By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Krisis Penyerapan Susu Lokal Menuai Aksi Simbolis Mandi Susu di Boyolali

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Rabu, 27 November 2024 | 00:01 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Aksi Mandi Susu di Boyolali, Jawa Tengah (9/11/2024). (Sumber Foto: Kumparan)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sabtu (9/11/2024) lalu terjadi aksi simbolis mandi susu di Tugu Susu Tumpah, Boyolali, Jawa Tengah. Hal ini terjadi lantaran banyaknya susu dari peternakan di Kabupaten Boyolali tidak terserap oleh pelaku Industri Pengolahan Susu (IPS) karena mereka lebih memilih mengambil susu produk impor dan membuat susu lokal banyak terbuang karena basi.

Terkait peristiwa tersebut banyak sekali komentar negatif yang diterima para peternak sapi perah Boyolali bukan malah mendapatkan dukungan, mulai dari pernyataan aksi tersebut mubazir dan menyarankan peternakan membagikannya. Selain itu juga ada yang menyampaikan aksi itu tidak mencerminkan selayaknya orang beragama. Dengan adanya pembatasan penyerapan susu lokal, susu lokal yang diproduksi sebesar 200 ton perhari sebagian dibagikan ke masyarakat secara gratis akan tetapi hal ini memicu keresahan peternak karena mereka kehilangan potensi pendapatan yang signifikan.

Bagaimana dengan program susu gratis Prabowo Gibran? Bukannya ini mejadi angin segar bagi para peternak sapi perah? namun kenyataannya menurut data dari badan pusat statistik Indonesia saat ini gencar melakukan impor susu. Data susu impor dengan rentang waktu Januari-Oktober 2024 volume impor susu tercatat mencapai 257.300 ton. Angka ini meningkat 7,07 persen dibanding tahun 2023 yang mencapai 240.300 ton.

Menyikapi Peristiwa tersebut Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah mereka menyampaikan bahwasannya perihal susu sapi yang tidak terserap dari peternakan lokal karena ada peningkatan syarat kualitas susu sehingga terjadi penumpukan setoran susu lokal di Industri Pengolahan Susu (IPS). Respon cepat dilakukan oleh Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian RI dan menekankan secara tegas bagi Industri Pengolahan Susu (IPS) wajib menyerap susu lokal dari peternakan sapi perah di Indonesia kecuali susu yang memang rusak.

Baca Juga:   Pertumbuhan Ekonomi Yang Menyisakan Luka Sosial dan Ekologis

Seharusnya terdapat beberapa langkah yang bisa kita lakukan sebagai cerminan Mahasiswa Kedokteran Hewan untuk mengatasi persoalan tersebut dengan cara:

Mendukung penuh dan menghargai para peternak sapi perah Boyolali yang terus bekerja dalam situasi tidak menguntungkan. Pengorbanan dalam menyediakan pasokan susu segar yang melimpah harus mendapat perhatian yang lebih serius dari semua pihak, terutama Industri Pengolahan Susu (IPS).

Sebagai Mahasiswa Kedokteran Hewan yang peduli terhadap kesejahteraan hewan dan keberlanjutan industri peternakan, seluruh stekholder yang terlibat harus mewajibkan Industri Pengolahan Susu (IPS) untuk melakukan penyerapan susu lokal yang masih layak dengan maksimal, kebijakan ini harus diimplementasikan secara tegas agar peternak sapi perah tidak lagi dirugikan dan produksi susu lokal tetap berjalan dengan baik. Kemudian mendukung program peningkatan kualitas susu lokal dengan menyediakan pelatihan dan teknologi yang tepat kepada peternak, agar susu yang dihasilkan memenuhi standar industri, namun tetap memperhatikan kesejahteraan hewan.

Menolak secara tegas ketergantungan pada susu impor, berdasarkan data dari badan pusat statistik mengenai peningkatan angka susu impor, saya menilai bahwa kebijakan tersebut berdampak buruk terhadap keberlanjutan industri peternakan sapi perah lokal.

Dalam pandangan Kedokteran Hewan hal yang harus diperhatikan juga mengenaipentingnya pengelolaan kesehatan hewan yang baik dalam meningkatkan produksi susu yang berkualitas, mendukung kebijakan yang mengedepankan pengawasan kesehatan ternak secara ketat, mendorong pengembangan riset di bidang kedokteran hewan untuk menemukan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan ternak yang dapat mengurangi produktivitas susu.

Harapan kedepan terhadap pemerintah terkait beberapa langkah yang telah disampaikan tadi dapat diimplementasikan dan tentunya dijalankan secara konsisten di seluruh Indonesia, termasuk di Boyolali.


Penulis: Dexa Ramadhani, Ketua Komisariat GmnI FKH UWKS Surabaya dan Sekjen PB IMAKAHI 2023-2024.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

JAMKI Bedah Mandeknya Pemberantasan Korupsi, Firman Tendri Masengi: Hukum Bergerak atas Tekanan Opini Publik dan Viralitas Media Sosial

Marhaenist.id, Jakarta — Mandeknya pemberantasan korupsi di Indonesia kembali disorot dalam Diskusi Publik…

6 Orang Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Terkait Tragedi Kanjuruhan

Marhaenist - Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, yang menewaskan 131 orang…

GMNI Jaksel: Tangkap dan Adili Jokowi! Tolak RUU Polri dan KUHAP! Copot Kapolri!

Marhaenist.id - Rezim Otoriter Jokowi Harus Bertanggung Jawab Atas Krisis Hukum, Ekonomi,…

Erosi dari Dalam: Penyebab Utama Runtuhnya Partai Politik Besar

Marhaenist.id - Dalam sejarah politik, partai besar jarang runtuh karena serangan dari…

Warga Jabar Titip Harapan di Pundak Ganjar; Jangan Lupakan Rakyat Kecil

Marhaenist.id, Cirebon - Stadion Bima Cirebon penuh sesak, Sabtu (27/1/2024). Bukan karena…

Masyarakat Burnout: Dari Disipliner ke Pasca-Disipliner

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Hidup di Tengah Kelelahan Kolektif: Kita hidup dalam zaman…

Dilanda Banjir, Poros Rakyat Salurkan Bantuan 1 Ton Beras ke Masyarakat Kecamatan Nosu Kabupaten Mamasa

Marhaenist.id, Mamasa - Poros Rakyat Mamasa yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional…

GMNI Sampaikan Seruan Matinya Demokrasi di Makam Bung Karno Blitar

Marhaenist.id, Blitar - Solidaritas Pejuang-Pemikir Pemikir-Pejuang membuat Seruan Kebanggsaan Indonesia Berkabung; Matinya…

IKN Dorong PA GMNI Balikpapan Ajarkan Pemuda Semangat Gotong Royong dan Kembangkan Pertanian

Marhaenist - Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) kota Balikpapan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?