By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Tolak Kongres Bandung, Kader GMNI Teriakan Kongres Persatuan Melalui Grup WhatsApp

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Kamis, 10 Juli 2025 | 14:40 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Player ajakan bersatu dalam Kongres Persatusn ditubuh GMNI. Ini dibuat berdasarkan keresahan kader GMNI atas dualisme yang terjadi. Player ini juga dipakai sebagai foto profil grup WhasApp GMNI NUSANTARA/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Penolakan Kongres Bandung dan Keinginan diselenggarakannya Kongres Persatuan dalam tubuh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) terus menggema diseluruh pelosok negeri dan diteriakan oleh Kader GMNI di Indonesia.

Diteriakan Kongres Persatuan ditubuh GMNI oleh Kader di seruruh pelosok Indonesia dianggap sebagai titik balik untuk kembali kepada Marhaenisme yang didalamnya ada Sosio Nasionalisme sebagai asas untuk menyatuakan kembali GMNI yang terpecah pasca Kongres di Ambon 2019 lalu.

Teriakan-teriakan tentang Kongres Persatuan GMNI banyak diluapkan kader GMNI melalui tulisan dan diposting di grup WhatsApp GMNI NUSANTARA dengan anggota grup sebanyak 1025 orang yang berasal dari Kader GMNI seluruh Indonesia.

Grup WhatsApp GMNI NUSANTARA itu telah dijadikan wadah untuk meluapkan kekesalan kader terhadap Imanuel yang melakukan kongres sendiri di Bandung yang oleh pengikutnya setianya dikatakan sebagai kongres persatuan dan Arjuna yang tak kunjung mencari solusi agar Kongres Persatuan bisa terwujud.

Didalam grup itu, Bung April yang menyuarakan keresahannya terhadap terjadinya dualisme ditubuh GMNI, mengatakan bahwa organisasi GMNI terbentuk dari peleburan 3 organisasi besar, mengapa saat ini menjadi dualisme? Dan para kader masih berbicara kubu-kubuan dan tak mau menyatu.

“Marhaen akan kalah jikalau GMNI saja masih bicara versi A dan B. Malu lah kita sama pendiri. Udah berupaya meleburkan 3 organisasi besar buat lahir barang ini. Generasi kita ko PENGECUT semua sih,” katanya, Rabu (9/7/2025).

Disisi lain, Ricdwan Abbas Bandaso dengan lantang menyuarakan agar kongres persatuan yang nantinya terlaksana lahir dari kesepakatan kedua kubu, baik Arjuna maupun Imanuel.

Ia menekankan bahwa jangan ada kongres-kongres-an yang mengatasnamakan persatuan, kata dia, kongres persatuan di GMNI haruslah lahir dari musyawarah mufakat yang disepakati oleh ke dua kubu.

Baca Juga:   GMNI Riau Tegaskan Polri di Bawah Presiden Merupakan Amanat Konstitusi

“Mau bersatu ya libatkan 2 kubu dalam musyawarah-mufakat. Jangan ada kongres-kongres-an yang katanya untuk GMNI padahal untuk kepentingan DPP dan kepentinganmu,” ungkapnya dalam grup WhatsApp GMNI NUSANTARA, Rabu (9/7/2025).

Ia juga meneriakan bahwa tentang adanya kepentingan yang terselubung dengan seruan mengikuti Kongres GMNI di Bandung sebagai Kongres yang diklaim persatuan di dalam grup GMNI NUSANTARA.

“Bikin malu, lantang meneriakan kebohongan di hadapan ribuan pemikir. Emang kalian pikir kepentingan kalian tidak tercium? Ribuan penghuni grup ini kalian anggap bodoh sampai tidak akan tahu maksud terselubung mu?,” lanjutnya.

Ia juga menekankan atas nama cinta terhadap organisasi GMNI agar kader tidak mengadiri kongres di Bandung sehingga tidak memperdalam perpecahan ditubuh GMNI dan benar-benar mewujudkan yang namanya. kongres persatuan.

“Kalau cinta GMNI, jangan ikut ke Bandung, dan jangan ikut Juna. Ke depan dalam waktu dekat akan ada rembug kader, itu harapan kita bersama dan mari kita wujudkan persatuan yang benar-benar persatuan, bukan ikut Kongres Nuel yang katanya persatuan dan bukan ikut Juna pula,” tandasnya.

Diketahui, dari 1025 orang anggota grup WhatsApp GMNI NUSANTARA, sebagian besar kader GMNI baik Kubu Imanuel dan Kubu Arjuna sama-sama menginginkan Kongres Persatuan dan hanya sebagian kecil yang menyetujui terlaksana Kongres di Bandung.***

Penulis: Redaksi/Editor: Redsksi.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Ganjar dan Politik Rasional

Marhaenist.id - Di dunia politik, banyak hal omong kosong yang dipertontonkan bahkan…

Tips Cantik Tradisional

Marhaenist.id - Sejak zaman nenek moyang, manusia mewarisi praktik perawatan tubuh dan…

Transisi Kabinet

MARHAENIST - Hari-hari terakhir pemerintahan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinetnya.…

OJK di Persimpangan Jalan, Reformasi Atau Politisasi?

Marhaenist.id - Pengunduran diri serentak jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan…

GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal

Marhaenist.id, Pasaman – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Republik Pengantar Paket

Marhaenist.id - Sekarang marilah kita menyulam kembali ingatan kita tentang pengalaman pahit…

Singgung Presiden Boleh Kampanye, GMNI Sulbar: Sejak Awal Sudah Memihak

Marhaenist.id, Mamuju – Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Barat…

Save Raja Ampat? Gugat Kolonialisme Ekologis, Kembalikan Kedaulatan ke Tanah Papua!

Marhaenist.id - Di ujung timur Indonesia, tersembunyi sebuah mahakarya alam yang kerap…

GMNI Tantang Debat Terbuka Ketua DPRD Lebak

MARHAENIST - DPK GMNI Fisip USBR dan DPK GMNI Akuntansi Unilam Rangkasbitung…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?