By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Insight

Tragedi Kanjuruhan, GBN Desak Jokowi Segera Mereformasi Polri

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:04 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Sepakbola Indonesia di selimuti awan hitam menyusul tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (01/10/2022) malam WIB. FILE/Ist. Photo
Sepakbola Indonesia di selimuti awan hitam menyusul tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (01/10/2022) malam WIB. FILE/Ist. Photo
Bagikan

Marhaenist – Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) turut berbelasungkawa sekaligus menyatakan prihatin, atas 174 korban jiwa, termasuk dua petugas polisi, dalam kerusuhan suporter sepakbola di Kabupaten Malang pada 1 Oktober 2022 semalam.

Kerusuhan antar supporter dampak dari kekalahan Arema FC dari Persebaya dengan skor 2-3 dalam laga Derby itu juga membuat 100 orang lebih harus segera mendapatkan perawatan darurat di RSUD Kanjuruhan, Malang.

Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) mendesak Presiden Joko Widodo segera me-Reformasi Total Polri. Mengingat potensi dari Tragedi Kanjuruhan akan memicu eskalasi luas berupa destabilisasi sosial politik.

Oleh karena itu, Sekjen DPP GBN, Dhia Prekasha Yoedha, mengungkapkan adanya rasa kesal yang muncul dari masyarakat terhadap ulah sejumlah oknum Polisi, yang membuat pihak publik marah dan hilang simpati serta kecewa dengan institusi itu.

“Bahkan mungkin dendam,” ungkapnya.

Tragedi Kanjuruhan, menurut Kriminolog alumni UI ini, jelas merupakan kesalahan prosedural. Bahkan pelanggaran ketentuan FIFA terkait penggunaan gas air mata. Sehingga tidak bisa tidak, khalayak akan menuding tragedi itu adalah kesalahan dari petugas Polri.

Ditambah dengan jumlah korban tewas yang masih 170an lebih, menurut Yoedha akan membakar reaksi masyarakat semakin masif. Padahal khalayak ramai tengah geram atas penyelesaian kasus Irjen Ferdi Sambo yang tak kunjung tegas.

“Belum lagi tertimbunnya ingatan khalayak atas banyak kasus lama terkait oknum petinggi Polri,” imbuh pendiri dan Ketua pertama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini.

Yoedha menyebut, mulai dari misteri munculnya slogan Bersatu, Keselamatan Nomer Satu sejak kasus Kakorlantas IrJen Djoko Susilo diadili KPK, lalu adanya rumor Rekening Gendut sejumlah Pati dan Pamen Polri. Kasus Ferdi Sambo. Misteri Satgassus 303, begitu pula gaya hidup mewah berbagai oknum Polri dan keluarganya.

Baca Juga:   Resensi Buku: The Shallows What the Internet Is Doing to Our Brains - Nicolas Carr

Menurut Yoedha semua hal tersebut merupakan luapan kekesalan publik atas Polri yang dinilainya sebagai indikator kegeraman rakyat.

“Jadi lebih baik Presiden Jokowi selaku Kepala Negara sekaligus Panglima Tertinggi TNI, yang mereformasi Polri,” kata mantan Tim Forum Mahasiswa Pascasarjana UI yang merumuskan Pemisahan Polri dari ABRI pada tahun 1998 ini.

“Tanpa ada tindakan koreksi tegas dan luas atas oknum Polri, menunjukkan seakan memiliki sistem Internal sendiri yang tak tersentuh oleh pihak luar, seakan ada organisasi di dalam organisasi, maka itu sama saja membiarkan lembaga Polri akan direformasi dan dikoyak oleh ledakan amarah rakyat luas yang selama ini merasa dizalimi,” pungkasnya.

Diketahui sebelumna, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyatakan korban tewas akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang tercatat 127 orang. Dan dua di antaranya petugas Polri, namun update terakhir, kini menjadi 174 korban jiwa.

Ketua Umum DPP Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) Erros Djarot dan Sekjen Dhia Prekasha Yoedha. (Dok. DPP GBN)

Statemen Lengkap GBN

Dukungan dan loyallitas memang layak diberikan. Tapi aksi kekerasan, terutama oleh suporter, apalagi dalam event olahraga justru cermin buruk ketidaksportifan.

Duka dan keprihatinan GBN ini bukan hanya atas ratusan korban jiwa yang sia-sia. Namun terutama atas sirnanya nilai sportivitas dan budaya ksatria di Indonesia.

Tragedi kemanusiaan dan budaya kekerasan ini merupakan peringatan keras tanpa ampun atas:

1. Kelalaian aparat yang tidak bersikap antisipatif, terutama dari pihak intelijen dan reserve yang kurang menyiapkan langkah preventif sedini mungkin.

2. Penyelenggara pertandingan yang kurang bertanggung jawab, karena cenderung mengejar keuntungan materil semata.

3. Sikap pemilik klub yang lepas tangan, nyaris tidak pernah memberikan edukasi dan pentingnya budaya anti kekerasan, jiwa ksatria dan sportsmanship terhadap para pendukung atau fans klub mereka.

Baca Juga:   Masyarakat Burnout: Dari Disipliner ke Pasca-Disipliner

4. Kegagalan tupoksi Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam melakukan pembinaan olahraga, terutama atas berbagai Cabor yang terindikasi dikuasai oleh mafia judi. Juga atas tupoksi Kemenpora RI dalam menanamkan nilai-nilai luhur olahraga sebagai salah satu instrumen juang nation and character building.

5. Seluruh elemen bangsa Indonesia agar mau lagi kembali bersikap jujur, sportif dan ksatria, terutama dalam menghadapi kekalahan, tanpa mengedepankan lagi jiwa korsa yang tidak pada tempatnya, apalagi secara berlebihan.

Untuk itu GBN mendesak agar tragedi ini segera diusut tuntas sehingga jelas siapa saja yang wajib bertanggungjawab atas 174 nyawa yang tewas percuma itu.

Semoga hari esok, dunia olahraga Indonesia bisa sehat membaik, dan menjunjung budaya sportifitas, tidak lagi didominasi oleh mafia judi dan petualang yang mempolitisaai olahraga.

Merdeka
Salam Bhinneka Nasionalis

Jakarta, 2 Oktober 2022

 

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

PERADI Utama–PA GMNI Gelar Technical Meeting PKPA Beasiswa Batch I

Marhaenist.id - Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Beasiswa…

Mengenal Kehidupan Pribadi Ir. Soekarno

Marhaenist.id - Ir. Soekarno atau akrab dipanggil Bung Karno lahir pada 6…

Mahasiswa Perlu Sederhanakan Istilah Bahasa Agar Mudah Dipahami Masyarakat

Marhaenist.id - Kadangkala mahasiswa organisasi gerakan menggunakan bahasa akademis yang sulit dipahami…

GMNI Binjai Pertanyakan Pembebasan 44 Orang Pemakai Narkoba yang Diamankan di Diskotik Bintang Biru, Ada Apa?

Marhaenist.id, Binjai - Beberapa waktu yang lalu Polres Binjai melakukan penggerebekan di…

Dua Ekor Bebek Untuk Kegagalan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu

MARHAENIST - Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Diskusi Publik Persatuan Alumni GMNI Jakarta, Anies Baswedan Tekankan Ekonomi Berkeadilan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Doktrin Ekonomi Karl Marx Bab I

MARHAENIST - Karl Kautsky adalah salah seorang sosialis dari Jerman. Dia memimpin…

Tanggapi Kenaikan PPN 12%, DPD GMNI Sultra Sebut Pemerintahan Prabowo-Gibran Tak Lagi Memegang Amanat Rakyat

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Teror Kepala Babi dan Tikus: Pembungkaman Jurnalisme Investigatif yang Kritik Terhadap Kekuasaan

Marhaenist.id - Terlihat beberapa bangkai tikus yang telah dipenggal sebagai bagian dari…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?