By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Bung Karno dan Ibundanya Tercinta Ida Ayu Nyomang Rai

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 9 Januari 2026 | 00:46 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Kebersamaan Bung Karno dengan Ibundanya, Nyomang Rai (Sumber: Arsip Nasional Indonesia)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dikenal tidak hanya sebagai negarawan besar, tetapi juga sebagai seorang anak yang sangat berbakti kepada ibundanya. Salah satu potret paling menyentuh dari sisi kemanusiaannya adalah kebersamaannya dengan sang ibu tercinta, Ida Ayu Nyoman Rai, yang juga dikenal dengan nama Ida Ayu Nyoman Rai Srimben.

Ida Ayu Nyoman Rai lahir di Pulau Bali dan berasal dari keturunan bangsawan Hindu. Latar belakang budaya dan spiritual Bali sangat memengaruhi nilai-nilai kehidupan yang ia tanamkan kepada putranya sejak kecil.

Ia kemudian menikah dengan Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru asal Jawa yang dikenal berpikiran maju dan nasionalis. Dari pernikahan dua latar budaya yang berbeda inilah lahir Soekarno, sosok yang kelak mempersatukan Nusantara.

Perpaduan budaya Bali dan Jawa dalam keluarga ini memberi warna tersendiri dalam pembentukan karakter Soekarno. Nilai spiritual, kebangsawanan, kesederhanaan, dan semangat pengabdian tertanam kuat sejak masa kecilnya.

Terdapat kisah yang sangat terkenal mengenai prinsip hidup Ida Ayu Nyoman Rai yang teguh dan konsisten. Ia dikabarkan tidak pernah mau menginjakkan kaki di Istana Negara karena baginya bangunan tersebut masih menyisakan simbol dan aroma kolonial Belanda.

Sikap ini bukan semata penolakan fisik terhadap sebuah tempat, melainkan cerminan sikap batin seorang ibu yang memegang teguh martabat, harga diri, dan ingatan kolektif atas masa penjajahan.

Karena itulah, alih-alih memanggil ibunya ke Istana, Soekarno justru sering datang sendiri untuk mengunjungi sang ibu. Ia menanggalkan sejenak atribut kekuasaannya demi menjadi seorang anak yang bersimpuh di hadapan ibunda.

Salah satu momen kunjungan tersebut diabadikan dalam sebuah foto yang kini sering beredar luas. Foto itu menampilkan Soekarno bersama ibunya di teras rumah mereka, dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan.

Baca Juga:   Kisah Ratu Tanpa Mahkota: Ia Menemani Bung Karno di Penjara, Tapi Justru Memilih Pergi Saat Istana Didepan Mata

Gambar tersebut menjadi simbol kuat tentang bakti seorang anak kepada orang tuanya. Di balik sosok Presiden dan Pemimpin Besar Revolusi, Soekarno tetaplah seorang anak yang menghormati, mencintai, dan merawat ibunya.

Hingga kini, foto dan kisah tersebut terus dikenang sebagai momen langka yang menunjukkan sisi humanis Soekarno. Ia mengajarkan bahwa setinggi apa pun jabatan seseorang, bakti kepada orang tua tetaplah nilai yang tidak boleh ditinggalkan.***


Disusun oleh Redaksi Marhaenist id dari berbagai sumber terpercaya.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

DPD GMNI DKI Jakarta Peringatkan Ancaman “Bunuh Diri Fiskal” Pemerintah di Tengah Konflik Global 2026

Marharnist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI)…

Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?

Marhaenist.id - Sejarah bukan ruang pemujaan, melainkan disiplin verifikasi yang menuntut ketepatan…

Presiden Joko Widodo saat membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). ANTARA/Arif Firmansyah

Jokowi: Sebanyak 19,9 Juta Orang Telah Terima BLT BBM

Marhaenist - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan sekitar 19,9 juta orang atau…

DPP GMNI Soroti Tragedi Siswa SD di NTT, Cermin Gagalnya Sistem Pendidikan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Perjuangkan Tanah Rakyat, GMNI Kendari: Kades Polindu Lakukan Perbuatan Melawan Hukum

Marhaenist.id, Kendari - Puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota…

Republik Jenderal Multitasking

Marhaenist.id - Tuhan tampaknya menciptakan spesies baru manusia: Di Wakanda  manusia berseragam…

DPC GMNI Jakarta Timur Kutuk Agresi Militer AS terhadap Iran, Desak Presiden Prabowo Bersikap Tegas

Marhaenist.id, JakartaTimur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tur “Jejak Langkah Bung Hatta” sebagai Usaha Memperkuat Sejarah, Patriotisme, dan Integritas Anak Muda

Marhaenist.id, Jakarta - Tur Jejak Langkah Bung Hatta berbentuk kegiatan pameran, talkshow dan peresmian…

Putusan MK Mulai Jegal Klan Jokowi

MARHAENIST - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menetapkan minimal syarat usia calon di…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?