By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Seruan Ideologis, GMNI Halut Dukung Kongres Persatuan Tanpa Intervensi Kekuasaan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 13 Juli 2025 | 18:17 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Bung dan Sarinah GMNI Halut (ist)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Halut – Merespon dinamika nasional Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang dirundung perpecahan sejak Kongres Ambon tahun 2019, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Utara (Halut) menyerukan agar Kongres Persatuan dilaksanakan tanpa intervensi kekuasaan serta bebas dari kepentingan sempit elit organisasi.

Secara historis sejak berdirinya pada tahun 1954, GMNI itu sendiri telah diwarnai dengan berbagai gelombang dinamika internal, termasuk perpecahan yang menghasilkan dualisme kepemimpinan. Tarik-menarik kepentingan serta intervensi kekuasaan, telah menjadi potret buruk dalam sejarah yang perlu diambil pelajaran.

Kini, GMNI kembali diperhadapkan dengan dinamika nasional serupa. Perpecahan yang tejadi sejak tahun 2019 yang menghasilkan dualisme kepemimpinan, hingga sekarang tak kunjung bersatu ditingkat pusat, DPP, hingga berimbas pada DPD dan DPC GMNI Se-Indonesia. Perpecahan itu sendiri secara organisasi telah melemahkan jantung pergerakan, menggores luka, serta memerosotkan ruh kebangsaan GMNI.

Perpecahan ini tidak hanya melumpuhkan semangat kader akar rumput dalam menjalankan roda organisasi tetapi secara ideologis telah mencederai ruh persetuan sebagai jembatan menuju kemerdekaan, jembatan mencapai tujuan yang menjadi basis pemikiran Bung Karno.

Kita juga tak boleh lupa bahwa GMNI sendiri lahir dari tiga organisasi mahasiswa dengan nama berbeda, dari tempat berbeda. Tetapi jangan lupa, mereka punya tujuan yang sama, yakni sama-sama menyelamatkan kaum marhaen Indonesia. Itulah semangat ideologis yang amat penting, maha penting, yang tak boleh kita lupakan, apalagi luput dari kita.

Atas dasar semangat itu, apabila kongres versi-versian masih dipaksakan maka ini tidak hanya memperpanjang kelumpuhan organisasi tetapi sekaligus telah melenceng jauh dari cita-cita organisasi, cita-cita marhaenis Indonesia untuk kejayaan GMNI serta kemenangan kaum marhaen. Akhirnya, persatuan bukanlah hanya sekedar pilihan, ia adalah satu-satunya jalan ideologis yang harus ditempuh.

Baca Juga:   Tuntut Sisa Ganti Rugi Lahan, GMNI Baubau Kawal Masyarakat Talaga Raya Gelar Aksi ke PT AMI

Menyikapi dinamika ini DPC GMNI Halut melalui Ketua DPC GMNI Halut, Erik Sibu menyerukan agar dualisme kepemimpinan GMNI harus segera di akhiri, dengan bersikap:

1. DPC GMNI Halut mendukung penuh pelaksanaan kongres persatuan yang bebas dari intervensi kekuasaan.

2. DPC GMNI Halut mendorong terbentuknya Forum Nasional Komunikasi Persatuan untuk segera melaksanakan KLB GMNI.

3. DPC GMNI Halut mendesak agar dihentikan segala bentuk upaya memecah belah DPC dan DPD se-Indonesia hanya demi kepentingan politik sempit.***

Penulis: Redaksi/Editor: Redaksi.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Sepakbola Indonesia di selimuti awan hitam menyusul tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (01/10/2022) malam WIB. FILE/Ist. Photo

Tragedi Kanjuruhan, GBN Desak Jokowi Segera Mereformasi Polri

Marhaenist - Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) turut berbelasungkawa sekaligus menyatakan prihatin, atas…

Melihat Bencana Ekologis Sumatera sebagai Ekosida dan Eko-Terorisme: Kejahatan Terorganisir

Marhaenist.id - Tidak ada bencana yang benar-benar “alamiah” ketika hutan telah dilucuti,…

Aktualisasi Marhaenisme dalam Gerakan, GMNI Malang Gelar KTD

Marhaenist.id, Malang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ketua MK: Hukum Tanpa Demokrasi Akan Jadi Tirani

Marhaenist - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman membuka Bimbingan Teknis (Bimtek)…

Jakarta Utara Merah, Ribuan Warga Pluit Jalan Sehat Bareng Ganjar

Marhaenist.id, Jakarta - Jelang debat pamungkas calon Presiden RI Ganjar Ganjar Pranowo…

Melawan Lupa: Mengapa Rakyat Indonesia, Pengagum Bung Karno, hingga GMNI harus Menolak Soeharto Menjadi Pahlawan Nasional?

Marhaenist.id - Isu penganugerahan Pahlawan Nasional untuk Soeharto memang sering menimbulkan perdebatan…

Potensi Krisis Ekonomi, GMNI Ingatkan Prabowo Soal Pesan Bung Karno

Marhaenist.id, Jakarta - Beberapa indikator makroekonomi pada awal tahun 2025 menujukan ekonomi…

Raymundus Sau Fernandes dalam Kenangan: Marhaenis Sejati dan Pancasilais yang Teguh

Marhaenist.id - "Pada pagi hari 8 Oktober 1995 itu, Kak Niko dan…

Urgensi Kawal Pususan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Nomor 70/PUU-XXII/2024 dalam Penyelenggaraan Pilkada 2024

Marhaenist.id - Pada tanggal 22-23 Agustus 2024, demonstrasi massal di depan gedung…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?