By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNIOpini

Menyatukan Barisan: Seruan Kader DPK GMNI FKIP Universitas Khairun Ternate untuk Merumuskan Strategi Kolektif Menghadapi Polemik DPP

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 7 Agustus 2025 | 11:55 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Foto: Hairun Yusup dari DPK FKIP Universitas Khairun Ternate/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sebagai kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari Komisariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun Ternate, saya merasa perlu menyampaikan sikap dan pemikiran dalam menyikapi situasi organisasi kita hari ini—sebuah organisasi besar yang tidak hanya dibentuk oleh sejarah, tetapi juga ditopang oleh cita-cita dan idealisme Marhaenisme yang menjadi denyut nadi perjuangannya.

Polemik yang terjadi di tubuh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI saat ini menjadi kekhawatiran bersama. Namun di tengah kekhawatiran itu, kita tidak boleh larut dalam pusaran konflik yang memperuncing perpecahan, apalagi jika itu hanya berkutat pada soal “kubu A” atau “kubu B”. GMNI bukan milik segelintir elite yang bersaing memperebutkan posisi strategis di pusat. GMNI adalah rumah ideologi, rumah perjuangan, dan rumah pembentukan karakter kader bangsa yang selama ini tumbuh dari akar-akar komisariat dan DPK.
Maka dari itu, saya mengajak seluruh DPK GMNI yang ada di Kota Ternate—dan bahkan di luar sana—untuk menyadari bahwa polemik pusat adalah tanggung jawab kita bersama, bukan untuk memperbesar jurang perpecahan, tetapi sebagai pemantik untuk menyatukan kekuatan kita, menyusun strategi bersama, dan mengarahkan langkah menuju pemulihan marwah organisasi.

Perpecahan yang terjadi di pusat seharusnya tidak membuat kita kehilangan arah dan prinsip. Dalam situasi seperti ini, DPK memiliki peran sentral sebagai penjaga ruh perjuangan. DPK bukanlah subordinat yang hanya menunggu keputusan dari atas, tetapi merupakan tulang punggung utama dari keberlangsungan organisasi di level akar rumput. Jika DPK kuat, maka organisasi tetap hidup, bahkan ketika pusat sedang berada di tengah badai.
Oleh karena itu, saya mengajak seluruh DPK GMNI sekota Ternate untuk menyelenggarakan konsolidasi terbuka. Konsolidasi ini bukan untuk memperbincangkan siapa yang benar atau siapa yang salah dalam polemik DPP, tetapi untuk menyusun narasi bersama: bahwa GMNI harus bersatu, bukan terpecah; bahwa cita-cita perjuangan harus kita jaga, bukan kita reduksi ke dalam konflik elit yang tak menyentuh akar gerakan.

Baca Juga:   Wujudkan Generasi Emas 2045, DPD GMNI Sulbar Gelar Konferda Ke-II

GMNI adalah organisasi ideologis. Maka semua langkah kita harus bertumpu pada nilai-nilai Marhaenisme, bukan pada ambisi kekuasaan. Kita harus ingat bahwa dalam Marhaenisme, rakyat kecil yang tertindas adalah pusat perjuangan. Jadi, bagaimana mungkin kita bisa memperjuangkan rakyat jika kita sendiri sibuk bertengkar dan saling menuding di internal.

Langkah pertama yang harus kita ambil sebagai DPK sekota Ternate adalah menyelenggarakan forum konsolidasi yang membahas arah politik organisasi secara kolektif. Dalam forum ini, kita bisa membahas strategi jangka pendek dan panjang untuk memperkuat basis kaderisasi, memperkuat ideologi di internal, dan mempersiapkan regenerasi yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga secara moral dan ideologis.

Kita tidak boleh membiarkan satu DPK bekerja sendiri. Kita harus menyambung komunikasi, membuka ruang diskusi lintas komisariat, dan menciptakan kultur organisasi yang inklusif. Dengan begitu, GMNI tidak akan lagi menjadi ladang konflik internal, tapi menjadi taman ide yang subur, tempat kader-kader berpikir bebas dan bertindak taktis.

Pernyataan ini bukan tentang memilih kubu, melainkan menyerukan rekonsiliasi dan reformasi internal. Kita ingin organisasi ini tetap utuh, kembali pada jalur perjuangan sejati, dan menolak segala bentuk manipulasi elit yang menjauhkan organisasi dari kadernya.

Saya sadar bahwa sebagian kader sudah terlanjur kecewa, bahkan mungkin merasa muak dengan konflik yang tak kunjung selesai. Tapi kekecewaan itu tidak boleh menjadi alasan untuk diam. Justru sekarang adalah waktunya kader-kader akar rumput untuk bersuara, mengambil peran, dan menuntut perbaikan.
Kita harus menolak segala bentuk polarisasi yang hanya membuat kita saling curiga. GMNI tidak boleh menjadi organisasi yang digerakkan oleh politik praktis atau kepentingan jangka pendek. GMNI harus tetap menjadi rumah perjuangan ideologis yang berlandaskan pada ajaran Bung Karno.
Dan karena itu pula, saya menyerukan kepada seluruh DPK GMNI sekota Ternate untuk mengambil sikap: mari kita hentikan wacana soal kubu ini dan maka dari itu saya mengajak bung dan sarjana untuk bagemna memikirkan persatuan organisasi dan arah perjuangan ke depan.

Baca Juga:   Keraton Surakarta dan Gagasan Negara Kebudayaan Soekarno

Polemik di pusat adalah ujian sejarah bagi GMNI. Ujian ini akan menentukan apakah kita tetap bisa berdiri sebagai organisasi yang kokoh, atau runtuh menjadi alat kekuasaan yang tercerai-berai. Jawabannya tergantung pada kita, para kader di DPK.

Sebagai kader GMNI FKIP, saya percaya bahwa masa depan organisasi ini tidak ditentukan oleh siapa yang memimpin di pusat, tetapi oleh seberapa kuat akar kaderisasi di tingkat bawah, seberapa besar semangat persatuan kita, dan seberapa teguh kita mempertahankan nilai-nilai ideologis yang menjadi fondasi gerakan ini.

Mari kita susun strategi bersama, kita bangun kekuatan dari bawah, dan kita pastikan bahwa GMNI tetap menjadi organisasi yang progresif, revolusioner, dan berwatak kerakyatan.

GMNI jaya…!
Marhaen menang…!!
Pejuang pemikiran – Pemikiran pejuang…!!!

Merdeka….!!!!


Penulis: Hairun Yusup, Kader DPK FKIP Universitas Khairun Ternate.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

Marhaenist.id - Demokrasi modern bertumpu pada satu prinsip utama: kedaulatan berada di…

Gelar FGD, DPC GMNI Kendari Ajak Kaum Milenial Cerdas Dalam Bermedia Sosial

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Tantang Debat Terbuka Ketua DPRD Lebak

MARHAENIST - DPK GMNI Fisip USBR dan DPK GMNI Akuntansi Unilam Rangkasbitung…

‎Dugaan 22 Anak SD Keracunan Makanan dari Program MBG, Ketua GMNI Inhil: Kurangnya Kontrol Pihak Terkait

Maehaenist.id, Tembilahan – Sebanyak 22 siswa Sekolah Dasar di Tembilahan diduga mengalami keracunan…

Perhitungan Suara Telah Usai, Ahmad Safei dan PDIP Sultra Amankan 1 Kursi DPR RI

Marhaenist.id, Kendari - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) telah mengamankan satu kursi Dewan…

Fotografer Anadolu Raih Juara Lomba Fotografi di Uni Emirat Arab

Marhaenist.id, Dubai - Fotografer jurnalistik Anadolu, Ali Jadallah, meraih juara pertama pada…

GMNI Tidak Harus Anti Kepada Seseorang Yang Mau Berbuat Baik dan Mau Bersama GMNI

Marhaenist.id - Saya menambahkan beberapa hal dari tulisan "GMNI WAJIB TOLAK KADER…

Puluhan Ribu Warga Manado Dukung Ganjar Basmi Korupsi

Marhaenist.id, Manado - Puluhan ribu warga memadati lapangan KONI Manado, Sulawesi Utara…

Seleksi CPNS Akan Segera Dibuka, Siapkan Dirimu Ini Jadwal Pendaftarannya

Marhaenist - Pendaftaran CPNS 2024 dikabarkan akan mulai dibuka pada bulan Juli.…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?