By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Disiplin Ideologi dan Organisasi sebagai Syarat Mutlak GMNI Menjadi Pelopor Gerakan Perjuangan
Masyarakat Betawi Tuan Rumah Kota Jakarta Timur yang Sering Dilupakan
Refleksi Tiga Tahun DPC GMNI Tojo Una-una: Bergerak dari Desa untuk Mewujudkan Indonesia Emas
Putusan MK soal Kolegium dan Konsil Kesehatan: Apa Artinya bagi Dokter, Mahasiswa, dan Pasien?
Paul Finsen Mayor Senator Papua Barat Daya dan Jan Prince Permata Bahas Mitigasi Bencana dan Penerapan Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas 2045

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI Halut Soroti Pemotongan Gaji Petugas Kebersihan, Desak Pemerintah Tinjau Ulang Kebijakan Outsourcing

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 28 Januari 2026 | 19:03 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Alwen Lasa, Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Halmahera Utara —Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Utara melalui Wakil Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda, Alwen Lasa, angkat bicara terkait kebijakan pemotongan gaji petugas kebersihan lingkungan yang memicu gelombang protes di kalangan pekerja.

Pada Selasa (27/1/2026), GMNI Halut turun langsung melakukan advokasi dengan mewawancarai sejumlah petugas kebersihan lingkungan. Dari hasil wawancara tersebut, ditemukan adanya kebijakan pemotongan gaji yang dinilai tidak memiliki dasar dan kejelasan yang konkret.

Kebijakan ini diberlakukan oleh PT Sentra Marahai Lestari, perusahaan penyedia jasa outsourcing kebersihan.
Sebelumnya, gaji petugas kebersihan berada di angka Rp2.900.000, namun mengalami pemotongan hingga menjadi Rp2.300.000 per bulan.

GMNI menilai, kebijakan tersebut sangat merugikan dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan para pekerja yang selama ini berperan penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

“Pemotongan gaji ini sangat memberatkan kami. Kami sangat bergantung pada sumber pendapatan dari pekerjaan ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kami berharap pihak berwenang dapat mempertimbangkan kembali kebijakan ini,” ujar salah satu perwakilan petugas kebersihan lingkungan.

GMNI Halut menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat menyelesaikan polemik ini hanya dengan bantahan normatif bahwa “tidak ada pemotongan gaji”. Fakta di lapangan menunjukkan adanya penurunan upah bersih yang diterima tenaga kebersihan setelah sistem outsourcing diterapkan.

“Dalam kebijakan publik, yang harus diuji bukan hanya prosedur administratif, tetapi dampak nyata terhadap kesejahteraan rakyat, khususnya kelompok pekerja rentan seperti petugas kebersihan,” tegas Alwen Lasa.

GMNI juga menyoroti lemahnya sosialisasi kepada tenaga kebersihan terkait struktur pengupahan, jenis potongan, serta hak-hak normatif pekerja. Kondisi ini menunjukkan buruknya komunikasi publik pemerintah daerah dan minimnya transparansi dalam pelaksanaan kebijakan.

Baca Juga:   Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob

Selain itu, GMNI menilai bahwa sorotan terhadap vendor outsourcing yang diduga memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan tidak cukup diselesaikan melalui klarifikasi teknis semata. Transparansi kontrak kerja sama dan proses pengadaan jasa outsourcing menjadi keharusan untuk mencegah konflik kepentingan dan memulihkan kepercayaan publik.

“Penegasan kami jelas, kritik ini bukan soal istilah atau administrasi, melainkan tuntutan atas kebijakan yang adil, transparan, dan berpihak pada buruh. Negara tidak boleh berlindung di balik dokumen administratif ketika kesejahteraan pekerja justru tergerus,” tutup Alwen.

GMNI Halut mendesak pemerintah daerah bersama PT Sentra Marahai Lestari untuk segera meninjau ulang kebijakan pemotongan gaji tersebut dan membuka ruang dialog konstruktif guna menciptakan sistem kerja yang adil, manusiawi, dan berkelanjutan bagi para petugas kebersihan lingkungan.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Disiplin Ideologi dan Organisasi sebagai Syarat Mutlak GMNI Menjadi Pelopor Gerakan Perjuangan
Minggu, 1 Februari 2026 | 09:18 WIB
Masyarakat Betawi Tuan Rumah Kota Jakarta Timur yang Sering Dilupakan
Minggu, 1 Februari 2026 | 08:27 WIB
Refleksi Tiga Tahun DPC GMNI Tojo Una-una: Bergerak dari Desa untuk Mewujudkan Indonesia Emas
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:58 WIB
Putusan MK soal Kolegium dan Konsil Kesehatan: Apa Artinya bagi Dokter, Mahasiswa, dan Pasien?
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:45 WIB
Paul Finsen Mayor Senator Papua Barat Daya dan Jan Prince Permata Bahas Mitigasi Bencana dan Penerapan Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas 2045
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:40 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Bulan Bung Karno: Ini Bukan tentang Persatuan, Tapi tentang Siapa yang Punya Kepentingan!

Marhaenist.id - Bulan Juni selalu menjadi bulan yang istimewa bagi bangsa Indonesia.…

Kisah Ratu Tanpa Mahkota: Ia Menemani Bung Karno di Penjara, Tapi Justru Memilih Pergi Saat Istana Didepan Mata

Marhaenist.id - Di balik sosok Soekarno yang gagah berpidato, ada seorang wanita…

Andai Bank BRI Jadi Bank Koperasi Seperti Desjardins Bank

Marhaenist.id - Pada akhir 2019, ketika saya berkesempatan mengunjungi Kanada untuk mempelajari…

DPC GMNI Jeneponto Gelar Rekrutmen Anggota Baru Melalui PPAB Lintas Komisariat

Marhaenist.id, Jeneponto - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu

Tiktoker Sebut Megawati Janda, GMNI: Itu Kekerasan Simbolik Terhadap Perempuan

Marhaenist - Video TikToker asal Lampung Bima Yudho Saputro kembali viral. Kali…

KSPSI Gelar Rakernas dan Seminar Nasional Inter-Profesi di Surabaya

Marhaenist - Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan-KSPSI gelar Rapat Kerja Nasional…

Jairi, salah satu kader PDIP yang tandatangannya dipakai menggugat SK Kepengurusan DPP PDIP 2024-2025. FILE/Tim Media PDIP

Hanya 300 Ribuan Aja Biaya Nipu Gugat SK Kepengurusan PDIP

MARHAENIST - Lima orang kader PDI Perjuangan (PDIP) antara lain, Jairi, Djupri,…

Pidato Sukarno di PBB: Zaman Baru Datang, Penjajahan Telah Usang 30 September 1960

Marhaenist.id - Satu bulan setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Kerajaan Belanda pada…

AS-Rusia dan Metamorfosis Perang Dingin

"Sejarah mencatat, Perang Dingin AS vs Uni Soviet dulu dimenangkan oleh AS.…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?