By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Rayakan HUT yang Ke 80 Tahun, Guntur Sukarno Putra Luncurkan Buku ‘Sang Saka Melilit Perut Megawati’

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 4 November 2024 | 10:35 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Guntur Soekarno Putra saat menjabarkan isi buku yang ditulisnya dengan judul "Sang Saka Melilit Perut Megawati" di Puri Agung Hotel Sahid Jakarta pada Minggu (3/11/2024)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Guntur Soekarno Putra, Ketua Dewan Ideologi Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) meluncurkan sebuah buku berjudul “Sang Saka Melilit Perut Megawati” di Puri Agung Hotel Sahid Jakarta pada Minggu (3/11/2024).

Pada kesempatan itu, Putra Presiden Sukarno itu, selain meluncurkan Buku, ia juga sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)-nya ke 80 tahun yang dihadiri oleh kerabat dekat dan sahabat-sahabatnya.

Diantara tamu, ada tamu yang istimewa yakni; Megawati Sukarno Putri, mantan Wapres & Presiden RI yang tak lain adalah adik kandung Mas Thok, panggilan akrab Guntur Sukarno Putra dari teman – teman dekatnya.

Buku dengan judul “Sang Saka Melilit Perut Megawati” merupakan bunga rampai atau kumpulan artikel Mas Thok yang sudah dipublikasi di berbagai media cetak dan online, berkisah tentang pergumulan Mas Thok menyikapi dan mencari solusi kondisi sosial politik, kemanusiaan, internasional Indonesia.

Judul buku ini sendiri mengambil dari kisah sang adik Megawati saat menyelundupkan bendera Sang Saka Merah Putih jahitan dari Ibundanya, Fatmawati saat Presiden Soekarno ditahan oleh rezim Orde Baru tahun 1967 di Wisma Yaso, saat ini bernama Museum Satria Mandala.

“Ketika mau Agustus 1967, rupanya Pak Harto waktu itu sudah jadi Pj Presiden, kebingungan, ‘Ini mana? Nggak ada bendera pusaka dikibarkan’, kemudian mereka mencari, mencari, mencari,” jelas Mas Thok.

Guntur Sukarno Putra bersama Megawati Sukarno Putri berserta Kerabat dekat dan sahabat-sahabatnya yang menghadiri HUT-nya ke 80 Tahun/MARHAENIST.

Proses pencarian itu disebut dilakukan hingga melakukan interogasi kepada Bung Karno di Wisma Yaso. Bung Karno pun menitipkan pesan kepada Guntur, agar bendera sang saka itu diserahkan kepada pihak Orde Baru.

“Pada suatu saat, saya dipanggil oleh Bung Karno, di Wisma Yaso, terus bapak ‘Udah to, ini demi kelangsungan persatuan dan kesatuan NKRI, Bapak akan serahkan bendera ini kepada penguasa-penguasa Orde Baru’,” ucapnya.

Baca Juga:   Pelantikan PA GMNI Kalsel, Momentum Menuju Organisasi Yang Lebih Baik

Pesan Bung Karno itu kemudian dilaksanakan oleh Guntur. Salah satu siasat membawa bendera sang saka untuk melewati penjagaan Wisma Yaso yang ketat adalah dengan melilitkan bendera sang saka ke perut adiknya yakni Megawati Sukanoputri.

Keinginan Bung Karno untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa akhirnya bendera pusaka yang pernah dikibarkan saat Proklamasi 17 Agustus 1945 diserahkan kepada pemerintah Orde Baru dan dipakai saat peringatan Proklamasi 1967.

Buku “Sang Saka Melilit Perut Megawati” sebuah kesaksian keluarga pelaku sejarah, catatan sejarah yang tidak masuk dalam buku sejarah resmi. Mantan Kepala BIN, Jenderal (Purn) Hendropriyono menjadi penerbit buku ini yang dijual seharga 200 ribu per buku.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Kamis, 15 Januari 2026 | 15:13 WIB
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08 WIB
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:03 WIB
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:27 WIB
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:55 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Dialektika Mahaenisme (Metode Berpikir)

Marhaenist.id - Marhaenisme adalah ideologi perlawanan terhadap kolonialisme, kapitalisme, imperialisme, dan feodalisme…

Ngopi Bareng Abah Edi, Cara Kreatif Simpatisan Relawan SAE Serap Aspirasi Pengunjung Kopi Sidoarjo

Marhaenist.id, Sidoarjo - Berbagai bentuk sosialisasi kandidat calon kepala daerah dilakukan oleh…

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristianto. Dok. PDIP

PDIP Balas Tudingan SBY Soal Akan Adanya Kecurangan Pemilu 2024

Marhaenist - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyebut gelaran Pemilu…

Ganjar-Mahfud Tampil Stylish dengan Jaket Varsity Karya Anak Bangsa di Debat Terakhir

 Marhaenist.id, Jakarta - Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD selalu tampil beda dalam panggung…

Rencana Perluas Perkebunan Sawit, Kader GMNI Kota Tangsel Kritik Presiden

Marhaenist.id, Tangsel – Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong perluasan perkebunan…

Kongres IV PA GMNI Bandung, Nasionalisme Menjawab Tantangan Jaman

Marhaenist - Mulai Senin (06/12/2021) hingga Rabu (08/12/2021), Persatuan Alumni (PA) Gerakan…

Rekonstruksi Amanat Marhaen, GMNI Menggugat Para Pimpinan MBD

Marhaenist.id - Momentum pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah di…

Tolak Kongres Bandung, GMNI Bangka Belitung Seruhkan Kongres Persatuan untuk Mengakhiri Perpecahan

Marhaenist.id - Kekisruhan yang terjadi dalam internal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

PA GMNI Usulkan Utusan Golongan dan Daerah Kembali Jadi Bagian MPR RI

Marhaenist - Ketua Dewan Pakar Nasional PA GMNI Ahmad Basarah menilai sudah…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?