By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Gelar Kuliah Umum, Institut Marhaenisme 27 dan GMNI Jaksel Soroti Etika Pancasila di Tengah Ancaman Otoritarianisme Baru

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 18 Desember 2025 | 06:56 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Para Peserta Kuliah Umum yang digelar oleh Institut Marhaenisme 27 bekerja sama dengan DPC GMNI Jaksel, Selasa (17/12/2025), di Sekretariat DPC GMNI Jakarta Selatan (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jaksel – Institut Marhaenisme 27 bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar kuliah umum bertajuk “Filsafat dan Etika Pancasila dalam Bayang-Bayang Rezim Otoritarianisme”, Selasa (17/12/2025), di Sekretariat DPC GMNI Jaksel.

Daftar Konten
Pancasila sebagai Etika PolitikDemokrasi Membusuk dan Oligarki MenguatDialog Kritis

Kegiatan ini menghadirkan filsuf terkemuka Indonesia, Romo Franz Magnis-Suseno, S.J., sebagai narasumber utama. Kuliah umum dipandu oleh penulis sekaligus aktivis, Fajar Martha, dan dihadiri kader GMNI, akademisi, serta pegiat demokrasi.

Ketua DPC GMNI Jaksel, Rauf, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Romo Magnis dapat memberikan pandangan kritis mengenai kondisi kebangsaan terkini. Ia menekankan pentingnya Pancasila sebagai philosophische grondslag dalam menghadapi kecenderungan rezim yang semakin otoriter.

“Kami berharap Pancasila tetap menjadi dasar etis dan filosofis dalam melawan rezim tiran serta menjaga arah demokrasi Indonesia,” ujar Rauf.

Direktur Eksekutif Institut Marhaenisme 27, Dendy Se, turut memberikan pengantar dengan menyoroti krisis etika, moral, dan integritas yang melanda para pemangku kebijakan saat ini.

Menurutnya, dinamika politik nasional menunjukkan gejala mengkhawatirkan, mulai dari melemahnya etika demokrasi hingga bayang-bayang kembalinya Orde Baru dalam wajah baru di bawah pemerintahan Prabowo–Gibran.

“Ketidakmampuan negara mengelola persoalan rakyat hari ini tidak terlepas dari praktik demokrasi prosedural yang kehilangan dimensi etis,” kata Dendy.

Pancasila sebagai Etika Politik

Dalam pemaparannya, Romo Magnis menguraikan tiga pokok gagasan utama, yakni pentingnya Pancasila bagi Indonesia, keterkaitan erat antara hak asasi manusia, demokrasi, dan keadilan sosial, serta alasan mengapa capaian Reformasi terus mengalami kemunduran.

Romo Magnis menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipahami sebagai ideologi totaliter.

Baca Juga:   Lanyangkan Pernyataan Sikap, GMNI Sulut: Akhiri Dualisme, Tolak Intervensi dan Jaga Persatuan

“Pancasila bukan ideologi dalam pengertian sempit yang memaksakan cara hidup, melainkan cita-cita, nilai, dan etika politik yang menghormati kebebasan serta keberagaman,” ujarnya.

Ia menyebut Pancasila sebagai bukti kejeniusan Soekarno dalam merumuskan fondasi negara-bangsa yang majemuk.

Menurutnya, empat sila Pancasila sejalan dengan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia universal, sementara sila Persatuan Indonesia mencerminkan kesadaran modern tentang negara-bangsa.

Romo Magnis juga menyinggung polemik pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto, yang menurutnya perlu dibaca secara kritis jika dibandingkan dengan perlakuan rezim Orde Baru terhadap Presiden Soekarno di akhir hayatnya.

Demokrasi Membusuk dan Oligarki Menguat

Dalam konteks Reformasi, Romo Magnis menyampaikan kekhawatiran atas kegagalan serius dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Ia menilai Indonesia kini bergerak menuju oligarki, di mana segelintir elite menguasai hak-hak rakyat.

“Bencana ekologis dan ketimpangan sosial tidak bisa dilepaskan dari kerakusan oligarki dan budaya korupsi,” tegasnya.

Ia juga mengkritik mahalnya biaya politik, delegitimasi lembaga legislatif, serta absennya partai politik yang benar-benar mewakili kepentingan buruh, tani, dan rakyat kecil.

“Partai-partai kita cenderung menjadi partai dinasti. Kita memilih tokoh, bukan gagasan,” ujarnya.

Dialog Kritis

Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah pertanyaan kritis terkait ketimpangan pembangunan, absennya politik kiri, hingga relevansi TAP MPR 1966. Romo Magnis membedakan secara tegas antara Marxisme, Marxisme-Leninisme, dan Marhaenisme, seraya menilai bahwa analisis Marx tentang kapitalisme masih relevan, namun praktik Marxisme-Leninisme justru melahirkan otoritarianisme.

Menanggapi isu Papua, Romo Magnis menekankan pentingnya pendekatan dialogis.

“Yang dibutuhkan adalah mendengar, mendengar, dan mendengar, serta mengurangi pendekatan militer,” katanya.

Kuliah umum ini ditutup dengan refleksi bersama bahwa ancaman otoritarianisme tidak semata persoalan rezim, melainkan kegagalan kolektif dalam merawat etika politik, demokrasi substantif, dan keberpihakan pada keadilan sosial, nilai-nilai yang menjadi jiwa Pancasila.***

Baca Juga:   Hadiri Kaderisasi GMNI, Bawaslu Kota Bekasi Ajak Mahasiswa Cermat Menyaring Informasi di Tengah Maraknya Hoaks

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Ganjar ke Warga Jabar: Jangan Takut Diintimidasi, Lawan Dengan Benar dan Sesuai Konstitusi

Marhaenist.id, Cirebon - Capres 2024 nomor urut 3, Ganjar Pranowo membakar semangat…

Seleksi CPNS Akan Segera Dibuka, Siapkan Dirimu Ini Jadwal Pendaftarannya

Marhaenist - Pendaftaran CPNS 2024 dikabarkan akan mulai dibuka pada bulan Juli.…

Hari Perempuan Internasional Dalam Perspektif Sarinah : Emansipasi Yang Berpihak Pada Kaum Tertindas

Marhaenist.id - Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai…

Kinerja Kepolisian Dipertanyakan, GMNI Mimika: Patroli Tidak Efisien Sebabkan Korban Begal di Mimika

Marhaenist.id, Timika - Kinerja aparat kepolisian di Kabupaten Mimika kembali menuai sorotan.…

Koperasi dan Era Anthropocene: Menjawab dengan Praktik atas Krisis Kemanusiaan dan Lingkungan

Seri Belajar Koperasi #1 Marhaenist - Praktik sistem kapitalisme industri yang berkembang…

Prabowo-Gibran Ingin Hapus Subsidi BBM dan LPG, GMNI: Menyengsarakan Rakyat

Marhaenist.id, Jakarta - Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran…

DPC GMNI Jakarta Timur Kutuk Agresi Militer AS terhadap Iran, Desak Presiden Prabowo Bersikap Tegas

Marhaenist.id, JakartaTimur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPP GMNI Tolak Klausul Transfer Data dalam Perjanjian Perdagangan Indonesia–Amerika Serikat, Dinilai Ancam Kedaulatan Digital Nasional

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Anak Yang Terlibat Judi Online Harus Ditangani Dengan Cara Pendekatan Psikologis

Marhaenist - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?