By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Krisis Tersembunyi Dibalik Anggaran Besar, DPP GMNI Soroti Ketimpangan Sistem Pendidikan Nasional
Aktivis Mahasiswa Sebut Konten Amien Rais Sebagai Ad Hominem Bukan Kritik
Kasus Anak PRT Benhil, Institut Sarinah: Indikasi Kelalaian Serius Aparat, Kompolnas Harus Turun
Tamansiswa: Membangun Pedagogi Indonesia
Negeri Kaya, Buruh Sengsara: Saat Negara Menjadi Pelayan Modal

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
InfokiniMarhaenis

Ketua Pemuda Demokrat Kecam Pemkot Surabaya: Lamban Tangani Parkir Liar

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Senin, 8 Desember 2025 | 17:57 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Jajaran KSB Pemuda Demokrat Kota Surabaya (Ist)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Surabaya — Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Kota Surabaya, Bustomi Saputra, mengecam keras Pemerintah Kota Surabaya yang dinilainya berpangku tangan dan lamban menangani persoalan parkir liar yang semakin meresahkan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah kota gagal mengendalikan situasi yang kini bukan hanya mengganggu kenyamanan publik, tetapi juga memicu potensi konflik sosial.

“Pemkot Surabaya tidak boleh terus-menerus bersikap pasif. Masalah parkir liar ini sudah berlarut-larut tanpa solusi yang tegas,” ujar Bustomi dalam pernyataannya, Senin (8/12/2025).

Ia menegaskan bahwa praktik pungutan liar di minimarket, pertokoan, restoran, hingga kawasan tepi jalan sudah berlangsung bertahun-tahun.

Padahal, data resmi Dinas Perhubungan menyebutkan Surabaya memiliki 1.400 titik parkir resmi, namun di lapangan banyak aktivitas parkir dilakukan di luar titik resmi tersebut—tanpa izin, tanpa karcis, dan tidak memenuhi standar Perda 3/2018 tentang penyelenggaraan perparkiran.

Beberapa penertiban memang dilakukan, termasuk penyegelan puluhan minimarket yang kedapatan menarik biaya parkir tanpa jukir resmi. Namun Bustomi menilai langkah tersebut tidak menyelesaikan akar masalah.

“Penertiban hanya bersifat temporer, bukan sistemik. Yang kita butuhkan adalah tata kelola dan penegakan hukum yang konsisten, bukan aksi sesaat,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti munculnya sentimen sosial bernuansa etnis di ruang-ruang komentar media sosial, yang mengaitkan maraknya parkir liar dengan kelompok masyarakat tertentu.

Narasi ini, menurutnya, berkembang karena pemerintah kota tidak segera meredam keresahan publik dan tidak memberikan penjelasan maupun tindakan yang jelas.

“Ini sangat berbahaya. Ketika pemerintah lamban bertindak, masyarakat mencari kambing hitam. Mulailah muncul stereotip dan prasangka yang mengarah pada konflik horizontal. Padahal ini bukan persoalan etnis—ini persoalan tata kelola yang kacau dan lemahnya penegakan aturan,” ujar lagi.

Baca Juga:   Fufufafa Siapakah Kamu Sebenarnya, Gibran Bukan Sih?

Ia mendesak Pemkot Surabaya untuk segera mengambil langkah menyeluruh, mulai dari penertiban rutin, pemeriksaan izin parkir, transparansi titik parkir resmi, hingga edukasi publik agar tidak menjadi korban pungutan liar.

Menurutnya, keamanan sosial tidak boleh dikorbankan hanya karena masalah kecil yang dibiarkan membesar.

“Surabaya butuh pemerintah yang sigap, bukan pemerintah yang menunggu situasi meledak dulu baru bertindak, Kalau masalah ini terus dibiarkan, maka konflik sosial bisa menjadi kenyataan,” tambah Bustomi.

Bustomi menutup pernyataannya dengan menyerukan tindakan segera dan tegas dari Wali Kota Surabaya.

“Kota ini tidak boleh dikelola dengan cara reaktif. Wali kota harus turun tangan sekarang juga sebelum keresahan publik berubah menjadi perpecahan,” tutupnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Cahyono.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Krisis Tersembunyi Dibalik Anggaran Besar, DPP GMNI Soroti Ketimpangan Sistem Pendidikan Nasional
Jumat, 1 Mei 2026 | 23:12 WIB
Aktivis Mahasiswa Sebut Konten Amien Rais Sebagai Ad Hominem Bukan Kritik
Jumat, 1 Mei 2026 | 21:38 WIB
Kasus Anak PRT Benhil, Institut Sarinah: Indikasi Kelalaian Serius Aparat, Kompolnas Harus Turun
Jumat, 1 Mei 2026 | 10:29 WIB
Tamansiswa: Membangun Pedagogi Indonesia
Kamis, 30 April 2026 | 21:47 WIB
Negeri Kaya, Buruh Sengsara: Saat Negara Menjadi Pelayan Modal
Kamis, 30 April 2026 | 19:07 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

DPC GMNI Bantaeng Kutuk Keras Tindakan Represif Oknum ASN Dinas PUPR Sinjai terhadap Kader GMNI Sinjai

Marhaenist.id, Bantaeng - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Momentum Sumpah Pemuda, Andi Aditya: Kemenpora Perlu Luas dalam Program Pemuda!

Marhaenist.id, Jakarta - Peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini mengingatkan kita akan…

Logo Institut Sarinah/MARHAENIST.

Institut Sarinah: Jaga Ibu Pertiwi, Tegakkan Pancasila dalam Menavigasi Gejolak Bangsa

Marhaenist.id, Jakarta - Institut Sarinah menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya…

Abidin Fikri Warning Pemerintah Pusat: Banjir Sumatera Menggila, Status Darurat Bencana Nasional Jangan Ditunda

Marhaenist.id, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI…

Demokrasi Ditangan Jokowi: Tantangan Etika Politik dan Moralitas

Marhaenist.id - Dinamika politik Indonesia kembali memunculkan sorotan dengan berkembangnya situasi seputar…

Prihatin Dengan Kondisi Demokrasi, Keluarga Besar GMNI Kritisi Intervensi Presiden Jokowi di Pemilu 2024 Lewat Manifesto Politik

Marhaenist.id, Jakarta - Keluarga Besar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) membacakan Manivesto…

Memahami Pesoalan Gugatan Imanuel terhadap Keabsahan GMNI Arjuna dengan Nomor Perkara Hukum: 115/Pdt.G/2025/Jkt Pst

Marhaenist.id - Amar putusan Pengadilan yang mengabulkan petitum Imanuel itu tidak melihat…

Peringati Hari Tani Nasional, GMNI Nisel Gelar Audiensi bersama ATR/BPN

Marhaenist.id, Nias Selatan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Wujudkan Anggota/Kader yang Progresif dan Revolusioner, GMNI Kendari Sukses Gelar PPAB Akbar

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?