By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum
Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Tual, Anak 14 Tahun Meninggal Dunia
Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Ziarahi di Makam Bung Karno, Berdoa dan Menebar Kembang,: Semua Terasa Istimewa (Catatan Perjalanan DPP PA GMNI 1)

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 31 Oktober 2025 | 00:11 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: DPP PA GMNI saat berziarah ke Makam Bung Karno di Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bondogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur (Ist)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Blitar – Dewan  Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan perjalanan untuk ziarah ke Makam Bung Karno di Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bondogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur.

Dalam perjalanan mereka, tidak ada hal yang istimewa untuk hari Jumat 24 Oktober 2025. Namun untuk Bung Karno, Presiden RI pertama dan Proklamator Kemerdekaaan 17 Agustus 1945, semua hari menjadi terasa istimewa.

Meski begitu, terasa seperti ada sebuah kebetulan, hari Jumat (24/10/2025), ternyata menuju hari Sabtu yang dalam penanggalan Jawa, merupakan salah satu hari yang sakral.

Foto: DPP PA GMNI saat bergegas melakukan perjalanan untuk ziarah ke Makam Bung Karno di Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bondogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur (Ist)/MARHAENIST.

Hari Sabtu (25/10/2025), dalam kalender Jawa merupakan hari pasaran Kliwon dengan Weton Sabtu Kliwon. Jumlah neptu 17, tanggal 3 Jumadiawal 1959 Dal atau tanggal Hijriah 3 Jumadil Awal 1447 Hijriah.

“Ternyata ini hari yang istimewa dalam penanggalan Jawa,” tutur Prof Ganjar Razuni, salah satu pengurus DPP PA GMNI.

Semesta seperti bergerak mengarahkan arah waktu perjalanan, rombongan PA GMNI sampai ke Blitar pada Jumat malam menjelang waktu Sholat Isya. Dalam hitungan Jawa, Jumat malam itu sudah masuk dalam wilayah kosmologi Sabtu Kliwon, salah satu hari istimewa dan sakral tadi.

Apa yang dialami rombongan, makin menebalkan pada keyakinan, bahwa semua yang berhubungan dengan Bung Karno, memang menjadi terasa istimewa, baik kebetulan maupun tidak.

Maka Jumat malam yang masuk wilayah Sabtu Kliwon, maka semua berziarahi di Makam Bung Karno di Jalan Ir Soekarno Nomor 152, Kelurahan Bondogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur.

“Kami adalah rombongan para aktifis serta anggota Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional atau DPP PA GMNI. Tiba-tiba seperti ada yang menyatukan kesadaran kami untuk sampai pada satu kesepakatan dan agenda, berziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar.
Seperti ada yang mengingatkan. Tiba-tiba kami kepikiran untuk ziarah ke Makam Bung Karno,” tutur Abdy Yuhana, Sekjen DPP PA GMNI.

Baca Juga:   DPC PA GMNI Pontianak Launching Pojok Pemikiran Bung Karno di Perpusda Provinsi Kalbar

“Setelah itu kontak satu sama lain, kemudian menghubungi Pak Sis. Gayung bersambut, rencana kami disambut antusias Pak Sis,” ujarnya.

Di Makam Bung Karno Kami berdoa bersama, menundukan kepala, hati dan pikiran di depan makam seorang tokoh dan sosok yang terbesar dalam sejarah Indonesia modern.

Menengadahkan tangan ke Tuhan, memohon keselamatan dan segala kebaikan akhirat kepada Bung Karno, dan tentu saja mendoakan keselamatan dan kejayaan Indonesia, lalu menutup doa dengan menebar bunga-bunga di atas pusarannya yang selalu beraroma wangi kembang tujuh rupa.

“Satu hal yang tak boleh lupa, kita mesti harus selalu menghormati dan menghargai Bung Karno. Tokoh paling determinan dalam sejarah kemerdekaan dan Indonesia modern,” tutur Pak Sis usai menaburkan kembang diatas pusaran makam.

Pak Sis, demikian, rombongan memanggil akrab namanya. Ia tokoh nasional yang cukup populer dan dikenal luas dalam lanskap sejarah Indonesia kontemporer.

Dr (HC) Ir. Siswono Yudho Husodo. Namanya melekat pada generasi tahun 80an, sebagai salah satu menteri pada Kabinet Pembangunan di era Presiden RI kedua, Soeharto.

Ia dikenal sebagai teknorat, pebisnis dan profesional yang aktif dalam politik. Bahkan namanya ada dalam momen-momen penting perjalanan sejarah modern Indonesia.

Misalnya saat memasuki masa reformasi, Siswono pernah mencalonkan diri sebagai wakil presiden bersama Amien Rais sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2005, pemilihan presiden pertama dalam sejarah politik Indonesia yang melalui mekanisme secara langsung, one man one vote.

Di masa Soeharto atau era Orde Baru, Pak Sis dua kali menjabat sebagai anggota Menteri pada Kabinet Pembangunan. Menteri Negara Perumahan Rakyat pada 1988 – 1993, kemudian menjadi Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan tahun 1993-1998.

Baca Juga:   Hari Ibu di Kandang Rakyat: Ir. Robi Agustiar Salah Satu Pendiri GMNI Sumedang Tegaskan Peternak adalah Marhaen Modern

Masyarakat, terutama dari generasi 80an, lebih mengingat Pak Sis yang kini berusia 82 tahun sejak kelahirannya di Long Iram, Kutai Barat, Kalimantan Timur, sebagai Menteri Perumahan Rakyat (Menpera).

Meski kelahiran Kalimantan, namun ia lahir dari keluarga Jawa, daerah Kebumen, Jawa Tengah selatan, masih masuk wilayah geo sub kultur Jawa Banyumas.

Masa kecilnya dihabiskan di Kendal, Jawa Tengah utara sebelum akhirnya di Jakarta, sampai hari ini di usianya yang ke 82 tahun.

Selain kesibukannya menekuni dunia bisnis dan aktifitas sosial, Pak Sis juga aktif di dunia Pendidikan. Kini menjabat sebagai Ketua Pembina Yayasan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP).
Pak Sis adalah pemimpin rombongan kami, dari PA GMNI yang menyempatkan waktu untuk satu agenda istimewa, berkunjung dan berziarah ke makam Bung Karno di Kota Blitar.***

Penuis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum
Senin, 23 Februari 2026 | 03:46 WIB
Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Tual, Anak 14 Tahun Meninggal Dunia
Senin, 23 Februari 2026 | 03:35 WIB
Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Senin, 23 Februari 2026 | 03:24 WIB
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pembangkangan Konstitusi oleh DPR, Mahasiswa UWKS Gelar Aksi Gedung DPRD Jatim

Marhaenist.id, Surabaya - Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang tergabung dalam…

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. FILE/PDI Perjuangan

Soal Siap Jadi Capres, Hasto: Ganjar Pranowo Tidak Melanggar Disiplin Partai

Marhaenist - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan Ganjar…

Perlindungan Anak: Paparan Media Sosial dan Konten Digital

Marhaenist.id - Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang…

Rakyat, Pajak, dan Hak Pilih: Kenapa Pilkada Lewat DPRD Harus Kita Tolak

Marhaenist.id - Memasuki awal tahun 2026, wacana mengembalikan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah…

1 Juni dan Panggilan Sejarah: GMNI Harus Menjadi Teladan Persatuan

Marhaenist.id - Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni adalah pengingat historis sekaligus…

Konsistensi Jiwa Sang Patriot Palar Batubara

Marhaenist.id, Jakarta - Para tokoh nasional memberikan testimoni dan kesaksian kiprah panjang…

Revolusi Etika Hukum: Jalan Terakhir Menyelamatkan Keadilan

Marhaenist.id - Krisis hukum di Indonesia bukanlah takdir. Ia adalah hasil kelalaian…

Politikus senior PDI Perjuangan yang juga anggota Wantimpres, Sidarto Danusubroto. Liputan6/Johan Tallo

Ini Bocoran Sosok Capres PDIP Dari Politisi Senior PDI Perjuangan

Marhaenist - Mantan ajudan Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno, Sidarto…

PPN Meningkat, Kelas Menengah Sekarat!

Marhenist.id - Sehubungan dengan disahkannya kenaikan PPN menjadi 12% dalam UU No.7…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?