By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Kurs di Atas Piring Rakyat: Membedah Regulatory Capture dan Fondasi Sosio-Demokrasi
DPC GMNI Jakarta Barat Gelar Nobar “Pesta Babi”, 150 Peserta Soroti Gagalnya Reformasi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Manajer Asing Pimpin BUMN: Saatnya Berhenti Merasa Rendah Diri

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 20 Oktober 2025 | 12:00 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Ilustrasi Gambar Manajer Asing Pimpin BUMN: Saatnya Berhenti Merasa Rendah Diri/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Rencana pemerintah membuka peluang bagi manajer asing untuk memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah kita sudah kehilangan kepercayaan diri terhadap kemampuan anak bangsa sendiri?

Kebijakan ini terlihat seolah rasional dan modern—“demi profesionalisme dan efisiensi global.” Namun di balik retorika itu tersembunyi mentalitas inferior yang sudah lama menggerogoti bangsa ini: keyakinan bahwa yang datang dari luar negeri pasti lebih baik.

Ijazah dan Kesetaraan yang Tak Pernah Netral

Dalam praktik internasional, ijazah tidak pernah benar-benar setara antarnegara. Lulusan dari negara berkembang sering kali dianggap “kurang” oleh negara maju. S1 dari Asia kerap hanya diakui setara dua tahun kuliah di Eropa, dan S2 bisa saja hanya dianggap S1.

Ini bukan sekadar soal akademik, melainkan politik dan ekonomi. Negara maju sengaja melindungi pasar kerja mereka dengan “menurunkan” pengakuan ijazah dari negara berkembang. Dengan begitu, hanya mereka yang lolos ujian tambahan yang bisa bekerja di sana.

Artinya, sistem pendidikan global sudah bias sejak awal—dan lebih berfungsi sebagai alat kontrol ekonomi ketimbang penilaian objektif atas kualitas pengetahuan.

Ironi Ketergantungan pada Label Asing

Karena terjebak dalam cara pandang seperti ini, kita sering gagal melihat kemampuan sendiri. Padahal, banyak profesional Indonesia telah berhasil memimpin perusahaan multinasional, baik di dalam maupun luar negeri. Masalah di tubuh BUMN bukan pada kemampuan SDM lokal, tetapi pada tata kelola, intervensi politik, dan lemahnya meritokrasi.

Mengganti direksi BUMN dengan orang asing tidak menyelesaikan akar masalah. Yang dibutuhkan adalah sistem yang bersih, bukan sekadar figur dengan aksen asing.

Foto: Dr. med. vet. Rudi Samapati, Alumni GMNI, FKH UGM/MARHAENIST.

Kualitas Tidak Ditentukan Asal Negara

Menjadi pemimpin BUMN bukan hanya soal mengelola neraca keuangan. Itu juga soal memahami realitas sosial, budaya kerja, dan tanggung jawab publik. Seorang manajer asing mungkin mahir membaca laporan keuangan, tetapi belum tentu memahami bagaimana kebijakan tarif listrik atau BBM memengaruhi kehidupan rakyat di pelosok.

Baca Juga:   Geopolitik Pangan: Entok, Limbah Pangan, dan Masa Depan Kedaulatan Pangan Nusantara

Kualitas kepemimpinan seharusnya diukur dari integritas, kapasitas, dan komitmen—bukan dari paspor atau universitas tempat seseorang belajar.

Menolak Mentalitas Rendah Diri

Dengan mengundang manajer asing memimpin BUMN, pemerintah sebenarnya sedang melegitimasi diskriminasi akademik global. Kita menerima begitu saja bahwa lulusan luar negeri lebih unggul, sementara anak negeri yang sudah bekerja keras dan memahami konteks lokal dipinggirkan.

Ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tapi juga martabat bangsa. Kita tidak akan pernah menjadi negara maju jika terus merasa bahwa kualitas terbaik selalu datang dari luar.

Saatnya Percaya pada Daya Anak Bangsa

Sudah waktunya kita berhenti memuja simbol “standar global” yang sejatinya dibentuk oleh kepentingan ekonomi negara maju. Bangsa ini memiliki banyak putra-putri yang cerdas, tangguh, dan berintegritas—tinggal diberi ruang dan sistem yang adil untuk membuktikan diri.

Pemimpin BUMN yang sejati bukan yang memiliki ijazah bergengsi, tetapi yang punya komitmen untuk memajukan rakyat dan mengelola kekayaan negara dengan hati bersih.

Kemandirian bangsa tidak lahir dari kontrak kerja dengan orang asing, tetapi dari keberanian untuk mempercayai diri sendiri.***


Penulis: Dr.med.vet. Rudi Samapati, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Senin, 18 Mei 2026 | 23:28 WIB
Kurs di Atas Piring Rakyat: Membedah Regulatory Capture dan Fondasi Sosio-Demokrasi
Senin, 18 Mei 2026 | 18:27 WIB
DPC GMNI Jakarta Barat Gelar Nobar “Pesta Babi”, 150 Peserta Soroti Gagalnya Reformasi
Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Wujudkan Anggota/Kader yang Progresif dan Revolusioner, GMNI Kendari Sukses Gelar PPAB Akbar

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Foto: Anggota GMNI Touna usai kegiatan/MARHAENIST.

Peringatan Bulan Bung Karno, GMNI Touna: Membakar Semangat Nasionalisme dan Patriotisme Kader Marhaenis

Marhaenist.id, Touna - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Salah Satu Pendiri GMNI Wafat, Media Marhaenist.id Bersedih dan Merasa Kehilangan

Marhaenist.id, Kendari - Media Marhaenist.id menyampaikan duka cita yang mendalam dan kesedihannya…

Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Kinerja Menteri Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam merenovasi…

Penegakan Hukum 2025, Dr. H. Sutrisno, S.H., M.Hum: Antara Semangat Keadilan dan Tantangan Implementasi

Marhaenist.id, Jakarta — Penegakan hukum di Indonesia sepanjang tahun 2025 dinilai masih…

Berangkat dari Keterusiran Kaum Marhaen, Disitulah Jiwa Sang Pejuang Benar-Benar Diuji

Marhaenist.id - Ada masa ketika penderitaan rakyat tidak lagi cukup dibaca sebagai…

Paradox Prabowo: Gengsi Global & Tragedi di Tapal Batas

Marhaenist.id - Hukum, dalam praktik kenegaraan kita, kerap direduksi menjadi properti dekoratif…

Hari Internasionalisasi Pancasila sebagai Spirit Pembangunan Semesta Berencana Nasional

Pandemi Covid-19, gempuran perang asimetris, menjadi ujian yang nyata bagi pertahanan dan…

Herbal Alami, Suga Lele: Warisan Budaya dan Kekuatan Geopolitik Nusantara di Era Modern

Marhaenist.id, Jakarta – Penggunaan obat herbal alami telah menjadi bagian tak terpisahkan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?