By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Hadapi Acaman Karena RTH, GMNI Jaktim Advokasi Pedagang UMKM di Kawasan Industri Pulogadung

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 19 Maret 2025 | 13:10 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
DPC GMNI Jakarta Timur saat melalukan Advokasi terhadap Para Pedagang UMKM di Pulogadung/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur (Jaktim) merespon adanya penggusuran Pedagang Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) akibat adanya pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Industri Pulogadung oleh PT. JIEP.

Respon tersebut ditunjukan dengan turun langsung dilapangan dengan melakukan Advokasi kepada Para Pedagang UMKM dalam menghadapi ancaman penggusuran sepihak oleh PT. JIEP di Kawasan Industri Pulogadung tersebut, Rabu (19/3/2025).

Sekretaris DPC GMNI Jaktim, Aqil, bersama Ketua Bidang Advokasi dan Hukum, Reza, turut hadir dalam kegiatan advokasi pedagang UMKM yang sedang menghadapi ancaman pengusiran sepihak oleh PT. JIEP di Kawasan Industri Pulogadung.

Kehadiran mereka merupakan bentuk solidaritas serta komitmen GMNI dalam membela hak-hak rakyat kecil, khususnya pelaku UMKM yang menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut.

Dalam pertemuan itu, para pedagang menyampaikan keresahan mereka terhadap kebijakan PT. JIEP yang berencana menggusur tempat mereka berdagang dengan dalih pembangunan RTH.

Mereka menganggap kebijakan ini tidak adil, mengingat kawasan industri Pulogadung dipenuhi pabrik dan bangunan beton, sementara justru ruang usaha rakyat kecil yang menjadi sasaran penggusuran.

Reza, selaku Ketua Bidang Advokasi dan Hukum GMNI Jaktim, memberikan arahan hukum kepada para pedagang agar mereka memahami hak-hak mereka dalam menghadapi rencana penggusuran ini.

Ia menjelaskan bahwa setiap tindakan penggusuran harus memenuhi prosedur hukum yang jelas, termasuk adanya sosialisasi, kompensasi yang layak, serta solusi relokasi yang manusiawi.

“Pedagang memiliki hak untuk mendapatkan kepastian hukum atas tempat mereka mencari nafkah. Jika penggusuran dilakukan tanpa dialog dan tanpa solusi yang adil, maka itu bisa dikategorikan sebagai tindakan sewenang-wenang. Kami dari GMNI Jaktim siap mendampingi secara hukum apabila pedagang mengalami ketidakadilan dalam proses ini,” ujar Reza.

Baca Juga:   Menjawab Klaim ke PDIP, GMNI Tegas Mengatakan Bahwa Ia adalah Organisasi Independen

Sementara itu, Aqil menegaskan bahwa pembangunan Ruang Terbuka Hijau tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan rakyat kecil.

“Lingkungan memang penting, tetapi keadilan sosial bagi mereka yang berjuang untuk hidup juga tidak boleh diabaikan. Jika penghijauan menjadi alasan, mengapa bukan pabrik besar yang dikorbankan? Mengapa selalu rakyat kecil yang harus mengalah?,” tegasnya.

Didalam media sosialnya, DPC GMNI Jaktim juga mempertanyakan tentang keadilan penggusuran para pedagang UMKM atas pembangunan RTH di Pulogadung, sementara bangunan-bangunan besar yakni deretan pabrik-pabrik tidak terkena dampak.

“Lucunya, di antara deretan pabrik dan gedung beton, justru pedagang kecil yang dianggap sebagai penghalang penghijauan. Seakan-akan keadilan bisa tumbuh di atas hilangnya mata pencaharian rakyat kecil. Jika lingkungan benar-benar jadi prioritas, kenapa yang dikorbankan selalu mereka yang paling lemah,” kata mereka.

DPC GMNI Jakarta Timur berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini dan memastikan bahwa para pedagang mendapatkan perlindungan hukum yang layak.

Advokasi ini bukan hanya tentang mempertahankan tempat usaha, tetapi juga memperjuangkan hak hidup dan keadilan bagi mereka yang selama ini berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian di kawasan tersebut.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:01 WIB
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Peduli Nelayan Kerang Dara vs PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Akankah Suara Nelayan Terdengar?

Marhaenist.id - Demo yang dilakukan Aliansi Peduli Nelayan Kerang Dara terhadap PT Pertamina…

DPD GMNI Sulbar Minta Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Perusda Milik Pemprov

Marhaenist.id, Mamuju - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar) memanggil mantan Gubernur…

Menjadikan Organisasi sebagai Ratu Adil

Marhaenist.id - Fenomena influencer politik yang beberapa waktu belakangan ini ramai menjadi…

Bung Karno: Roh dan Semangat Muda adalah Dasar Mencapai Tujuan

Marhaenist.id - Semangat juang tidak boleh mati dalam jiwa setiap pemuda. Roh…

Agama Pembebasan: Melawan Kesalehan yang Membunuh Kemanusiaan

Marhaenist.id - Di tengah gegap gempita kesalehan yang dipajang seperti etalase perhiasan,…

Menyatukan Barisan: Seruan Kader DPK GMNI FKIP Universitas Khairun Ternate untuk Merumuskan Strategi Kolektif Menghadapi Polemik DPP

Marhaenist.id - Sebagai kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari Komisariat Fakultas…

Pemerintah Harus Siapkan Jaminan Sosial Menyeluruh Bagi Masyarakat Miskin Ekstrem

Marhaenist - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA…

Arief Hidayat Terpilih Sebagai Ketua Umum PA GMNI 2021-2026

Marhaenist - Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia memilih secara…

Jelang Pesta Demokrasi, GMNI Ajak Masyarakat Kawal Pilkada Damai di Wakatobi

Marhaenist.id, Wanci - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?