By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
ArtikelKabar GMNI

Coming Soon, Ayo Dukung Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI sebagai Upaya Menyelamatkan Organisasi dari Perpecahan!

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Sabtu, 19 Juli 2025 | 16:41 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Flayer Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI yang akan berlangsung di Jakarta/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Hampir setahun lebih situasi di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) tak kunjung normal. Dampak dualisme pasca kongres di Ambon pada 2019 lalu memang terasa hingga di tingkatkan basis, yakni di komisariat masing-masing Kampus.

Dualisme tidak hanya terjadi pada tingkatan Dewan Pimpinan Pusat atau DPP, tetapi hal tersebut terjadi hingga ke Komisariat. Bahkan, ada beberapa Cabang-cabang yang terbelah menjadi dua.

Selain itu banyak juga agenda-agenda penting organisasi pula yang tak berjalan atau stagnan. Apalagi tentang penyatuan organisasi nihil dibahas.

Sebagai organisasi perjuangan yang terus menggelorakan persatuan, kader dan anggota GMNI harusnya malu. Selalu menggembar-gemborkan nasionalisme, sementara di satu sisi kita sendiri telah mempelacurinya.

Perpecahan ini memang sangat menyenangkan dan nyaman bagi kedua DPP, baik Arjuna maupun Imanuel. Lantas bagaimana masa depan organisasi bila persoalan ini tak segera diselesaikan? Siapa yang menyelesaikannya?

Pertanyaan ini tentu menjadi perhatian serius bagi seluruh kader dan anggota GMNI di Tanah Air. Penyatuan sangat mustahil terjadi bila kita masih memiliki ego sektoral masing-masing. Apalagi di tingkatkan DPP GMNI pun terlihat tak memiliki kemauan untuk melakukan penyatuan. Tentu yang bisa menyelesaikan dualisme ini adalah kita sendiri.

Dalam anggaran rumah tangga (ART) GMNI, kader dan anggota wajib menjunjung tinggi kehormatan dan nama baik organisasi. Hal tersebut secara eksplisit diatur pada Pasal 5 (Kewajiban Anggota) dalam BAB I tentang Keanggotaan.

Oleh sebab itu, kami dari Kader GMNI Se-Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote mengajak kepada seluruh DPD dan DPC GMNI se-Indonesia untuk bersama kami dalam Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI dalam upaya meyelamatkan organisasi yang akan segera hadir.

Baca Juga:   Gerak Cepat, GMNI Bengkalis Selenggarakan PPAB Ke 2

Konsolidasi Persatuan Nasional bukanlah anti thesa dari Kubu Kongres GMNI Bandung yang melanggar AD/ART GMNI (Menyelenggarakan Kongres harusnya dari tahun 2023 lalu berdasarkan masa kepemimpinan DPP GMNI yang terlulis dalam AD/ART, dan sebenarnya yang harus dilakukan adalah Kongres Luar Biasa karena telah melewati batas waktu kepemimpinan), tetapi Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI adalah Sinthesa sebagai upaya untuk menyelamatkan organisasi dari perpecahan sejak 2019 lalu agar tidak berkepanjangan dan bisa bersatu kembali tanpa melibatkan kedua DPP GMNI.

Konsolidasi Persatuan Nasional adalah tindak lanjut dari Konsolidasi Nasional di Blitar Jawa Barat yang membentuk Forum Nasional Komunikasi Persatuan dan Konsolidasi GMNI Se-Jabodetabeksu di Jakarta, serta Konsolidasi-konsolidasi internal GMNI yang dilakukan pada ditingkatan DPD bersama DPC-DPC-nya dalam wilayah provinsinya yang mendesak adanya Kongres Persatuan melalui KLB.

Pernyataan Sikap yang akan disuarakan oleh Peserta Konsolidasi Persatuan Nasional GMNI:

1. GMNI Saat ini dalam Krisis Identitas:

~ Dualisme DPP sejak Kongres XXI 2019 adalah pengkhianatan terhadap prinsip Marhaenisme dan Pancasila 1 Juni.

~ Konflik internal mempermalukan sejarah GMNI sebagai organisasi perjuangan rakyat yang berasal dari 3 organisasi besar yang bersatu karena doktrin Marhaenisme dan Pengaruh Bung Karno.

2. Tuntutan Kongkrit:

~ Membubarkan dualisme DPP GMNI dan akan Bentuk Badan Penyelamat Organisasi (BPO) yang independen, terdiri dari perwakilan DPD/DPC se-Indonesia baik dari Kubu Arjuna maupun Kubu Imanuel pada tingkatan bawah organisasi untuk melakukan persiapkan Kongres Persatuan melalui KLB GMNI.

~ Pembentukan Badan Penyelamat Organisasi dalam Konsolidasi Persatuan Nasional!

A. Tanpa syarat.
B. Tanpa diskriminasi faksional.
C. Berbasis mandat ideologis, bukan legitimasi struktural semu.

3. Landasan Ideologis:

~ Marhaenisme Bung Karno mengajarkan: “Persatuan adalah senjata mutlak melawan penindasan..

Baca Juga:   GMNI Surabaya Dukung Polri Tetap Berada di Bawah Presiden

~ Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 menegaskan: “Perpecahan adalah jalan untuk kalah!”

~ Kata Bung Karno: “Melemahkan persatuan berarti memperkuat musuh,bekerja buat perpecahan berarti bekerja buat musuh”.

4. Seruan Perjuangan:

~ Stop konflik elit! GMNI bukan lapangan rebutan kursi, tapi alat perjuangan rakyat tertindas.

~ Kader GMNI seluruh Indonesia: Bersatu di tingkat basis dan rekonsiliasi dari bawah!

~ KLB GMNI: Memutuskan kepemimpinan pusat GMNI yang independent yang berasal dari DPD dan DPC GMNI didaerah, bukan berasal dari DPP GMNI yang pernah menjabat sebelumnya dari kedua kubu.

“Tak perlu lagi ada kubu Arjuna dan Imanuel, sudah saatnya kita bersama-sama kembali membangkitkan marwah organisasi melalui konsep berfikir yang sama!!!”

#BersatulahSegeraMarhaenPastiMenang…!!!


Tulisan ini diambil dari Catatan Tangisan Seluruh Kader GMNI Se-Indonesia yang Berteriak dengan Bercucuran Air Mata Karena tak Ingin GMNI Terus Tenggelam dalam Kehancuran!!!

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Tidak Cukup Minta Maaf: Tuntut Tindakan Nyata untuk Kematian Pengemudi Ojol

Marhaenist.id - Demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (28/8/2025) kembali…

Memahami KLB GMNI Medan dan Manuvernya di Politik Dualisme GMNI Tahun 2020

Marhaenist.id - Ditahun 2016, GMNI dirundung perpecahan karena adanya Kongres Luar Biasa…

Dukung Putusan MK, GMNI Kalsel Lakukan Unjuk Rasa di Gedung DPRD

MARHAENIST - Aparat kepolisian tetap siaga menghadapi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Nasional…

Fadli Zon dan Sikap Anti Kritik

Marhaenist.id - Pernyataan Fadli Zon mengenai kerugian institusi ketika dikritik mengandung problematika…

Pembukaan Konferda V PA GMNI Jakarta Raya Dijadwalkan Sabtu (13/12/2025), Inilah Ketentuan Panitia Bagi Peserta yang akan Hadir

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Jalan Buntu Kasus Harun Masiku: Antara Fakta Hukum dan Keberanian Negara

Marhaenist.id, Jakarta  — Hingga hari ini, Harun Masiku masih berstatus buronan Komisi…

Foto: Kosmas Mus Guntur, Praktisi Hukum Asal NTT/MARHAENIST.

Praktisi Hukum Desak Kapolda NTT & Kapolres Manggarai Barat Serius Tangani Dugaan Tambang Emas Ilegal di Dekat TNK

Marhaenist.id, Manggarai Barat – Praktisi hukum asal Nusa Tenggara Timur, Kosmas Mus…

Agung Nugroho: Proteksi Sosial Harus Bersama-Sama Kita Tingkatkan

Marhaenist - Acara Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun KSPSI yang ke 50…

‎Layangkan Surat Permohonan Hearing, GMNI Inhil Minta ke Kejari Membahas Secara Terbuka Dugaan Korupsi KPUD Inhil

Marhaenist.id, Tembilahan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?