By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Infokini

Akar Desa Indonesia Bersama DEN Dorong Net Zero Emission dari Desa

Eko Zaiwan
Eko Zaiwan Diterbitkan : Sabtu, 7 September 2024 | 13:46 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto : Ketua umum Akar Desa Indonesia memberikan cindera mata dalam acara Warior Net Zero Emisi. MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist.id – Jakarta, 6 September 2024 ,Akar Desa Indonesia, sebagai organisasi nasional yang terdiri dari pemuda dan mahasiswa dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, terus berupaya memberikan kontribusi dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di wilayah pedesaan. Dalam upaya menanggulangi dampak perubahan iklim, Akar Desa Indonesia mendorong pengurangan emisi yang dimulai dari wilayah pedesaan.

Akar Desa Indonesia mengangkat tema “Strategi Edukasi dan Partisipasi Masyarakat: Kunci Sukses Net Zero Emission di Desa” dalam peluncuran program Warrior Net Zero Emission, yang bertempat di Gedung Dewan Energi Nasional (DEN). Acara ini menandai dimulainya proses pendaftaran delegasi Warrior Net Zero Emission, yang berlangsung dari Agustus hingga pertengahan September 2024, dengan target utama kegiatan adalah pemuda desa di seluruh Indonesia.

Dalam menghadapi ancaman perubahan iklim, Indonesia tidak boleh mengabaikan desa sebagai wilayah terbesar dibandingkan perkotaan. Ketua Umum Akar Desa Indonesia, Rifqi Nuril Huda, dalam sambutannya menyampaikan, “Terima kasih kepada Sekretariat DEN dan Ibu Dina yang telah memberikan ruang dan waktu bagi generasi muda untuk berdialog di kantor DEN yang luar biasa ini. Ketika berbicara tentang wilayah desa, kita mengacu pada data dari Kementerian Desa PDTT bahwa sekitar 90% terdiri dari desa pemerintahan dan desa adat. Selain itu, berdasarkan data BPS, mayoritas populasi Indonesia adalah generasi muda, dan sebagian besar dari mereka lahir di desa. Ini merupakan sebuah keniscayaan untuk memikirkan skema menjaga dan membangun desa.”

“Kami menggagas Warrior Net Zero Emission sebagai upaya gotong royong dalam berkontribusi terhadap mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di wilayah pedesaan, demi mewujudkan keadilan iklim bagi masyarakat desa. Salah satu hasil dari kegiatan ini adalah pedoman untuk masyarakat desa berupa peraturan desa berbasis adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, sehingga desa lebih tangguh dalam menghadapi perubahan iklim. Mari kita sukseskan bersama,” tambahnya.

Baca Juga:   Demo Menolak Dinasti Politik dan Pelanggar HAM Bergema di Sejumlah Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Dewan Energi Nasional, Dina Nurul Fitria, dalam pidato utamanya mengatakan, “Alhamdulillah, saya senang melihat di kantor DEN ini berkumpul anak-anak muda dari berbagai kampus dan organisasi kemahasiswaan untuk membahas perubahan iklim yang sudah nyata kita rasakan. DEN sebagai bagian dari pembuat kebijakan sektor energi sangat mendukung program yang digagas Akar Desa Indonesia karena sejalan dengan kebijakan pemerintah. Kami sangat mendorong pencapaian target bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai langkah untuk mengurangi emisi karbon yang memicu pemanasan global.”

“Kami juga sampaikan bahwa Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN) sudah selesai dibahas bersama Komisi VII DPR RI. Kami berharap kolaborasi dan dukungan dari semua pihak agar PP KEN yang baru ini dapat menjadi landasan untuk melakukan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” jelasnya.

Koordinator Nasional PWYP, Aryanto Nugroho, menambahkan, “Desa memang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Dibutuhkan aksi nyata dan pendampingan yang serius. Pendekatan dalam menyosialisasikan isu perubahan iklim kepada masyarakat desa berbeda dengan pendekatan di forum nasional atau kampus, sehingga perlu turun langsung ke lapangan. Upaya pembentukan peraturan desa terkait adaptasi perubahan iklim harus didorong dengan landasan keadilan.”

Perwakilan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Taofik Hidayat, dalam pemaparannya menyampaikan, “Kemendes PDTT saat ini tengah membahas program Aksi Desa Ketahanan Iklim, yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Kami juga mendorong desa-desa yang serius dalam mengembangkan ketahanan iklim dengan memberikan insentif tambahan berupa dana desa.”

Sementara itu, Direktur Eksekutif Srikandi Energi Indonesia, Annisa Nuril Deanty, menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. “Kelompok paling rentan terhadap dampak perubahan iklim adalah perempuan, karena mereka yang paling dekat dengan isu rumah tangga, pangan, dan energi. Oleh karena itu, perempuan harus terlibat aktif dalam proses edukasi, sosialisasi, dan pembuatan kebijakan. Keterlibatan perempuan dalam penyusunan RPJMDes melalui MusrenbangDes harus diatur secara serius,” ujarnya.

Baca Juga:   Mahfud MD: 62 Persen Kepala Daerah Terlibat Korupsi

Kegiatan ini ditutup dengan kesimpulan bahwa desa adalah unit pemerintahan terkecil yang paling terdampak oleh perubahan iklim. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius dalam pembentukan peraturan perundang-undangan setingkat peraturan desa (Perdes) sebagai pedoman bagi masyarakat desa dalam menghadapi perubahan iklim, agar mata pencaharian dan kesejahteraan masyarakat desa dapat tetap terjaga.

Penulis Ageng | Editor : EZ

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Tips Cantik Tradisional

Marhaenist.id - Sejak zaman nenek moyang, manusia mewarisi praktik perawatan tubuh dan…

Masyarakat Betawi Tuan Rumah Kota Jakarta Timur yang Sering Dilupakan

Marhaenist.id - Suku Betawi merupakan penduduk asli Ibu Kota Jakarta yang telah…

Taufiq Kiemas dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

MARHAENIST - Palembang, siang hari yang terik, 19 Agustus 1960. Remaja yang…

DPD GMNI Aceh Salurkan Bantuan Hasil Perkebunan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tengah

Marhaenist.id, Takengon — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Sesak Napas di Realita: Seni Melukis Mooi Indië Ala Wali Kota Jakarta Timur

Marhaenist.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta…

Nyalon Wali Kota Yogyakarta, Kawier GeHa Kembalikan Formulir Pendaftaran ke DPC PDI Perjuangan

Marhaenist - Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Senin 20 Mei 2024, Gunawan…

Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Lima Variabel yang Menentukan Cepat Lamanya Perang Israel dan AS melawan Iran

Marhaenist.id - Perang Israel dan AS melawan Iran akan memasuki minggu kedua.…

Ganjar Pranowo: Politik Machiavellian Gunakan Penegak Hukum Jadi Alat Untuk Menakuti

MARHAENIST - Politik Machiavellian sepertinya sedang terjadi akhir-akhir ini. Rasa takut sengaja…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?