebangsaan dalam Sumpah Pemuda 1928

Marhaenist.id, Kendari -  Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Dewan Pimpinan…

Surat Cinta untuk Persatuan GMNI dari Riau

Marhaenist.id - Mengawali tulisan ini, terlebih dahulu saya mohon maaf kepada Bung/Serinah…

Foto: Warga Kebun Sayur Geruduk Polda/MARHAENIST

Warga Kebun Sayur Geruduk Polda: Stop Kriminalisasi, Intimidasi, dan Provokasi terhadap Warga!

Marhaenist, Jakarta - Aliansi Perjuangan Warga Kebon Sayur (PWKS) - Aliansi Gerakan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?