By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Polarisasi Otoritarianisme Gagal, Demokrasi Harus Terus di Kawal

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Jumat, 23 Agustus 2024 | 04:33 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Riyanto Pratama, Ketua DPD GMNI Sulawesi Selatan. FILE/Marhaenist
Bagikan

MARHAENIST – Demokrasi di Indonesia sedang berada di ujung tanduk, konflik antara Legislatif dan Yudikatif sedang berlangsung dan dipertontonkan dalam persoalan aturan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Berangkat dari persoalan tersebut ada upaya mematahkan supremasi hukum yang berpihak kepada rakyat melalui kekuatan legislasi untuk menentang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) RI menyoal syarat Usia Kepala Daerah dan Threshold Pencalonan Kepala Daerah, tindakan busuk tersebut mencederai demokrasi, karena merupakan step dimana demokrasi dibunuh secara perlahan, pada akhirnya atas tindakan itu rakyat tidak akan punya kuasa dan hanya menjadi penonton di negara ini.

Kita melihat dinamika perkembangan politik tanah air saat ini ada upaya membangun kekuatan politik yang besar melalui pembentukan koalisi-koalisi partai yang terbentur aturan Threshold Pilkada atau melihat celah dalam aturan Threshold Pilkada sebelumnya.

Dengan terbentuknya koalisi gemuk tersebut mengakibatkan Pilkada mendatang akan berpotensi memunculkan calon tunggal di beberapa daerah yang kemudian akan melawan kotak kosong, atau bahkan melawan tandingan-tandingan buatan mereka sendiri melalui jalur non partai, sehingga secara pribadi saya melihat hal tersebut sebagai politik yang anti demokrasi dan diasumsikan nantinya penguasa-penguasa di daerah ialah penguasa-penguasa yang dipilih oleh partai, bukan oleh karena kehendak rakyat.

Demokrasi dengan sistem multipartai yang selama ini kita terapkan sebagai kendaraan politik bagi para Calon Kepala Daerah akan menjadi kendaraan politik tunggal jika koalisi-koalisi tersebut terus terbentuk dan yang terjadi adalah oposisi di negara ini akan semakin melemah bahkan akan hilang. Padahal oposisi bagi negara demokrasi sangat penting sebagai Agent of Control kepada pemerintahan yang berjalan, sehingga dapat dipastikan orang-orang yang menyatukan koalisi partai-partai tersebut membuat kekuatan yang tak terkalahkan dan berpotensi membentuk pemerintahan otoritarian.

Baca Juga:   Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO

Kemudian polarisasi kekuasaan tunggal ini coba dipertahankan oleh beberapa fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tatkala MK mencoba menganulir celah-celah yang terdapat dalam aturan Pilkada dan parahnya produk hukum itu hendak dibuat dalam sekejap mata, atas upaya tindakan tersebut membuat kemarahan rakyat memuncak, rakyat menyadari adanya penguasa yang rakus akan kekuasaan sedang mencoba membangun kekuatan yang tak tertandingi.

Lawakan terakhir yang dilakukan oleh Wakil Rakyat kita menunjukkan mereka ketakutan ketika para demonstran turun kejalan mengawal keputusan MK tersebut. Mereka sadar bahwa propaganda media sosial yang viral telah membuat rakyat muak ketika kekuasaan telah dimandatkan kepada salah seorang penguasa justru mandat itu hendak dikhianati dan dimanfaatkan untuk memperkuat diri beserta kroni-kroninya.

Hal ini perlu kita tegaskan, perjuangan ini belum selesai, saya berharap masyarakat harus terus memantau jalannya dinamika politik nasional, jangan pernah dijinakkan hanya karena dasar cinta kepada sosok aktor politisi dan lalu cinta tersebut membuat masyarakat lalai bahwa kita mesti tetap mengawal kebijakan-kebijakan yang lahir dari upaya para politisi tersebut.

Kita masih dalam ancaman imperium-imperium luar sebagai negara kaya, dimana imperium tersebut berpotensi memakai aktor politik kita untuk mengeksploitasi tanah air, sehingga kebijakan-kebijakan para politisi tersebut tak lagi mewakili kepentingan konstituennya.

Dalam bernegara jatuhkanlah cinta terakhir kita hanya kepada Republik Indonesia dan itulah Nasionalisme. Demokrasi adalah wahana agar kehidupan yang singkat ini kita dapat menikmati melalui aturan-aturan yang tidak membuat kita semakin sulit menjalani kehidupan.


Oleh : Riyanto Pratama, Ketua DPD GMNI Sulawesi Selatan

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Sabtu, 18 April 2026 | 17:53 WIB
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Foto: Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Dendy Se. MARHAENIST

Surati Sejumlah Lembaga Pemerintah, GMNI Jaksel Tolak Penganugrahan Gelar Phalawan terhadap Soeharto

Marhaenist.id, Jaksel – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Peringati Hari Tani Nasional, GMNI Nisel Gelar Audiensi bersama ATR/BPN

Marhaenist.id, Nias Selatan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Kirimkan Tulisan Anda ke Marhaenist.id, Inilah Syarat dan Ketentuannya!

Marhaenist.id - Marhaenist dengan tagline Ever Onward Never Retreat merupakan media online…

Picuh Kemarahan Rakyat hingga Lahirnya Gerakan Bubarkan DPR, Inilah Deretan Anggota DPR RI yang Dianggap Kontroversial!

Marhaenist.id - Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) belakangan…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. FILE/Humas Jateng Prov

Untuk Bangsa, Ganjar Pranowo Siap Maju Nyapres!

Marhaenist - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memiliki modal yang besar…

Hendak Sampaikan Aspirasi Ke Wapres, Seorang Aktifis Mahasiswa di Kendari Babak Belur Dibogem Aparat Keamanan

Marhaenist.id, Kendari - Rimon Fatrah Negara atau yang akrab dipanggil Rifat, seorang…

DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana

Marhaenist.id, Humbang Hasundutan — Bencana alam yang kembali melanda sejumlah wilayah di…

Guntur Soekarno, Marhaenisme dan Karakter Bangsa

"Kesejahteraan tak akan terwujud bila tidak ada penguatan dan persatuan jiwa bangsa.…

Jelang Kongres Ke-22, M Ageng Dendy Setiawan Nyatakan Tak Maju Sebagai Calon Ketua Umum DPP GMNI

Marhaenist.id, Surabaya - Jelang kongres GMNI ke-XXII, bursa pencalonan sebagai ketua umum…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?