By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
ArtikelOpini

Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 14 Januari 2026 | 22:55 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Karikatur Abdy Yuhana, Sekjend DPP PA GMNI (Sumber: AI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Demokrasi modern bertumpu pada satu prinsip utama: kedaulatan berada di tangan rakyat. Di Indonesia, prinsip ini ditegaskan dalam UUD 1945. Negara dijalankan melalui lembaga-lembaga kekuasaan-legislatif, eksekutif, dan yudikatif-yang harus bekerja sesuai kewenangannya tanpa saling mencampuri.

Daftar Konten
Jabatan Publik adalah AmanahJabatan Politik vs Jabatan KarierSipil dan Militer: Dua Dunia yang Harus TerpisahIntinya

Dalam sistem presidensial Indonesia, Presiden memegang posisi sangat sentral karena berperan sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden dipilih langsung oleh rakyat, sehingga tidak bertanggung jawab kepada lembaga lain, melainkan kepada publik melalui pemilu. Karena itu, kekuasaan presiden dibatasi masa jabatan: maksimal dua periode.

Namun demokrasi tidak hanya soal pemilu dan pembagian kekuasaan. Ia juga ditopang oleh etika bernegara, yakni seperangkat nilai moral yang menjaga agar kekuasaan tidak disalahgunakan.

Jabatan Publik adalah Amanah

Pejabat negara-baik di lembaga legislatif, eksekutif, maupun yudikatif-memegang jabatan kepercayaan publik. Artinya, mereka bukan sekadar pejabat administratif, melainkan pemegang mandat moral dari rakyat.

Kepercayaan publik (trust) adalah modal utama demokrasi. Jika seorang pejabat kehilangan kepercayaan rakyat akibat skandal, pelanggaran etika, atau penyalahgunaan wewenang, maka secara moral ia tidak lagi layak menduduki jabatannya, meskipun secara hukum belum tentu bersalah.

Dalam demokrasi yang sehat, pejabat yang tersangkut persoalan serius seharusnya mengundurkan diri atau diberhentikan sementara, agar proses hukum berjalan tanpa merusak kehormatan lembaga negara.

Jabatan Politik vs Jabatan Karier

Tulisan ini juga menegaskan perbedaan penting antara jabatan politik dan jabatan karier.

• Jabatan politik (presiden, menteri, anggota DPR) bersumber dari pilihan rakyat dan dibatasi masa jabatannya.

• Jabatan karier (hakim, jaksa, birokrat, polisi) bersifat profesional dan tidak ditentukan oleh pemilu, tetapi oleh keahlian dan jenjang karier.

Baca Juga:   Papua Bukan Tanah Kosong!

Kekacauan muncul ketika jabatan karier dipolitisasi atau jabatan politik diperlakukan seolah-olah permanen. Karena itu, pembatasan masa jabatan adalah kunci untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

Sipil dan Militer: Dua Dunia yang Harus Terpisah

Negara demokrasi juga membedakan secara tegas antara domain sipil dan domain militer.

• Domain sipil diwarnai oleh hukum, dialog, perdebatan, transparansi, dan keputusan dari bawah (bottom-up).

• Domain militer dibangun atas komando, disiplin, kerahasiaan, dan keputusan dari atas (top-down).

Keduanya memiliki fungsi penting, tetapi tidak boleh dicampuradukkan. Ketika logika militer masuk ke wilayah sipil, demokrasi akan terancam.

Intinya

Demokrasi tidak cukup dijaga dengan aturan hukum dan pemilu. Ia hanya akan hidup bila ditopang oleh etika politik dan kesadaran moral para pejabat publik. Rakyat berhak menilai, mengkritik, bahkan menuntut mundur pejabat yang telah kehilangan kepercayaan.

Dalam negara demokrasi, kekuasaan bukanlah hak istimewa, melainkan amanah yang bisa dicabut ketika kepercayaan hilang.***


Disclaimer:

• Tulisan ini diringkas oleh Redaksi Marhaenist.id yang diambil dari Jurnal dengan judul “ETIKA NEGARA DEMOKRASI” 

• Tulisan ini diringkas tanpa menghilangkan gagasan utama dari tulisan aslinya.

• Penulis Jurnal: Abdy Yuhana, Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Alumni GMNI.

• Jurnal ini telah diterbitkan di Jurnalpersatuannasional.id yang dikelola oleh DPP PA GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat bertemu dengan Presiden Jokowi di Batu Tulis, Sabtu (08/10/2022) sore. FILE/IST. Photo

Temui Megawati di Batu Tulis, Ini Yang Dibahas Oleh Jokowi

Marhaenist - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bertemu dengan Presiden Joko…

Didukung Alumni GMNI, Ganjar Tegaskan Siap Bergerak Bersama Rakyat

Marhaenist.id, Jakarta - Ikatan keluarga besar alumni dan aktivis yang tergabung dalam…

Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.

Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso

Marhaenist.id - Burkina Faso, sebagai negara agraris di kawasan Afrika Barat, selama…

Sarinah dan Cita-Cita Kesetaraan: Perempuan dalam Bingkai Nasionalisme

Marhaenist id - Hari Perempuan Internasional yang setiap tahunnya diperingati tanggal 8…

Whoosh dan Demokratisasi BUMN

Marhaenist.id - Polemik soal kerugian kereta cepat Whoosh atau Kereta Cepat Bandung–Jakarta…

Soekarno Bukan Sekedar Presiden

Marhaenist.id - Berbicara tentang Indonesia sebagai sebuah negara merdeka tidak bisa dilepaskan…

Penuntun Kaum Buruh, Semaoen 1920

MARHAENIST - Dengan ini saya mengaturkan cerita hal serikat buruh pada saudara-saudara…

Foto: Krisna Wahyu Yanuar, Aktivis Literasi dan Gerakan Rakyat Kedaulatan Laut (Dokpri)/MARHAENIST.

Eko-Marhaenisme Menagih Janji, Keadilan Sosial dalam Luka Ekologi Krisis Pesisir Tulungagung

Marhaenist.id - Krisis ekologis di pesisir Tulungagung hari ini tidak dapat dipahami…

Cara Login Database PA GMNI untuk Merubah Data Diri dan Memasukkan Foto Bung dan Sarinah

Marhaenist.id. - Dalam upaya memastikan data keanggotaan tetap akurat dan terbarui, setiap…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?