By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNIOpini

Menyatukan Barisan: Seruan Kader DPK GMNI FKIP Universitas Khairun Ternate untuk Merumuskan Strategi Kolektif Menghadapi Polemik DPP

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 7 Agustus 2025 | 11:55 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Foto: Hairun Yusup dari DPK FKIP Universitas Khairun Ternate/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sebagai kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari Komisariat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun Ternate, saya merasa perlu menyampaikan sikap dan pemikiran dalam menyikapi situasi organisasi kita hari ini—sebuah organisasi besar yang tidak hanya dibentuk oleh sejarah, tetapi juga ditopang oleh cita-cita dan idealisme Marhaenisme yang menjadi denyut nadi perjuangannya.

Polemik yang terjadi di tubuh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI saat ini menjadi kekhawatiran bersama. Namun di tengah kekhawatiran itu, kita tidak boleh larut dalam pusaran konflik yang memperuncing perpecahan, apalagi jika itu hanya berkutat pada soal “kubu A” atau “kubu B”. GMNI bukan milik segelintir elite yang bersaing memperebutkan posisi strategis di pusat. GMNI adalah rumah ideologi, rumah perjuangan, dan rumah pembentukan karakter kader bangsa yang selama ini tumbuh dari akar-akar komisariat dan DPK.
Maka dari itu, saya mengajak seluruh DPK GMNI yang ada di Kota Ternate—dan bahkan di luar sana—untuk menyadari bahwa polemik pusat adalah tanggung jawab kita bersama, bukan untuk memperbesar jurang perpecahan, tetapi sebagai pemantik untuk menyatukan kekuatan kita, menyusun strategi bersama, dan mengarahkan langkah menuju pemulihan marwah organisasi.

Perpecahan yang terjadi di pusat seharusnya tidak membuat kita kehilangan arah dan prinsip. Dalam situasi seperti ini, DPK memiliki peran sentral sebagai penjaga ruh perjuangan. DPK bukanlah subordinat yang hanya menunggu keputusan dari atas, tetapi merupakan tulang punggung utama dari keberlangsungan organisasi di level akar rumput. Jika DPK kuat, maka organisasi tetap hidup, bahkan ketika pusat sedang berada di tengah badai.
Oleh karena itu, saya mengajak seluruh DPK GMNI sekota Ternate untuk menyelenggarakan konsolidasi terbuka. Konsolidasi ini bukan untuk memperbincangkan siapa yang benar atau siapa yang salah dalam polemik DPP, tetapi untuk menyusun narasi bersama: bahwa GMNI harus bersatu, bukan terpecah; bahwa cita-cita perjuangan harus kita jaga, bukan kita reduksi ke dalam konflik elit yang tak menyentuh akar gerakan.

Baca Juga:   Pernyataan Sikap GMNI Jaksel: Cabut UU TNI dan RUU Kepolisian Negara serta Mendesak Reformasi Kepolisian yang Demokratis

GMNI adalah organisasi ideologis. Maka semua langkah kita harus bertumpu pada nilai-nilai Marhaenisme, bukan pada ambisi kekuasaan. Kita harus ingat bahwa dalam Marhaenisme, rakyat kecil yang tertindas adalah pusat perjuangan. Jadi, bagaimana mungkin kita bisa memperjuangkan rakyat jika kita sendiri sibuk bertengkar dan saling menuding di internal.

Langkah pertama yang harus kita ambil sebagai DPK sekota Ternate adalah menyelenggarakan forum konsolidasi yang membahas arah politik organisasi secara kolektif. Dalam forum ini, kita bisa membahas strategi jangka pendek dan panjang untuk memperkuat basis kaderisasi, memperkuat ideologi di internal, dan mempersiapkan regenerasi yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga secara moral dan ideologis.

Kita tidak boleh membiarkan satu DPK bekerja sendiri. Kita harus menyambung komunikasi, membuka ruang diskusi lintas komisariat, dan menciptakan kultur organisasi yang inklusif. Dengan begitu, GMNI tidak akan lagi menjadi ladang konflik internal, tapi menjadi taman ide yang subur, tempat kader-kader berpikir bebas dan bertindak taktis.

Pernyataan ini bukan tentang memilih kubu, melainkan menyerukan rekonsiliasi dan reformasi internal. Kita ingin organisasi ini tetap utuh, kembali pada jalur perjuangan sejati, dan menolak segala bentuk manipulasi elit yang menjauhkan organisasi dari kadernya.

Saya sadar bahwa sebagian kader sudah terlanjur kecewa, bahkan mungkin merasa muak dengan konflik yang tak kunjung selesai. Tapi kekecewaan itu tidak boleh menjadi alasan untuk diam. Justru sekarang adalah waktunya kader-kader akar rumput untuk bersuara, mengambil peran, dan menuntut perbaikan.
Kita harus menolak segala bentuk polarisasi yang hanya membuat kita saling curiga. GMNI tidak boleh menjadi organisasi yang digerakkan oleh politik praktis atau kepentingan jangka pendek. GMNI harus tetap menjadi rumah perjuangan ideologis yang berlandaskan pada ajaran Bung Karno.
Dan karena itu pula, saya menyerukan kepada seluruh DPK GMNI sekota Ternate untuk mengambil sikap: mari kita hentikan wacana soal kubu ini dan maka dari itu saya mengajak bung dan sarjana untuk bagemna memikirkan persatuan organisasi dan arah perjuangan ke depan.

Baca Juga:   GMNI Jaksel Tuntut Polri Usut Tuntas Skandal Mobil Mewah 5 Direksi PT ATPI

Polemik di pusat adalah ujian sejarah bagi GMNI. Ujian ini akan menentukan apakah kita tetap bisa berdiri sebagai organisasi yang kokoh, atau runtuh menjadi alat kekuasaan yang tercerai-berai. Jawabannya tergantung pada kita, para kader di DPK.

Sebagai kader GMNI FKIP, saya percaya bahwa masa depan organisasi ini tidak ditentukan oleh siapa yang memimpin di pusat, tetapi oleh seberapa kuat akar kaderisasi di tingkat bawah, seberapa besar semangat persatuan kita, dan seberapa teguh kita mempertahankan nilai-nilai ideologis yang menjadi fondasi gerakan ini.

Mari kita susun strategi bersama, kita bangun kekuatan dari bawah, dan kita pastikan bahwa GMNI tetap menjadi organisasi yang progresif, revolusioner, dan berwatak kerakyatan.

GMNI jaya…!
Marhaen menang…!!
Pejuang pemikiran – Pemikiran pejuang…!!!

Merdeka….!!!!


Penulis: Hairun Yusup, Kader DPK FKIP Universitas Khairun Ternate.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Kamis, 15 Januari 2026 | 15:13 WIB
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08 WIB
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:03 WIB
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:27 WIB
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:55 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Hendak Unras, Belasan Anggota GMNI Dianiaya OTK yang Diduga Dilakukan Preman Bayaran Bea Cukai Batam

Marhaenist.id, Batam - Belasan Pengujuk Rasa dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan…

GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal

Marhaenist.id, Pasaman – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Inspirasi Juang Makmurkan Marhaen Indonesia: Terapkan Pajak Harta Bukan Naikkan PPN

Marhaenist.id - Salah satu tujuan utama diterapkan pajak oleh negara adalah untuk keadilan.…

Konsep “Partai Perorangan” PSI

Marhaenist.id - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) selama ini dikenal sebagai partai yang…

GMNI Dibelah-Belah, Tanggungjawab!!!

Marhaenist.id - Perpecahan dalam tubuh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menurut saya bukanlah…

DPC GMNI Binjai Beri Raport Merah Terhadap Kinerja Kadis PUPR Kota

Marhaenist.id, Binjai - Raport merah sebagai kinerja buruk sepertinya cocok diberikan oleh…

Guntur Soekarno, Marhaenisme dan Karakter Bangsa

"Kesejahteraan tak akan terwujud bila tidak ada penguatan dan persatuan jiwa bangsa.…

Atikoh Sapa Warga dan Tokoh Masyarakat Se-Jombang: Ajak Awasi Pemilu

Marhaenist.id, Jombang - Siti Atikoh Suprianti, istri calon Presiden RI Ganjar Pranowo mengajak…

Rezim Hibrida Prabowo

MARHAENIST - Rezim hibrida adalah rezim kekuasaan yang memiliki semua institusi demokrasi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?