By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Bung Karno dan Ibundanya Tercinta Ida Ayu Nyomang Rai

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 9 Januari 2026 | 00:46 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Kebersamaan Bung Karno dengan Ibundanya, Nyomang Rai (Sumber: Arsip Nasional Indonesia)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dikenal tidak hanya sebagai negarawan besar, tetapi juga sebagai seorang anak yang sangat berbakti kepada ibundanya. Salah satu potret paling menyentuh dari sisi kemanusiaannya adalah kebersamaannya dengan sang ibu tercinta, Ida Ayu Nyoman Rai, yang juga dikenal dengan nama Ida Ayu Nyoman Rai Srimben.

Ida Ayu Nyoman Rai lahir di Pulau Bali dan berasal dari keturunan bangsawan Hindu. Latar belakang budaya dan spiritual Bali sangat memengaruhi nilai-nilai kehidupan yang ia tanamkan kepada putranya sejak kecil.

Ia kemudian menikah dengan Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru asal Jawa yang dikenal berpikiran maju dan nasionalis. Dari pernikahan dua latar budaya yang berbeda inilah lahir Soekarno, sosok yang kelak mempersatukan Nusantara.

Perpaduan budaya Bali dan Jawa dalam keluarga ini memberi warna tersendiri dalam pembentukan karakter Soekarno. Nilai spiritual, kebangsawanan, kesederhanaan, dan semangat pengabdian tertanam kuat sejak masa kecilnya.

Terdapat kisah yang sangat terkenal mengenai prinsip hidup Ida Ayu Nyoman Rai yang teguh dan konsisten. Ia dikabarkan tidak pernah mau menginjakkan kaki di Istana Negara karena baginya bangunan tersebut masih menyisakan simbol dan aroma kolonial Belanda.

Sikap ini bukan semata penolakan fisik terhadap sebuah tempat, melainkan cerminan sikap batin seorang ibu yang memegang teguh martabat, harga diri, dan ingatan kolektif atas masa penjajahan.

Karena itulah, alih-alih memanggil ibunya ke Istana, Soekarno justru sering datang sendiri untuk mengunjungi sang ibu. Ia menanggalkan sejenak atribut kekuasaannya demi menjadi seorang anak yang bersimpuh di hadapan ibunda.

Salah satu momen kunjungan tersebut diabadikan dalam sebuah foto yang kini sering beredar luas. Foto itu menampilkan Soekarno bersama ibunya di teras rumah mereka, dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan.

Baca Juga:   Surat-Surat Islami Sukarno Dari Ende

Gambar tersebut menjadi simbol kuat tentang bakti seorang anak kepada orang tuanya. Di balik sosok Presiden dan Pemimpin Besar Revolusi, Soekarno tetaplah seorang anak yang menghormati, mencintai, dan merawat ibunya.

Hingga kini, foto dan kisah tersebut terus dikenang sebagai momen langka yang menunjukkan sisi humanis Soekarno. Ia mengajarkan bahwa setinggi apa pun jabatan seseorang, bakti kepada orang tua tetaplah nilai yang tidak boleh ditinggalkan.***


Disusun oleh Redaksi Marhaenist id dari berbagai sumber terpercaya.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Aksi Mahasiswa: Bubarkan DPR?

Marhaenist.id - Salah satu syarat dari Negara Hukum yang demokratis ya harus…

DPD GMNI Malut Desak Forum Nasional Komunikasi Persatuan Dorong KLB Sebagai Jalan Penyelamatan Organisasi

Marhaenist.id, Malut — Dinamika internal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kian mengkhawatirkan.…

Pro-Kontra Wacana Penghapusan Zonasi PPDB Sekolah Dasar dan Menengah: Akankan ‘Sekolah Favorit’ Muncul Kembali?

Marhaenist.id - Munculnya isu penghapusan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB)…

Ijazah yang Cacat, Rekam Akademik yang Tak Lagi Menyelamatkan

Marhaenist.id - Dalam hukum administrasi dan pidana, keaslian sebuah dokumen tidak bergantung…

Bung Karno: Roh dan Semangat Muda adalah Dasar Mencapai Tujuan

Marhaenist.id - Semangat juang tidak boleh mati dalam jiwa setiap pemuda. Roh…

Hipotetis: Relevansi Gerak Marhaenis tehadap Marhaenisme dalam Melawan Tantangan Zaman Diera Kekinian

*Kritik Marhaenis Junior terhadap Prilaku Marhaenis Senior yang ada di GMNI Diera…

GMNI PPU Desak Pembebasan 6 Aktivis yang Ditangkap Usai Aksi ‘Indonesia Gelap’ di DPRD Balikpapan

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara - Komisariat GMNI Penajam Paser Utara (PPU) desak…

Marhaenis itu Spiritualis

Marhaenist.id - Dalam keseharian kita, seringkali kita terjebak dalam hiruk-pikuk dunia materialistik…

Foto: Deodatus Sunda Se, Direktur Institut Marhaenisme 27 (Dokpri)/MARHAENIST

Cipayung Plus dan Kolom Kelima

"General, con cuatro columnas avanzando hacia Madrid, ¿cuál tomará la ciudad?" ("Jenderal,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?