By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Tambang Menguat, Pendidikan Melemah?

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 20 Maret 2026 | 16:08 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Dio Oktavio, Kader GMNI Komisariat FISIP UBB (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Indonesia dalam sejarahnya dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam. Kekayaan tersebut tersebar di berbagai sektor seperti kehutanan, perikanan, pun dengan pertambangan.

Di berbagai daerah, aktivitas pertambangan sudah menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Namun, dengan potensi ekonomi yang menjanjikan dari sektor tersebut, bagaimana dengan nasib pendidikan?

Dalam praktiknya, seringkali pertambangan dan pendidikan tidak berjalan berirama malah justru terkadang bertolak belakang. Pertambangan memang berpeluang membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara instan.

Dalam konteks Bangka Belitung, banyak masyarakat menggantungkan hidupnya pada sektor tambang. Akan tetapi, kondisi tersebut sering kali berkonsekuensi sosial yang cukup memprihatinkan, terutama dengan sektor pendidikan.

Kondisi anak-anak dan remaja, hendaknya dipandang perlu dalam konteks di kawasan tambang, karena mereka adalah generasi penerus sekaligus sebagai generasi yang memutuskan untuk melakukan aktivitas pertambangan dibandingkan dengan pendidikan.

Pendapatan yang instan dan menggiurkan menjadi alasan untuk menambang dibandingkan mengenyam pendidikan yang jauh lebih memberikan manfaat secara jangka panjang.

Hal tersebut akhirnya berdampak terhadap meningkatnya angka putus sekolah. Selain itu, terbentuknya pola pikir masyarakat yang memandang pendidikan bukanlah hal yang penting, melainkan sekedar pilihan.

Perlu dipahami bahwasanya pertambangan adalah sektor yang sepenuhnya tidak berkelanjutan. Sumber daya alam seperti timah bersifat terbatas dan lambat laun akan habis. Ketika habis sumber daya alam tersebut atau aktivitas pertambangan yang berhenti, maka dampak terbesarnya kembali ke masyarakat.

Umumnya beresiko besar kepada kelompok masyarakat yang tidak berpendidikan dan tidak memiliki keterampilan khusus. Sehingga, perlu menilai bahwa pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang mampu membuka banyak peluang.

Lebih lanjut, dengan adanya industri pertambangan tidak semerta-merta dilihat sebagai aktivitas ekonomi belaka. Pihak perusahaan maupun pemerintah memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan bahwa kawasan tambang perlu diintegralkan dengan sektor pendidikan.

Baca Juga:   Kenapa Harus Adili Jokowi?

Menghadirkan beasiswa, fasilitas yang mapan, dan peningkatan kualitas tenaga pengajar merupakan upaya untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi subjek aktivitas pertambangan. Pendidikan berperan penting dalam upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sumber daya alam.

Dengan adanya pendidikan, generasi muda memahani bahwasanya kekayaan alam bukan semata-mata dieksploitasi, melainkan dikelola dengan bijak untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan bersama. Selain itu, pendidikan juga berperan sebagai penghubung antara kepentingan ekonomi dan tanggung jawab ekologis.
Pertambangan dan pendidikan tidak semestinya diposisikan sebagai dua sektor yang bertentangan, melainkan berjalan beriringan.

Pertambangan memberikan ekonomi secara instan dan jangka pendek, sedangkan pendidikan menyediakan fondasi masa depan yang berkelanjutan. Kedua sektor tersebut hendaknya dikelola dengan seimbang sehingga kekayaan alam bukan hanya menghasilkan keuntungan sesaat, akan tetapi berpeluang membuka jalan bagi generasi yang berpendidikan.***


Penulis: Dio Oktavio, Kader GMNI Komisariat FISIP UBB.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:49 WIB
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:23 WIB
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11 WIB
DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri
Rabu, 13 Mei 2026 | 00:57 WIB
DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik
Selasa, 12 Mei 2026 | 22:06 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Pilkada Melalui DPRD: Ancaman Sentralisme Kekuasaan dan Lonceng Kematian Demokrasi Lokal

Marhaenist.id - Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada ke tangan…

Mengantisipasi Otoritarianisme Politik Massa Mengambang

Marhaenist.id - Dalam konteks pemilu elektoral atau pemilihan umum, biasanya ada beberapa…

Sarinah dan Cita-Cita Kesetaraan: Perempuan dalam Bingkai Nasionalisme

Marhaenist id - Hari Perempuan Internasional yang setiap tahunnya diperingati tanggal 8…

Negara dan Jeritan Tangis Ibu yang Anaknya Bunuh Diri di Ngada NTT

Marhaenist.id - Tangis seorang ibu di Ngada, Nusa Tenggara Timur, tidak sekadar…

Tak Ingin Militerisasi di Ruang Sipil, GMNI di Sultra Nyatakan Tolak RUU TNI

Marhaenist.id, Sultra - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak…

DPP GMNI Tolak Klausul Transfer Data dalam Perjanjian Perdagangan Indonesia–Amerika Serikat, Dinilai Ancam Kedaulatan Digital Nasional

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Lembaga Kebudayaan Untuk Merajut Kebhinekaan Indonesia

Bulan Oktober identik dengan peringatan Sumpah Pemuda. Pada tanggal 27-28 Oktober 1928…

Megawati Terbahak Dengar Ada Raja Jawa Yang Bisa Bawa Celaka

MARHAENIST - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengatakan…

GMNI Berduka, Senior GMNI Antasari Azhar Telah Berpulang Kepada Sang Khalik

Marhaenist.id, Tangsel - Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?