By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Tekankan Peran Kewirausahaan dalam Memperkuat Ekonomi Rakyat dan Kaderisasi
Spirit Masjid Jogokaryan: Islam Modern yang Riil dalam Bingkai Marhaenisme
Erosi dari Dalam: Penyebab Utama Runtuhnya Partai Politik Besar
Konflik Agraria di Kawasan Transmigrasi Kotabaru, DPP GMNI Soroti Dugaan Penyerobotan Lahan dan Kriminalisasi Warga
Setan-Setan Pendidikan Dalam Bingkai Indonesia Emas 2045

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Setan-Setan Pendidikan Dalam Bingkai Indonesia Emas 2045

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 10 Februari 2026 | 23:04 WIB
Bagikan
Waktu Baca 12 Menit
Program makan siang gratis untuk anak sekolah diusung oleh presiden terpilih Prabowo Subianto. FILE/Katadata
Bagikan

Marhaenist.id – Menilik pendidikan di Indonesia mencoba kembali mengingat sejarah peradaban di dunia. Karena dalam sejarah bangsa dalam memajukan peradaban tidak mengesampingkan iklim pendidikan. Dalam Ilmu dan Masyarakat, bahwa peningkatan dan pengakuan individual (seseorang) tidak terlepas kondisi masyarakatnya.

Di masa zaman kegelapan adalah julukan untuk abad pertengahan awal di Eropa (sekitar abad ke – 5 hingga ke 10 M), periode setelah runtuhnya Romawi Barat yang dicirikan kemunduran budaya, “intlektual” dan ekonomi ditandai minimnya catatan sejarah, buta huruf, dominasi gereja, serta munculnya perang dan wabah.

Sehingga pada zaman ini menjadi kemunduran atas kebencian terhadap gagasan dan ide baru yang membuat impian satu kemajuan sebuah ilmu. Kemudian, zaman pencerahan merupakan julukan yang dikenal kelanjutan periode renaissance. Zaman ini dalam beberapa tokoh menyampaikan bahwa seluruh persoalan kehidupan harus menggunakan akal dan budi. (Betrand Russel, 1946)

Artinya, dengan kematian sebuah ilmu pengetahuan dapat membunuh satu peradaban pada satu zaman. Lalu, dengan merosotnya sebuah pendidikan dapat membunuh jutaan generasi bangsa.

Narasi Bingkai Indonesia Emas 2045 merupakan kampanye yang di umbar-umbar di segala sosial media. Namun, bingkai Indonesia Emas 2045 menjadi menjadi sosok yang menakutkan tanpa ada pikiran yang kuat terhadap arah gerak dan komitmen dalam pembangunan sumber daya manusia di dalam satu bangsa.

Bauk busuk persoalan pendidikan tercium terhadap realitas masyarakat. Ibarat sebuah kemenyan dibakar api bauknya tercium pekat kemana-mana. Dalam mitosnya, bauk itu dapat mengundang setan-setan yang nafsunya menghisap dan merasuki seluruh kehidupan manusia.

Setan-setan pendidikan merupakan istilah yang diangkat agar mempertegas jelasnya kejahatan-kejahatan dan persoalan dalam iklim pendidikan itu adanya. Kejahatan dan persoalan pendidikan di Indonesia memang sudah seharusnya menjadi perhatian publik.
Bahwa melihat kali ini, jumlah penduduk yang setiap tahunnya mengalami kenaikan dalam setiap zaman yang terus berubah-berubah.

Kemudian, bahwa dalam setiap zaman yang ada memiliki perbedaan generasi yang menghadapi. Setiap realitas zaman yang ada banyak faktor-faktor yang menentukan kamajuan setiap peningkatan sumber daya manusia.

Menurut (Narasi.tv, 2023) berdasarkan hasil survei, Indonesia menjadi negara dengan rata-rata QI terendah di Asia Tenggara. Nilai rata-rata QI Indonesia ada di angka 78.49 alias paling rendah di Asia Tenggara dan ada diperingkat 126 dunia. Kemungkinan dari Penyebab dari QI oleh faktor genetika, dan sosial ekonomi.

Merujuk (Good.stats.id, 2023) penduduk Indonesia berjumlah 275,36 juta jiwa pada 2022 (Juni). Dari jumlah tersebut, ternyata hanya 6,41% yang mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi. Rinciannya, D1 dan D2 0,41%, D3 sejumlah 1,28%, S1 sejumlah 4,39%, S2 sejumlah 0,31%, dan hanya 0,02% penduduk yang sudah
mengenyam pendidikan jenjang S3. Berdasarkan data diatas dapat diasumsikan bahwa pada tahun 2022 Indonesia secara makro masih jauh dalam harapan peningkatan sumber daya manusia.

Baca Juga:   Brave Pink, Hero Green, dan SEAbling

Selain itu, persoalan pendidikan menggambarkan transaksional, komersial dan pemonopolian dalam instusi pendidikan itu sendiri. Namun pengambaran ini dapat terjadi disebabkan adanya peluang dalam melakukan itu. Sehingga pendidikan hanya alat untuk melanggengkan sebuah tujuan. Hal itu dikarenakan bahwa pendidikan menjadi hal terpenting dalam penguasaan politik dan bisnis manusia.

Belum lagi, dengan tragedi diduganya bunuh dirinya anak SD berumur 10 (sepuluh) Tahun di kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur yang disebabkan oleh kondisi ekonomi yang terbatas. (hariankompas, 2026). Dengan kematian seorang anak berumur 10 (sepuluh) tahun merupakan bagian dari kompleksitas persoalan pendidikan yang memiliki peran antara keluarga dan anak, lingkungan dan anak, metode pembelajaran terhadap anak, korupnya sistem pendidikan yang ada, kompetensi pengajar terhadap pembelajaran, dan ekonomi keluarga dalam pemenuhan kebutuhan seorang anak.

Selain itu, dalam peningkatan sumber daya manusia terkhususnya di ruang lingkup pendidikan pada suatu wilayah yang seharusnya juga mempertimbangkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan makro dan mikro.

Hal ini dapat dilihat dari program yang dilakulan Prabowo-Gibran melalui Makan Bergizi Gratis (MBG). Secara tujuan peningkatan Sumber Daya Manusia pada program MBG memiliki dalam memperbaiki manaltrusi dan stunting. Namun dalam perjalanannya program ini menjadi menimbulkan persoalan pelaksanaan.

Menurut (parlementeria.com, 2025) bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sepanjang Januari hingga 25 September 2025 tercatat 70 kasus keamanan pangan dengan total 5.914 korban. Puncak kasus terjadi pada Agustus (1.988 korban) dan September (2.210 korban). Beberapa daerah yang mengalami kasus terbesar antara lain Bandar Lampung, Lebong (Bengkulu), Bandung Barat (Jawa Barat), Banggai Kepulauan (Sulawesi Tengah), dan Kulon Progo (DI Yogyakarta). Kemudian, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA, menilai program MBG lahir dari kebijakan yang tidak berbasis riset empirik dan minim transparansi. Kebijakan tersebut lebih bersifat top down dan dibentuk di “belakang meja” tanpa melibatkan banyak pihak yang berkompeten.

Menurut (sajodyogo, 2006) dalam projek Usaha Perbaikan Gizi Nasional pada tahun 1974 – 1979 bahwa pada tingkat masyarakat desa cara pedekatan yang lebih nyata perlu diikuti sehingga tanggung jawab pimpinan setempat, di bantu kader yang terlatih ikut dalam perlaksanaan penyuluhan gizi.

Sehingga peran kesehatan dalam dunia pendidikan juga dapat dilihat dengan kondisi kerja sama antara instansi desa-desa terkhusus puskesmas-puskemas di tingkat-tingakat desa yang berjalan dengan semestinya dalam peningkatan sumber daya manusia.

Baca Juga:   Pajak untuk Keadilan

Mengutip Pidato Fidel Castro di Majelis Umum PBB tahun 1979 “Anda sering berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi anda juga perlu berbicara tentang hak-hak kemanusian. Mengapa beberapa orang berjalan tanpa alas kaki, sehingga orang lain dapat melakukan perjalanan dengan mobil mewah? Mengapa beberapa harus hidup selama tiga puluh lima tahun? Mengapa beberapa harus sedih dan miskin, sehingga yang lain dapat menjadi kaya?

Saya berbicara atas nama anak-anak di dunia yang tidak memiliki sepotong roti. Saya berbicara atas nama orang sakit yang tidak memiliki obat-obatan, dari mereka yang hak untuk hidupnya dan martabat kemanusiannya telah di tolak”.

Kuba dikenal sebagai negara dunia ketiga terbaik dalam penyedian dokter dan peralatan medis, bahkan kuliah kedokteran di Kuba tanpa dipungut biaya sama sekali. Hal yang paling membuat masyarakat simpati terhadap pemerintahan Kuba pada era Fidel Castro adalah sistem jaminanan kesehatan dan pendididikan di Kuba.

Fidel Castro membandingkan Amerika Serikat dengan Kuba dalam urain ini bahwa Amerika Serikat mengeluarkan uang sekitar US$7.000 untuk jaminan kesehatan mereka sedangkan masyarakat kuba sekitar US$251, namun angka kematian bayi di Kuba lebih rendah dari pada Amerika Serikat.

Pertanyaan, Negara seperti Kuba dengan sumber daya sangat terbatas berbanding jauh dengan Amerika Serikat dapat mengembangkan jaminan kesehehatan dan pendidikan yang lebih baik dari Amerika Serikat. Kenapa kita bisa, sementara kalian tidak ? (Wahyudi, 2020)

Kompleksnya persoalan pendidikan yang mengakibatkan dilematis akan pembangunan sumber daya manusia yang menjadi dasar pembenahan. Sehingga harus menentukan arah setiap pembangunanan dengan menentukan dasar paradigma terhadap pendidikan dan kesadaran-kesadaran yang akan di bangun.

Kemudian, Menurut (Hennry Giroux dan Aronowityz, 1985) melakukan pemetaan Ideologi pendidikan menjadi 3 (tiga) bagian aliran saja yakni pendekatan konservative, liberal dan kritis.

Pertama, paradigma konservatif. Bagi mereka ketidaksederajatan masyarakat merupakan suatu hukum keharusan alami, suatu hal yang mustahil bisa dihindari serta sudah merupakan ketentuan sejarah atau bahkan takdir tuhan.

Kedua, pandangan Liberal. Golongan ini berangkat dari keyakinan bahwa memang ada masalah dimasyarakat tetapi bagi mereka pendidikan tidak ada kaitannya dengan persoalan politik dan ekonomi masyarakat.

Ketiga, adalah paradigma kritis. Pendidikan bagi mereka arena perjuangan politik. Jika bagi konservatif pendidikan bertujuan untuk menjaga status quo, sementara bagi kaum liberal untuk perubahan moderat, maka bagi paradigma kritis menghendaki perubahan struktural secara fundamental dalam politik ekonomi masyarakat dimana pendidikan berada. Maka dari itu, agar setiap usaha pendidikan yang dikembangkan dapat ikut memerankan salah satu visi utama pendidikan yakni menjadi bagian dari tranformasi sosial untuk memanusiakan manusia.

Baca Juga:   Satgas Koperasi Bermasalah Jangan Jadi Bagian dari Masalah

Namun, perkembangan pendidikan dalam peningkatan sumber daya manusia tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses yang panjang. Sepanjang sejarah manusia itu sendiri. Tapi hal itu dapat terjadi bagaimana dalam suatu bangsa dapat melakukan proses akulturasi, asimilasi dan difusi kebudayaan tersebut melalui perkembangan ilmu pengetahuan. (Jalaludin, 2019).

Berdasarkan uraian diatas dapat diasumsikan bahwa upaya-upaya dalam solusi yang dapat dilakukan dalam persoalan pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut.

1. langkah awalnya mungkin dimulai dengan melakukan survei data yang akurat yang berhubungan dengan lingkaran pendidikan dan penentuan paradigma dalam proses pembangunan sumber daya manusia. Agar kebijakan dilahirkan menjadi arah rol model atau peta konsepsi bersama dan tepat sasaran.

2. Langkah kedua, sangat diperlukan bahwa bagian pendidikan menjadi konsistensi bersama dari semua elemen di negara dalam jangka waktu yang panjang agar menjadi prioritas dengan mempertimbangkan pergeseran jaman, usia produktif yang terus semakin meningkat, dan teknologi yang akan terus berkembang.

3. Langkah ketiga, sangat diperlukan bahwa pemerintah pusat, daerah, desa bukan menjadikan pendidikan sebagai ajang bagi-bagi proyek. Tapi menjadikan termuliakan dan memberikan hukuman yang jelas kepada aktor-aktor jahat yang bergenit-genitan dengan pendidikan. Karena pendidikan berurusan dengan peradaban bagaiamana “Indonesia Ke-depan”

4. Langkah ke empat menghentikan pendidikan sebagai ajang komersialisasi dan komoditas politik. Namun harusnya pendidikan mejadi tumbuh suburnya insan-insan peradaban.

5. Langkah ke lima pentingnya peran kesehatan dalam peningkatan sumber daya manusia. Agar hubungan kesehatan dalam membangun peningkatan manusia bukan hanya berdasarkan pendekatan makro tapi diperlukukan pendekatan mikro.

Sumber Referensi:

Russel, Betrand.1946. Sejarah Filsafat Barat. Pustaka Pelajar : Yogyakarta.

Harian Kompas. 2026. Anak SD Bunuh Diri Tak Mampu Membeli Pena, Tamparan Bagi Negara. https://www.instagram.com/p/DUSTSNdk8i-/?igsh=NzV1M2U5dTVqNWU5 diakses pada 05 Februari 2026.

Giroux, H.A. 1981. Ideology, Culture and Prosess of Schooling. Tample University and Falmer Press : Philadelpia.

Narasi.tv. 2023. Indonesia Jadi Negara Dengan Rata-Rata IQ Terendah di Asia Tenggara. https://www.instagram.com/reel/CyTEheWSacS/?igsh=dHllNWt4aGN1czk2 diakses pada 05 Februari 2026.

Jalaludin. 2019. Filsafat Ilmu Pengetahuan Edisi Kedua. PT RajaGrafindo Persada : Depok.

Good.stats.id. 2023. Tingkat Pendidikan Masyarakat Indonesia 2022. https://goodstats.id/infographic/tingkat-pendidikan-masyarakat-indonesia-pSqsI diakses pada 05 Februari 2026.

Sajodyogo. 2006. Ekososiologi Deidelogisasi Teori, Restrukturisasi Aksi (Petani dan Pedesaan sebagai kasus uji). Cindelaras Desa Pustaka Rakyat Cerdas : Yogyakarta.

parlementeria.com, 2025. Program MBG Kebijakan Tak Berbasis Riset Empirik dan Minim Tranparansi. https://www.parlementaria.com/2025/09/28/program-mbg-kebijakan-tak-berbasis-riset-empirik-dan-minim-transparansi/ diakses pada 08 Februari 2025.

Nugroho B. Wahyudi, 2020. Fidel Castro Sebuah Biografi. Sociality : Yogyakarta.


Penulis: Paskawan Gultom, Ketua DPC GMNI Medan.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Tekankan Peran Kewirausahaan dalam Memperkuat Ekonomi Rakyat dan Kaderisasi
Kamis, 12 Februari 2026 | 14:27 WIB
Spirit Masjid Jogokaryan: Islam Modern yang Riil dalam Bingkai Marhaenisme
Rabu, 11 Februari 2026 | 18:52 WIB
Erosi dari Dalam: Penyebab Utama Runtuhnya Partai Politik Besar
Rabu, 11 Februari 2026 | 11:53 WIB
Konflik Agraria di Kawasan Transmigrasi Kotabaru, DPP GMNI Soroti Dugaan Penyerobotan Lahan dan Kriminalisasi Warga
Rabu, 11 Februari 2026 | 10:37 WIB
OJK di Persimpangan Jalan, Reformasi Atau Politisasi?
Selasa, 10 Februari 2026 | 22:13 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Tambang Rampok Hak Rakyat, Ketua PA GMNI Kaltim Desak Presiden Prabowo Hentikan Operasi 13 Perusahaan Raksasa

Marhaenist.id, Samarinda - Gelombang kekecewaan publik terhadap skandal korupsi di sektor tambang…

Peluang Bagi Kader GMNI: Peradi Utama Buka Pendaftaran Sumpah Advokat, Biaya Rp5 Juta, Ditutup Akhir Januari 2026

Marhaenist.id, Jakarta — Organisasi Advokat Peradi Utama kembali membuka pendaftaran Sumpah Advokat…

Akhiri Dualisme Kepeminpinan Nasional, GMNI Sumsel Deklarasikan Forkomcab dan Serukan Kongres Persatuan

Marhaenist.id, Sumsel - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Sumatera Selatan (Sumsel)…

Adakan PPAB, GMNI Universitas Jakarta Ajak Kader Jadi Pemimpin Yang Nasionalis

MARHAENIST - Dalam semangat persatuan dan perjuangan, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ganjar Pranowo ketika berpidato pada kampanye akbar di BSCC DOME, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ganjar menyampaikan Permintaan Maaf pada Rekan Capres dan Cawapres lain saat Kampanye di Balikpapan

Marhaenist.id, Balikpapan - Saat berpidato pada kampanye akbar di BSCC DOME, Balikpapan,…

Salah Satu Pengurus PA GMNI Sulteng Resmi Luncurkan Buku dengan judul “Konstruksi Sosial dan Konflik: Studi Tentang Pendidikan dan Politik”

Marhaenist.id, Sulteng - Sebuah karya ilmiah baru berjudul “Konstruksi Sosial dan Konflik:…

Politik Inklusif Ganjar Pranowo

Perhelatan kontestasi politik melalui Pemilihan Umum 2024 semakin dekat dan berjalan dinamis.…

Putusan MK Mulai Jegal Klan Jokowi

MARHAENIST - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menetapkan minimal syarat usia calon di…

Gelar Konferda II, Nur Alam Resmi Terpilih Menjadi Ketua DPD GMNI Sulbar

Marhaenist.id, Mamasa - Konferensi Daerah (Konferda) gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?