By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Infokini

Skenario Perbaikan Demokrasi dan Pemerintahan Dibutuhkan Oleh Masyarakat Sipil

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Selasa, 10 September 2024 | 15:50 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Politisi PDI Perjuangan Ganjar Pranowo saat menjadi keynote speaker dalam Diskusi Kelompok Terarah (FGD) yang diselenggarakan Forum Agenda 45. MARHAENIST
Bagikan

MARHAENIST – Di tengah kondisi kehidupan bangsa yang tengah menurun dalam berbagai aspek kehidupan sudah saatnya para pegiat masyarakat sipil menyusun skenario perbaikan agar bangsa bisa kembali tumbuh dan berkembang. Hal itu bisa diwujudkan lewat berbagai pertemuan untuk bersama menemukan formula perbaikan. Untuk perbaikan itu, penempatan hukum sebagai panglima menjadi penting ketimbang mengutamakan politik unsur utama dalam kehidupan bernegara.

Hal itu hanya mungkin bila kecerdasan publik ditumbuhkan lewat forum-forum diskusi. Kekuatan perbaikan bangsa terbukti kerap muncul dari kekuatan masyarakat sipil. Politisi PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menyampaikan hal itu dalam Diskusi Kelompok Terarah (FGD) yang diselenggarakan Forum Agenda 45 dengan topik “Membangun Tata Kelola Pemerintahan Bersih dan Demokratis Pilkada Yang Sehat” Selasa 10 September 2024 di Tebet Jakarta Selatan.

Hal itu disampaikan Ganjar selaku yang key note speaker setelah mendengarkan pemaparan sejumlah pakar yang mengisi FGD sebelumnya. Para pakar itu di antaranya adalah Prof. Ikrar Nusabhakti, Prof. Harkristuti Harkrisnowo, Dr. Laode M Syarief serta ekonom Nailul Huda.

Ganjar mengaku tertarik dengan pikiran dan ide yang disampaikan oleh para pakar yang telah lama menggeluti bidang keahlianya secara mendalam.

“Pokok-pokok diskusinya tadi menarik sekali, silahkan diperdalam saja kepada para pakar yang tadi ikut,” kata Ganjar kepada wartawan sebelum meninggalkan acara, Selasa (10/09/2024).

Saat mempresentasikan pemikiran, guru besar FH UI Prof. Harkristuti Harkrisnowo diantaranya menyinggung soal gejala penegakan hukum berbasis viral. Apa bila sebuah kasus tidak viral para penegak hukum cenderung tidak bergerak, no viral no justice.

“Hal seperti ini tentu tidak mudah karena pada sisi lain kita melihat kemungkinan terjadinya character assassination,” ungkapnya.

Memang benar sebuah pemikiran mesti diakselerasi, misalnya keputusan Mahkamah Konstistusi (MK) yang membuka peluang kepada partai politik yang semula tidak dapat ikut serta dalam Pilkada menjadi mungkin. Penegakan atau pengawasan hukum mesti dilakukan baik secara eksternal maupun internal.

Baca Juga:   Obituari Faisal Basri, Ekonom Kritis Yang Selalu Berjarak Dengan Kekuasaan

Berbagai hal mesti dilakukan bagi penegakan hukum, yakni edukasi publik secara masive, menguatkan suara publik terutama kaum intelektual, membangun mekanisme pengawasan eksternal dan persuasi ke media untuk membawa nilai jurnalisme berkeadilan.

Saat membuka FGD itu, Direktur Eksekutif Agenda 45 Warsito Ellwein menjelaskan bahwa pihaknya akan terus menggelar kegiatan seperti itu dengan tujuan untuk mengembalikan lagi tradisi berpikir yang akhir-akhir ini dirasakan menurun. Warga terlalu sibuk mengurus kehidupan sehari-harinya ketimbang berpikir mencari jalan keluar mengatasi kesulitan.

”Kami Forum Agenda 45 merasakan tradisi berpikir kita agak menurun. Kita cenderung berpikir pragmatis dan praktis. Gen Z dibuat tidak berpikir mendalam untuk menemukan solusi,” ujarnya.

 

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Prabowo Subianto di Asrama Perguruan Tinggi (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. FILE/Twitter @prabowo

Kunjungan Prabowo ke Kiai NU Dinilai Sebagai Upaya Garap Suara Umat

Marhaenist - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyatakan…

GMNI Balikpapan Jadi Rumah Ideologis, Tiga Ketua DPP GMNI Siap Hadir di KTD 2025

Marhaenist.id, Balikpapan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Resensi Buku: Antara Marhaenisme dan Marxisme

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Marhaenisme merupakan salah satu pemikiran penting dalam sejarah perjuangan…

Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi

Marhaenist.id, Purwokerto - Di tengah dinamika gerakan mahasiswa yang kian kompleks dan…

Pseudo-Democracy di Indonesia: Upaya Mengembalikan Marwah Demokrasi di Pilkada 2024

Latar Belakang Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar…

Puluhan Mahasiswa Yogyakarta Gelar Diskusi Menolak Politisasi Bansos

Marhaenist.id, Yogyakarta - Puluhan mahasiswa Yogyakarta dengan mengatasnamakan Forum Mahasiswa Yogyakarta melakukan…

Wujudkan Generasi Emas 2045, DPD GMNI Sulbar Gelar Konferda Ke-II

Marhaenist.id, Mamasa - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Foto: Deodatus Sunda Se, Direktur Institut Marhaenisme 27 (Dokpri)/MARHAENIST

Reformasi Sigit dan Reformasi Kepolisian

Marhaenist.id - Beberapa waktu yang lalu, pasca momentum tragedi Agustus kelabu–bukti nyata…

Berjuang Tak Selalu Harus Dengan Moncong Senjata

Marhaenist.id - Perjuangan tidak tunggal. Bung Karno memilih jalur politik karena yakin…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?