By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Adi Maliano Satu-Satunya dalam Catatan Sejarah Kader GMNI Kendari yang Menjabat sebagai Ketua KNPI Kendari
DPP GMNI Desak Pemerintah Segera Benahi Ketimpangan Infrastruktur dan Akses Pendidikan di Daerah 3T
Peta Baru Kekuasaan Kazakhstan Pasca-Referendum
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Pancasila di Persimpangan Jalan: Ideologi, Identitas, dan Realitas Sosial

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 1 Juni 2025 | 13:41 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Andika Putra Alhafiz Mahasiswa Sastra Inggris UBB, Kader GMNI FISIP UBB/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Setiap tanggal 1 Juni, kita memperingati Hari Lahir Pancasila — momen bersejarah yang selalu dirayakan dengan upacara, pidato, dan kutipan penuh semangat kebangsaan. Tapi setelah acara usai, kita harus bertanya: sejauh mana Pancasila benar-benar tercermin dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai mahasiswa dan warga negara?

Di kampus, Pancasila memang sering terdengar. Terpampang di spanduk kegiatan, dibacakan dalam upacara, dan menjadi tema diskusi. Namun di saat yang sama, kita melihat perdebatan keras di media sosial, sikap intoleran terhadap keberagaman, bahkan apatis terhadap isu sosial dan keadilan. Inilah paradoksnya: secara simbolik, Pancasila sudah sangat dikenal, tapi dalam praktiknya, terasa jauh dari kehidupan nyata.

Padahal, nilai-nilai Pancasila justru makin relevan di tengah situasi bangsa yang tengah menghadapi fragmentasi identitas dan ketimpangan sosial. Persatuan bukan hanya simbol, tetapi kemampuan untuk berdialog dan bersepakat meski berbeda pandangan. Kemanusiaan bukan sekadar jargon, melainkan sikap empati nyata terhadap sesama. Dan keadilan sosial bukan sekadar cita-cita negara, tetapi tanggung jawab kita bersama — terutama bagi mereka yang mendapatkan keistimewaan dalam akses pendidikan.

Sebagai mahasiswa, kita tidak perlu menunggu posisi tertentu untuk mengamalkan Pancasila. Cukup jujur dalam akademik, terbuka dalam berdiskusi lintas latar belakang, peduli terhadap isu sosial, dan berani bersuara melawan ketidakadilan. Langkah kecil ini bisa menjadi awal dari perubahan besar. Kampus bisa menjadi laboratorium nilai-nilai Pancasila — asalkan kita benar-benar mau menjadikannya pedoman, bukan sekadar dokumen formal.

Peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya mengingatkan kita bahwa ideologi ini adalah sesuatu yang hidup dan dinamis. Ia adalah kompas moral yang membantu kita saat bangsa di persimpangan jalan. Tapi, kompas itu hanya berguna jika kita berani melangkah. Dan langkah itu bisa dimulai dari ruang-ruang kecil — di kelas, organisasi, komunitas, bahkan ruang digital tempat kita berinteraksi setiap hari.

Baca Juga:   Air Mata Irine 'Jurnalis CNN' dan Duka Aceh Tamiang

Selama kita percaya bahwa hidup bersama dalam keberagaman adalah tujuan bersama, Pancasila tetap relevan. Tinggal kita sendiri yang memutuskan: apakah akan menjadikannya sekadar simbol atau pijakan nyata dalam kehidupan sosial kita.***


Penulis: Andika Putra Alhafiz
Mahasiswa Sastra Inggris UBB, Kader GMNI FISIP UBB.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Adi Maliano Satu-Satunya dalam Catatan Sejarah Kader GMNI Kendari yang Menjabat sebagai Ketua KNPI Kendari
Senin, 13 April 2026 | 12:29 WIB
DPP GMNI Desak Pemerintah Segera Benahi Ketimpangan Infrastruktur dan Akses Pendidikan di Daerah 3T
Minggu, 12 April 2026 | 23:11 WIB
Foto: Fauzan Luthsa, Analis Geopolitik Eurasia Strategi Institute (Dokpri)/MARHAENIST.
Peta Baru Kekuasaan Kazakhstan Pasca-Referendum
Minggu, 12 April 2026 | 16:52 WIB
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Beredar Rancangan Perubahan PKPU Yang Sesuai Putusan MK, PETANI: Ayo Rakyat Kawal Sampai Tuntas!

MARHAENIST - Setelah ramai usai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) serta beredarnya surat…

Merapat Ke PDIP, Perindo Usulkan Arya Ariyanto Sebagai Balon Wakil Walikota Yogyakarta

Marhaenist - Menjelang Pilkada 2024, Partai Perindo Kota Yogyakarta aktif memantau dinamika…

Menggugat Deforestasi di Kabupaten Berau: Pembangunan yang Mengabaikan Keadilan Sosial

Marhaenist.id - Di bentangan utara Kalimantan Timur, Kabupaten Berau selama ini dikenal…

Peringati Hari Lahir Pancasila, Sekjend PA GMNI: Momentum Penguatan Konsepsi Bernegara Bagi Oase Indonesia Raya

Marhaenist - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Bertemu Ganjar di Kota Ambon, Aktivis Gemini Club Merasa Seperti Bertemu Saudara Kandung yang Terpisah

Marhaenist.id, Ambon - Kedatangan Ganjar Pranowo dalam Kampanye terbukanya di lapangan Merdeka…

Kader GMNI di Jatim Kritik Oknum yang Tolak Kongres Persatuan

Marhaenist.id, Surabaya - Menanggapi pernyataan kontroversial dari pihak yang mengatasnamakan Dewan Pimpinan…

YLBHI: 10 Faktor Jokowi Layak Disebut Pemimpin Korup dan Pelanggar Hukum dan HAM Terorganisir

Marhaenist.id - Menutup tahun 2024, salah satu organisasi nirlaba bernama Organized Crime…

Tolak Kenaikan BBM, GMNI dan OKP Cipayung Geruduk DPRD Mimika

Marhaenist - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mimika, bersama Gerakan Mahasiswa Kristen…

Gelar Dialog Nasional, Alumni GMNI: Etika Bernegara Pancasila Untuk Menegakkan Supremasi Sipil

Marhaenist.id, Jakarta – Bangsa ini semakin terus mengalami defisit demokrasi, untuk itu…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?