By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Sekilas Memaknai Hari Buruh

Trian Walem
Trian Walem Diterbitkan : Jumat, 3 Mei 2024 | 16:23 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Rifqi Sukarno (Founder Depok Youth Movement)/Marhaenist.id.
Foto: Rifqi Sukarno (Founder Depok Youth Movement)/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id – Tepat pada 1 Mei di seluruh belahan dunia sedang merayakan hari dimana buruh sebagai kelas pekerja “di hargai atas kerja kerasnya” setidaknya itu yang kita ketahui di era sekarang ini, tak heran karena hal tersebut datang dari maraknya ucapan “Selamat Hari Buruh” serta kata-kata motivasi yang datang dari para Politisi, Pejabat, Pengusaha, Aparat, Elemen Masyarakat dan Lain – Lain.

Namun dibalik apa yang terjadi hari ini, pada intinya hari buruh perlu kembali pada semangatnya, bahwa apa yang terjadi di Mayday bukan sekedar perayaan atau penghargaan, hal ini jelas ketika kita secara lebih dalam melihat kembali perjalanan panjang sejarah 1 mei yang bagaimana bisa kemudian di tetapkan sebagai hari dimana milik kaum buruh se-dunia dan tentu termasuk buruh di Indonesia.

Mulanya hari “perayaan” ini dapat ada akibat dari demonstrasi besar-besaran gerakan kaum buruh untuk menyuarakan hak – haknya yaitu berupa jam kerja dan juga upah yang layak pada tragedi kelam yang di kenal sebagai Haymarket Affair di Amerika Serikat, tepatnya di Chicago pada 1 mei 1886. Sebuah tragedi kerusuhan yang tak terhindarkan hingga memakan korban jiwa demi sebuah perbaikan nasib kaum buruh.

Tragedi ini yang kemudian menghasilkan solidaritas dari kaum buruh sedunia (tidak terlepas di Indonesia) untuk turut bergerak dan mendorong perubahan atas nasibnya. Secara instan, solidaritas yang terbentuk pada dasarnya berangkat dari kesamaan nasib buruh dan impian yang sama berupa kesejahteraan serta impian mengakhiri hubungan kerja yang ekploitatif.

Era memang terus berganti dan bukan berarti perbaikan nasib kaum buruh datang begitu saja dari langit dan di berikan secara cuma-cuma oleh orang yang berhati malaikat. Namun perlu di catat apa yang menjadi perubahan nasib buruh di era sekarang (jam kerja, upah, jaminan hak) merupakan hasil dari pada tuntutan kerja keras Gerakan kaum buruh kemarin dan lampau, meskipun perubahan tersebut masih timpang dan jauh untuk di katakan “layak”.

Baca Juga:   Republik Pengantar Paket

Berdasarkan hal tersebut sudah sepatutnya para politisi, pejabat, pengusaha, aparat dan masyarakat lainnya mengembalikan semangat hari buruh dan tidak membuat pergeseran makna yang kemudian menimbulkan acara ceremonial belaka. pada esensinya semangat Mayday dapat untuk membuka pemahaman atas permasalahan yang ada dan turut bersolidaritas bersama perjuangan kaum buruh.***


Penulis: Rifqi Sukarno (Founder Depok Youth Movement).

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Selasa, 21 April 2026 | 22:17 WIB
Ilustrasi Gambar tentang "Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan" karya Noufal Hanif (Desain AI)/MARHAENIST.
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Selasa, 21 April 2026 | 20:10 WIB
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Selasa, 21 April 2026 | 10:25 WIB
Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Kinerja Menteri Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam merenovasi…

Pembangkangan Konstitusi oleh DPR, Mahasiswa UWKS Gelar Aksi Gedung DPRD Jatim

Marhaenist.id, Surabaya - Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang tergabung dalam…

Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis

Marhaenist.id - Viralnya pengadaan sejumlah barang dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

Membaca Ulang Demokrasi Nepotik dalam Politik Indonesia

Marhaenist.id - Demokrasi yang kita anut—“dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”—dalam…

Gelar Diskusi Bersama Para Pakar, GMNI Jaksel Bahas Otoritarianisme Legal: Antara Hukum dan Kekuasaan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Rayakan Dies Natalis GMNI Ke-70, DPK GMNI UIN Jakarta Bagikan Takjil Gratis di Ciputat

Marhaenis.id, Jakarta - Dewan Pengurus Komisariat GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Universitas…

Satu Oktober: Nyawa Lenyap, Tragedi Kanjuruhan, dan Pelanggaran HAM

Penulis: Aryasatya Krishdiansyah (Wakabid Sosial Politik GMNI UINSA Gunung Anyar).   Marhaenist.id…

Di Indonesia Nama Baik Lebih Penting daripada Perbuatan Baik

Marhaenist.id - Apakah gerangan pengertian judul ini? Bagaimana sampai saya mengatakan nama…

Bung Karno dan Ibundanya Tercinta Ida Ayu Nyomang Rai

Marhaenist.id - Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dikenal tidak hanya sebagai…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?