By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Lanjutkan Program Bersama PA GMNI, PERADI UTAMA Buka PKPA Beasiswa Murni Batch 3 untuk Kader GMNI se-Indonesia
Negara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang
Marhaenist.id dan Segelas Kopi: Pengabdian Tanpa Batas
DPC GMNI Jakarta Timur Gelar Aksi di Kantor Pusat Panin Bank, Soroti Dugaan Perampasan Hak Debitur

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Kisah Ratu Tanpa Mahkota: Ia Menemani Bung Karno di Penjara, Tapi Justru Memilih Pergi Saat Istana Didepan Mata

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 21 Januari 2026 | 16:21 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Bung Karno dan Inggit Garnasih (Sumber: Arsip Nasional Ri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Di balik sosok Soekarno yang gagah berpidato, ada seorang wanita yang membiayai hidup dan perjuangannya. Namanya Inggit Garnasih. la lebih tua 12 tahun dari Soekarno (Kusno).

Baginya, Kusno bukan hanya suami, tapi juga anak ideologis yang harus ia jaga. Inggit bukan wanita yang menikmati kemewahan. la adalah wanita yang akrab dengan penderitaan.

Saat Soekarno dipenjara di Sukamiskin, Inggitlah yang berjalan kaki mengantar makanan. la menyelundupkan buku dan uang agar suaminya tetap bisa membaca.

Saat Soekarno dibuang ke Ende (Flores) dan Bengkulu, Inggit ikut tanpa ragu. la berjualan bedak dan jamu, memeras keringat demi menghidupi Soekarno yang saat itu tak punya apa-apa selain mimpi kemerdekaan.

Selama 20 tahun, ia menjadi tulang punggung dan “Oase” bagi Soekarno. Namun, ujian terberat bukan datang dari penjajah Belanda. Ujian itu datang dari hati. Di Bengkulu, Soekarno bertemu Fatmawati, gadis muda yang cantik.

Alasannya logis: Soekarno butuh keturunan. Sebab, Inggit tidak bisa memberikan anak biologis.

Soekarno lalu meminta izin: “Aku ingin menikah lagi, tapi aku tidak mau menceraikanmu.” Bayangkan perasaannya. Setelah 20 tahun menemani dari nol, dari penjara ke penjara, kini saat masa kejayaan sudah dekat, ia diminta berbagi cinta. Jawaban Inggit tegas dan melegenda: “Kalau Kus mau ambil dia, ceraikan aku. Aku pantang dimadu!” Baginya, cinta adalah kesetiaan mutlak. Jika harus dibagi, lebih baik ia pergi.

Tahun 1943. Soekarno membawanya kembali ke Bandung. Di sebuah rumah di Jalan Ciateul, ikatan suci itu putus. Inggit resmi bercerai. la melepaskan kesempatan menjadi “Ibu Negara” Republik Indonesia yang sebentar lagi merdeka. la memilih kembali menjadi rakyat biasa, asalkan hatinya tidak teriris setiap hari melihat suaminya bersama wanita lain.

Baca Juga:   Lebaran di Tengah Cobaan: Menggali Makna Tahan Menderita dari Pesan Bung Karno

Bertahun-tahun kemudian, saat Soekarno sudah jatuh sakit dan menjadi tahanan rumah di Wisma Yaso, Inggit datang menjenguk. Tidak ada dendam. Soekarno menangis meminta maaf. Inggit dengan besar hati berkata: “Kus, sudahlah. Tidak usah dibahas lagi. Yang lalu biar berlalu.” Cinta itu masih ada, tapi prinsipnya jauh lebih besar.

Inggit Garnasih mengajarkan kita satu hal mahal: Bahwa kesetiaan seorang wanita bisa menembus tembok penjara, tapi harga dirinya… tak bisa dibeli oleh istana.

la memang tidak pernah tinggal di Istana Merdeka, tapi ia bertahta abadi di hati sejarah sebagai wanita terkuat yang pernah mendampingi Bung Karno.

Terima kasih, Ibu Inggit.


Sumber: Akun Facebook Beragam Fakta.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:33 WIB
Lanjutkan Program Bersama PA GMNI, PERADI UTAMA Buka PKPA Beasiswa Murni Batch 3 untuk Kader GMNI se-Indonesia
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:02 WIB
Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M. S. (Foto: Sang)/MARHAENIST.
Negara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang
Jumat, 8 Mei 2026 | 20:07 WIB
Marhaenist.id dan Segelas Kopi: Pengabdian Tanpa Batas
Jumat, 8 Mei 2026 | 16:29 WIB
DPC GMNI Jakarta Timur Gelar Aksi di Kantor Pusat Panin Bank, Soroti Dugaan Perampasan Hak Debitur
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Refleksi Hari Perempuan Internasional: Guyonan Seksis, Cerminan Mentalitas Bobrok!

Marhaenist.id - Perempuan selalu dielu-elukan sebagai simbol keindahan, kelembutan, dan inspirasi. Namun,…

Demo Mahasiswa Soal Cawe-Cawe Jokowi Dibubarkan Paksa Oleh Polisi

Marhaenist - Kepolisian atau Polri berupaya memukul mundur dan membubarkan aksi demo…

Tur “Jejak Langkah Bung Hatta” sebagai Usaha Memperkuat Sejarah, Patriotisme, dan Integritas Anak Muda

Marhaenist.id, Jakarta - Tur Jejak Langkah Bung Hatta berbentuk kegiatan pameran, talkshow dan peresmian…

Akan Gelar Kongres Persatuan, Mimpi Besar Penyatuan GMNI akan Segera Terwujud Pasca Kongres Ambon

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Rifqi Sukarno (Founder Depok Youth Movement)/Marhaenist.id.

Sekilas Memaknai Hari Buruh

Marhaenist.id - Tepat pada 1 Mei di seluruh belahan dunia sedang merayakan…

DPP GMNI: Indonesia Berpeluang Jadi Mediator Pasca Berakhirnya Perjanjian Nuklir AS–Rusia

Marhaenist.id, Jakarta  – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pemerintah Godok RUU Disinformasi dan Propaganda Asing, DPP GMNI: Ancaman Serius Terhadap Demokrasi

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Penajam Gelar PPAB Cetak Marhaenis Muda Berjiwa Nasionalisme dengan Semangat yang Berasaskan Pancasila

Marhaenist.id, Penajam - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?