By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Kurs di Atas Piring Rakyat: Membedah Regulatory Capture dan Fondasi Sosio-Demokrasi
DPC GMNI Jakarta Barat Gelar Nobar “Pesta Babi”, 150 Peserta Soroti Gagalnya Reformasi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPK GMNI FAPERTASAINSTEK UNARS Situbondo Kritisi Penulisan Ulang Sejarah: ‘Siapa yang Mengontrol Narasi, Mengontrol Ingatan Kolektif?’

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 22 Juni 2025 | 22:19 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Stempel DPK GMNI Faperta-Sainstek UNARS Situbondo/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Situbondo : Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Pertanian dan Teknologi Sains (FAPERTASAINSTEK) Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo secara resmi menyatakan sikap kritis terhadap upaya penulisan ulang sejarah yang dinilai mengabdi pada kekuasaan dan menjauh dari kebenaran rakyat.

Dengan mengangkat tema “Sejarah sebagai Alat Kekuasaan: Siapa yang Mengontrol Narasi, Mengontrol Ingatan Kolektif?”, GMNI menyoroti bahaya sejarah yang dipolitisasi sebagai alat pembenaran kekuasaan, serta menolak narasi tunggal yang mendominasi historiografi Indonesia.

“Sejarah tidak pernah netral. Ia ditulis oleh yang berkuasa, dan seringkali menghapus suara mereka yang tertindas. Jika kita membiarkan narasi sejarah dikuasai oleh elite, maka kita sedang membiarkan ingatan kolektif kita dibentuk oleh kebohongan,” tegas Hazriel, Ketua DPK GMNI FAPERTASAINSTEK UNARS Situbondo, Minggu (22/6/2025).

Lima Poin Pernyataan Sikap

Dalam rilis resminya, DPK GMNI FAPERTASAINSTEK UNARS Situbondo menegaskan lima poin sikap tentang penulisan kembali sejarah bangsa:

1. Menolak monopoli sejarah oleh negara atau elite tertentu yang menghapus peran rakyat dan kelompok marginal dari narasi besar bangsa.

2. Mengecam pengaburan pelanggaran HAM dan kekerasan negara, termasuk peristiwa 1965 dan Reformasi 1998, dari buku-buku dan kurikulum sejarah resmi.

3. Menuntut penulisan sejarah yang kritis, terbuka, dan berpihak pada kebenaran, berdasarkan suara korban dan fakta lapangan, bukan hanya dokumen negara.

4. Mendorong dekolonisasi historiografi nasional, dengan membongkar warisan narasi kolonial yang masih membentuk pola pikir institusional.

5. Mengajak mahasiswa dan akademisi untuk menjadi bagian dari gerakan melawan narasi dominan yang menindas dan membatasi pemahaman sejarah yang adil.

Ajak Mahasiswa Bangkit dan Membaca Ulang Sejarah Secara Kritis!

DPK GMNI FAPERTASAINSTEK UNARS Situbondo menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sejarah untuk tidak tunduk pada narasi kekuasaan yang menyesatkan. Sejarah harus menjadi alat pembebasan, bukan propaganda.

Baca Juga:   DPC GMNI Palembang Siap Dampingi Masyarakat dalam Kasus Drainase Tersumbat Akibat Ulah Developer

“Sebagai bagian dari gerakan nasionalis dan progresif, GMNI akan terus mendorong kajian kritis sejarah, membela suara yang dibungkam, dan melawan pelupaan yang disengaja oleh penguasa,” pungkas Hazriel.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Senin, 18 Mei 2026 | 23:28 WIB
Kurs di Atas Piring Rakyat: Membedah Regulatory Capture dan Fondasi Sosio-Demokrasi
Senin, 18 Mei 2026 | 18:27 WIB
DPC GMNI Jakarta Barat Gelar Nobar “Pesta Babi”, 150 Peserta Soroti Gagalnya Reformasi
Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

SPMB 2025 di Banten: Ketika Pendidikan Jadi Kantor Pos Wakil Rakyat

Marhaenist.id - Di tengah hiruk-pikuk Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) 2025…

Alumni GMNI Waingapu.

Mari Satukan Langkah dan Hentikan Kebiasaan Mewariskan Perpecahan di GMNI!!!

Marhaenist.id - Sebagai alumni GMNI, saya merasa terpanggil untuk menyampaikan kegelisahan ini.…

Refleksi Hari Jadi Kabupaten Rohul Ke-26 Tahun, GMNI: Momentum Evaluasi Pembangunan dan Penguatan Nasionalisme Kerakyatan

Marhaenist.id, Pasir Pengaraian - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Rokan…

Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang

Marhaenist.id - Permasalahan SPPG yang Menggantung Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

Alexander Pekuali (Ketua Umum HIPMA Flobamora)/MARHAENIST.

Gubernur NTT Menyerbu Kampung Adat: Transisi Energi atau Kolonialisme Baru?

Marhaenist.id – Kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena,…

Toleransi Beragama: Jalan Hidup Damai Antar Umat Beragama di Indonesia

Marhaenist.id - Ketika anda menganggap pemeluk agama lain adalah sesat, memangnya mereka…

GMNI Kiamat?

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pernah berdiri gagah sebagai kawah…

Foto: Saat Bung Karno jatuh sakit dan saat Bung Karno wafat/MARHARNIST.

Ironi, Bung Karno Bapak Proklamator Kemerdekaan yang Diakhir Hayatnya Malah Diperkosa Kemerdekaannya

Marhaenist.id - Kalah itu Bung Karno kesakitan. Ia berteriak "Sakit....Sakit ya Allah...Sakit...!"…

Pertumbuhan Ekonomi Yang Menyisakan Luka Sosial dan Ekologis

Marhaenist.id - Di tengah hiruk-pikuk angka pertumbuhan ekonomi, Indonesia kembali dihadapkan pada…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?