By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Ziarahi di Makam Bung Karno, Berdoa dan Menebar Kembang,: Semua Terasa Istimewa (Catatan Perjalanan DPP PA GMNI 1)

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 31 Oktober 2025 | 00:11 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: DPP PA GMNI saat berziarah ke Makam Bung Karno di Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bondogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur (Ist)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Blitar – Dewan  Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan perjalanan untuk ziarah ke Makam Bung Karno di Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bondogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur.

Dalam perjalanan mereka, tidak ada hal yang istimewa untuk hari Jumat 24 Oktober 2025. Namun untuk Bung Karno, Presiden RI pertama dan Proklamator Kemerdekaaan 17 Agustus 1945, semua hari menjadi terasa istimewa.

Meski begitu, terasa seperti ada sebuah kebetulan, hari Jumat (24/10/2025), ternyata menuju hari Sabtu yang dalam penanggalan Jawa, merupakan salah satu hari yang sakral.

Foto: DPP PA GMNI saat bergegas melakukan perjalanan untuk ziarah ke Makam Bung Karno di Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bondogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur (Ist)/MARHAENIST.

Hari Sabtu (25/10/2025), dalam kalender Jawa merupakan hari pasaran Kliwon dengan Weton Sabtu Kliwon. Jumlah neptu 17, tanggal 3 Jumadiawal 1959 Dal atau tanggal Hijriah 3 Jumadil Awal 1447 Hijriah.

“Ternyata ini hari yang istimewa dalam penanggalan Jawa,” tutur Prof Ganjar Razuni, salah satu pengurus DPP PA GMNI.

Semesta seperti bergerak mengarahkan arah waktu perjalanan, rombongan PA GMNI sampai ke Blitar pada Jumat malam menjelang waktu Sholat Isya. Dalam hitungan Jawa, Jumat malam itu sudah masuk dalam wilayah kosmologi Sabtu Kliwon, salah satu hari istimewa dan sakral tadi.

Apa yang dialami rombongan, makin menebalkan pada keyakinan, bahwa semua yang berhubungan dengan Bung Karno, memang menjadi terasa istimewa, baik kebetulan maupun tidak.

Maka Jumat malam yang masuk wilayah Sabtu Kliwon, maka semua berziarahi di Makam Bung Karno di Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bondogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur.

“Kami adalah rombongan para aktifis serta anggota Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional atau DPP PA GMNI. Tiba-tiba seperti ada yang menyatukan kesadaran kami untuk sampai pada satu kesepakatan dan agenda, berziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar.
Seperti ada yang mengingatkan. Tiba-tiba kami kepikiran untuk ziarah ke Makam Bung Karno,” tutur Abdy Yuhana, Sekjen DPP PA GMNI.

Baca Juga:   DPD PA GMNI Jakarta Raya Audiensi ke Gubernur DKI Jakarta: Siap Kawal Jakarta Menuju Kota Global yang Berkeadilan Sosial

“Setelah itu kontak satu sama lain, kemudian menghubungi Pak Sis. Gayung bersambut, rencana kami disambut antusias Pak Sis,” ujarnya.

Di Makam Bung Karno Kami berdoa bersama, menundukan kepala, hati dan pikiran di depan makam seorang tokoh dan sosok yang terbesar dalam sejarah Indonesia modern.

Menengadahkan tangan ke Tuhan, memohon keselamatan dan segala kebaikan akhirat kepada Bung Karno, dan tentu saja mendoakan keselamatan dan kejayaan Indonesia, lalu menutup doa dengan menebar bunga-bunga di atas pusarannya yang selalu beraroma wangi kembang tujuh rupa.

“Satu hal yang tak boleh lupa, kita mesti harus selalu menghormati dan menghargai Bung Karno. Tokoh paling determinan dalam sejarah kemerdekaan dan Indonesia modern,” tutur Pak Sis usai menaburkan kembang diatas pusaran makam.

Pak Sis, demikian, rombongan memanggil akrab namanya. Ia tokoh nasional yang cukup populer dan dikenal luas dalam lanskap sejarah Indonesia kontemporer.

Dr (HC) Ir. Siswono Yudho Husodo. Namanya melekat pada generasi tahun 80an, sebagai salah satu menteri pada Kabinet Pembangunan di era Presiden RI kedua, Soeharto.

Ia dikenal sebagai teknorat, pebisnis dan profesional yang aktif dalam politik. Bahkan namanya ada dalam momen-momen penting perjalanan sejarah modern Indonesia.

Misalnya saat memasuki masa reformasi, Siswono pernah mencalonkan diri sebagai wakil presiden bersama Amien Rais sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2005, pemilihan presiden pertama dalam sejarah politik Indonesia yang melalui mekanisme secara langsung, one man one vote.

Di masa Soeharto atau era Orde Baru, Pak Sis dua kali menjabat sebagai anggota Menteri pada Kabinet Pembangunan. Menteri Negara Perumahan Rakyat pada 1988 – 1993, kemudian menjadi Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan tahun 1993-1998.

Baca Juga:   Abdy Yuhana: Gelar Profesor Kehormatan Megawati Soekarnoputri dari Silk Road International University Perkokoh Pengakuan Dunia

Masyarakat, terutama dari generasi 80an, lebih mengingat Pak Sis yang kini berusia 82 tahun sejak kelahirannya di Long Iram, Kutai Barat, Kalimantan Timur, sebagai Menteri Perumahan Rakyat (Menpera).

Meski kelahiran Kalimantan, namun ia lahir dari keluarga Jawa, daerah Kebumen, Jawa Tengah selatan, masih masuk wilayah geo sub kultur Jawa Banyumas.

Masa kecilnya dihabiskan di Kendal, Jawa Tengah utara sebelum akhirnya di Jakarta, sampai hari ini di usianya yang ke 82 tahun.

Selain kesibukannya menekuni dunia bisnis dan aktifitas sosial, Pak Sis juga aktif di dunia Pendidikan. Kini menjabat sebagai Ketua Pembina Yayasan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP).
Pak Sis adalah pemimpin rombongan kami, dari PA GMNI yang menyempatkan waktu untuk satu agenda istimewa, berkunjung dan berziarah ke makam Bung Karno di Kota Blitar.***

Penuis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Sabtu, 11 April 2026 | 19:21 WIB
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 12:16 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Penetapan Diduga Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Belum Terjawab, GMNI Jaktim Desak Aparat Buka Fakta Hukum

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Jadi Pembicara Diskusi yang Digelar PA GMNI Jakarta Raya, Soni Sumarsono: Kota Global Harus Punya Ideologi Keadilan Sosial

Marhaenist.id, Jakarta - Penjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2016–2017, Soni Sumarsono, menegaskan…

Gelar Kongres Persatuan, DPC GMNI Ternate Dorong Adanya Rekonsoliasi Nasional

Marhaenist.id, Ternate - Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) akan segera mengelar Kongres…

PERADI Utama–PA GMNI Gelar Technical Meeting PKPA Beasiswa Batch I

Marhaenist.id - Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Beasiswa…

Tanggapi Isu-Isu Liar Mengenai Konflik Internal, DPC GMNI Kota Gorontalo: Proses Hukum Masih Berjalan

Marhaenist id, Gorontalo  — Di tengah dinamika hukum yang sedang dihadapi Dewan…

Monumen Burung Garuda Pancasila Menghadap Kedepan, PA GMNI Mojokerto Lapor Pihak Berwajib

Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mojokerto menyayangkan peristiwa peresmian…

Ganjar: Jaga Perdamaian, Gunakan Hak Pilih Tanpa Takut Ditekan

Marhaenist.id, Klaten - Lapangan Merdeka di Delangu Klaten mendadak ramai, Rabu (07/02/2023)…

Digadang akan Menggantikan Prof. Arief, Ini Deretan Kontroversi Adies Kadir!

Marhaenist.id - Wacana pergantian Prof. Arief Hidayat dengan nama Adies Kadir bukan…

GMNI Sampaikan Seruan Matinya Demokrasi di Makam Bung Karno Blitar

Marhaenist.id, Blitar - Solidaritas Pejuang-Pemikir Pemikir-Pejuang membuat Seruan Kebanggsaan Indonesia Berkabung; Matinya…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?