By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Tak Ingin Militerisasi di Ruang Sipil, GMNI di Sultra Nyatakan Tolak RUU TNI

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 20 Maret 2025 | 23:29 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Ilustrasi Tolak RUU TNI dengan Capition Pukul Mundur Militer Kembali Ke Barak/MARHAENIST.
Bagikan
Marhaenist.id, Sultra – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak adanya pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sedang digenjot oleh pemerintah bersama DPR RI.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Sultra Muhamad Amang mengatakan hal itu dapat mencederai cita-cita reformasi yang telah menumbangkan kekuasaan orde baru selama 32 tahun.
“RUU TNI itu telah mencederai cita-cita reformasi 1998. Ini adalah pertanda dibangkitkanya kembali gaya orde baru yang pernah dipimpin Soeharto dengan kepemimpinan otoriter dengan gaya militeristik,” ujarnya. Rabu (19/3/2025).
Amang sapaan akrabnya juga berkata TNI tugasnya hanya sebagai pertahanan keamanan negara dan tak perlu berada pada jabatan sipil sebagaimana ini telah dikatakan oleh Bung Karno dan direalisasikan kembali pada cita-cita reformasi 1998.
“TNI dilatih, didik dan dibayar negara untuk mempertahankan kedaulatan RI dari ancaman luar bukan untuk ikut-ikutan pada jabatan sipil. Ini adalah hal memiluhkan dimana tentara aktif di bolehkan mengisi jabatan jabatan sipil di berbagai lembaga dan masih dapat di tempatkan dimanapun sesuai kebutuhan presiden,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Politik DPC GMNI Kendari Alman menyampaikan bahwa pengesahan undang-undang itu bisa membungkam ruang sipil dalam memimpin meskipun dalil pemerintah untuk kepentingan rakyat.
“Nah, bagaimana nanti apa bila subjektif presiden mengatakan bahwa lurah kepala desa camat tidak kompeten lalu dia menempatkan TNI aktif sebagai lurah kepala desa dan camat. Kalau lagi marah, bisa saja ia langsung menembak. Kemaren saja 3 orang polisi yang juga punya senjata di tembak mati tentara di arena judi sabung ayam, apalagi rakyat yang ngak bersenjata,” katanya.
Disisi lain, Ketua DPC GMNI Baubau La Ode Ahmad Faisal, menganalisa bahwa hal utama dari tujuan RUU TNI adalah melegalkan Mayor Teddy yang berada pada jabatan sipil tanpa harus menanggalkan jabatannya sebagai seorang TNI.
“Dari analisa saya, tujuan utama dari pembahasan RUU TNI adalah untuk melanggengkan Mayor Teddy menduduki jabatan sipil tanpa harus mengundurkan diri dari TNI. Ini juga berdampak keseluruh sektor dimana seluruh TNI aktif bisa menjududuki jabatan sipil tanpa harus keluar dari TNI,” terangnya.
Ketua DPC GMNI Wakatobi Hasmin, juga mengatakan alasan mengapa masyarakat Indonesia harus menolak RUU TNI, kata dia, ini sangat berbahaya untuk generasi kedepannya karena mereka (TNI) akan semakin super power dan karena itu bisa sewenang-wenang.
“Mengapa ramai-ramai kita harus menolak RUU TNI 2025, karena jika itu disahkan akan sangat berbahaya untuk anak cucu kalian nanti, tentang berkehidupan di masyarakat, mereka semakin power full dan bisa sewenang wenang,” tegasnya.***
Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:01 WIB
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Alami Kelangkaan dan Kenaikan, DPC GMNI Wakatobi Minta Perindag Turun Tangan Tertibkan Harga BBM

Marhaenist.id, Wakatobi - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Fenomena Jersey Indonesia vs Bahrain: Simbol Harapan atau Hilangnya Nurani?

Marhaenist.id - Momen emosional Indonesia vs Bahrain (25 Maret 2025) di stadion…

Gelar PPAB, GMNI Morowali Lahirkan 13 Generasi Baru Pejuang Marhaenis yang Siap Mengabdi untuk Rakyat

Marhaenist.id, Morowali - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Sarinah: Jiwa Besar dalam Tubuh Kecil, Refleksi Perempuan Indonesia Masa Kini

Marhaenist.id - Bung Karno pernah menulis, "...Sarinah orang kecil tapi memiliki jiwa…

DPC GMNI Jaktim, FKPPAI Kota Jaktim dan DPP GJPI Aksi Gelar Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Sumatera

Marhaenist.id, Jakarta Timur — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI: Istana Harusnya Refleksi, Bukan Menuduh Civitas Akademika

Marhaenist.id, Jakarta - Di tengah kemunculan kritik sejumlah civitas akademika terhadap Presiden…

Ganjar: Wadas Bukan Proyek Saya, Tapi Saya Tanggung Jawab

Marhaenist.id, Jakarta - Capres 2024 nomor urut 3, Ganjar Pranowo kembali berdiskusi…

Jadi PM Baru dan Termuda di Thailand, Ini Rekam Jejak Paetongtarn Shinawatra

Marhaenist.id - Parlemen Thailand telah melakukan pemungutan suara atas pencalonan Paetongtarn Shinawatra, putri…

Salah Satu Pendiri GMNI Wafat, Media Marhaenist.id Bersedih dan Merasa Kehilangan

Marhaenist.id, Kendari - Media Marhaenist.id menyampaikan duka cita yang mendalam dan kesedihannya…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?