By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Sambut HUT Ke-16, GMNI Gelar Aksi Evaluasi Kinerja Pemkot Tangsel

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 19 November 2024 | 10:50 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: GMNI Kota Tangsel saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemkot Tangsel, Senin (18/11/2024)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Tangsel – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangsel dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangsel yang ke-16, Senin (18/11/2024).

Dalam aksi itu, Ketua GMNI Kota Tangsel, Kriston Haluya Situmorang mengutarakan kekecewaan atas kinerja Pemkot Tangsel yang dianggap belum maksimal dalam berkinerja, dimana ada permasalahan yang terus berulang dan tidak mampu ditangani dengan baik selama 16 Tahun sejak Kota Tangsel Berdiri.

“Hal ini telah menjadi catatan serius sebab menyangkut hajat hidup seluruh masyarakat Kota Tangsel dan perlu adanya sebuah evaluasi terhadap kinerja kepemimpinan Pemkot Tangsel agar persoalan-persoalan yang ada di Kota Tangsel dapat secepatnya diselesaikan,” ujar Kriston sapaan akrabnya kepada awak media.

Dalam momentum tersebut, dikatakan Kriston bahwa GMNI Kota Tangsel melakukan aksi unjuk rasa bukan semata-mata hanya untuk memeriahkan peringatan HUT Kota Tangsel ke-16 tetapi jauh lebih dalam, yaitu memberikan satu peringatan kepada Pemkot Tangsel atas segala persoalan yang ada.

“Dengan segala keresahan dan kegelisahan, kami DPC GMNI Kota Tangsel akan memberikan satu pantikan Refleksi dan Pengingat Kepada Pemkot Tangsel dan pemberitahuan Kepada seluruh masyarakat Kota Tangsel bahwa segala persoalan yang ada di Kota Tangsel harus segera di selesaikan dalam momentum menuju HUT Kota Tangsel ke-16,” sambung Kriston.

Adapun dalam aksi yang dilakukan DPC GMNI Kota Tangsel mengangkat beberapa permasalahan-permasalahan yang penting diantaranya adalah:

1. Ketidak mampuan Pemkot Tangsel dalam menjalankan Perwal Nomor 58 Tahun 2019 yang membatasi jam Oprasional Truk Muatan Mulai Pukul 05:00 WIB-22:00 WIB.

2. Kekerasan di dunia pendidikan yang sering terjadi di Kota Tangsel. Pemkot dirasa belum mampu memberikan rasa aman serta nyaman terhadap ruang-ruang pendidikan di Kota Tangsel. Banyaknya Kasus Bullying, Kekerasan Seksual, Kekerasan yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa bahkan Oknum Guru terhadap muridnya.

Baca Juga:   Kader GMNI di Jatim Kritik Oknum yang Tolak Kongres Persatuan

3. Penanggulangan Sampah yang belum maksimal. diketahui bahwa TPA Cipeucang yang kerap Over Load dan adanya temuan TPA Ilegal di Kabupaten Tangerang dimana adanya dugaan sampah dalam TPA tersebut berasal dari Kota Tangsel.

4. Minimnya Ruang Terbuka Hijau di Kota Tangsel. Menurut Pasal 29 ayat 2 Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 dinyatakan secara jelas Porsi Ruang Terbuka Hijau Pada Wilayah Kota paling Sedikit 30% dari luas wilayah Kota, sedangkan dalam RKPD 2023 Kota Tangsel baru mencapai 4,31% sangat jauh dari presentase luas minimum.

5. Kemacetan lalulintas kerap terjadi dijalan-jalan yang berada dikota Tangsel, diakibatkannya tidak terintegrasinya modal transportasi umum di Tangsel dan jurangnya infrastruktur seperti JPO juga menjadi alasan terhambatnya laju kendaraan bermotor dan membahayakan bagi penyebrang jalan.

6. Polusi udara yang ada di Kota Tangsel yang buruk bahkan pernah masuk sebagai kota paling berpolusi di Indonesia, dibuktikan bahwa pada 2023 penderita ISPA di Kota Tangsel hampir mencapai 30.000.

7. Ketimpangan Pembangunan, Pemkot Tangsel dirasa lamban dalam melakukan Pembangunan Kota didaerah-daerah tertentu seperti Pamulang dan Ciputat. Karena dalam segi Pembangunan Pemkot tidak mampu bersaing dengan kawasan yang dikuasai oleh swasta sehingga ketimpangan pembangunan benar-benar terlihat nampak antara kawasan yang 100% dikelola oleh Pemerintah Kota dan Kawasan yang memiliki Campur tangan Pihak Swasta.

8. Kabel Semerawut menjadi masalah sebab kabel semerawut di Kota Tangsel dianggap dapat membahayakan karna berpotensi Kebakaran yang di akibatkan Arus Pendek Listrik.

9. Kekerasan Seksual hal ini perlu diperhatikan karna setiap masyarakat di Kota Tangsel wajib diberikan Rasa aman dan nyaman dalam hidup.

10. PT. PITS sebagai BUMD yang seharusnya dapat mendorong pendapatan Daerah justru menjadi beban sebab terus merugi. Menurut Informasi yang di dapat selama periode 2014-2021 PT. PITS terus merugi dan malah menjadi beban Pemda.

Baca Juga:   Sambut Pemimpin Baru, GMNI PPU Lakukan Evaluasi sebagai Kado Disektor Krusial

11. Kota Tangsel masih dikepung oleh Banjir, masalah ini disebabkan lalainya DSDABMBK Tangsel yang menyebabkan jebolnya turap sungai Perumahan Taman Mangu Indah di Kota Tangsel.

Ketua DPC GMNI Kota Tangsel itu juga mengatakan bahwa permasalahan yang ada hanyalah sebagian kecil dari permasalahan yang terjadi di Kota Tangsel dan ini harus menjadi program urgensi yang secepatnya harus diselesaikan dan tidak belarut-larut.

“Dengan Ini kami Mendorong Kepada Pemkot Tangsel untuk secepatnya berbenah dan mengevaluasi seluruh jajaran yang terkait terhadap permasalahan di Kota Tangsel, agar terwujudnya Kota Tangsel dengan motto Cerdas, Modern dan Religius,” tandas Kriston.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pertamina Perkuat Sinergi Dengan GMNI dan Cipayung Plus di Proyek RDMP Balikpapan

MARHAENIST - Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan dan…

Audiensi DPC GMNI Ogan Ilir: Sinergi Dengan Polres Untuk Keamanan Bersama

Marhaenist.id- Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa…

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu

Tiktoker Sebut Megawati Janda, GMNI: Itu Kekerasan Simbolik Terhadap Perempuan

Marhaenist - Video TikToker asal Lampung Bima Yudho Saputro kembali viral. Kali…

Peringati Hari Tani Nasional, GMNI Nisel Gelar Audiensi bersama ATR/BPN

Marhaenist.id, Nias Selatan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Kerawanan Perpres 75/2024 tentang Percepatan Pembangunan IKN

Marhaenist - Dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 75 Tahun 2024, terdapat kebijakan…

Tanggapi Isu-Isu Liar Mengenai Konflik Internal, DPC GMNI Kota Gorontalo: Proses Hukum Masih Berjalan

Marhaenist id, Gorontalo  — Di tengah dinamika hukum yang sedang dihadapi Dewan…

Matinya Pancasila di Bulan Juni

Marhaenist.id - Pagi belum benar-benar terang ketika Prabowo keluar dari rumah kayunya…

Gelar FDG, DPD PA GMNI Jakarta Raya Dorong Pemprov Lakukan Reforma Agraria Perkotaan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Ahmad Basarah Resmi Ditunjuk Jadi Jubir PDIP, Inilah Tugasnya!

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?