By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNIOpini

Membelah Nasionalis, Merapikan Kekuasaan: Tangan Imanuel Cahyadi, Setneg & BIN di Balik Perpecahan GMNI?

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 7 Agustus 2025 | 10:58 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Rahu Mangali, Ketua DPC GMNI Bima/MARHAENIST
Bagikan

    Marhaenist.id – Perpecahan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam Kongres Bandung bukan sekadar drama internal organisasi. Di balik gaduhnya sidang LPJ yang tak kunjung usai, ketua umum yang menghilang, dan dualisme yang makin runcing, aroma intervensi kekuasaan kian terasa menyengat.

    Satu pertanyaan besar bergema di kalangan aktivis dan pengamat gerakan: Apakah GMNI sedang dipecah dari dalam oleh negara?

    GMNI dan Ketakutan Negara

    GMNI bukan organisasi biasa. Ia membawa nama besar Bung Karno, ideologi Marhaenisme, dan sejarah panjang oposisi terhadap kekuasaan yang tak berpihak pada rakyat. Maka bukan hal mengejutkan jika ada kekuatan negara yang merasa tak nyaman dengan kebangkitan GMNI yang solid dan ideologis.

    Sumber internal menyebut, sejak beberapa tahun terakhir, ada upaya sistematis untuk memecah GMNI dari dalam. Tak hanya melalui tokoh-tokoh bayangan, tapi juga lewat saluran formal kekuasaan. Dugaan paling mencolok mengarah ke Sekretariat Negara (Setneg) dan Badan Intelijen Negara (BIN).

    “Beberapa tokoh GMNI yang dekat dengan lingkar kekuasaan terlihat aktif ‘menggarap’ arah kongres. Ada campur tangan dalam penunjukan lokasi, pengaturan logistik, hingga penempatan peserta kongres ‘titipan’. Ini bukan lagi gerakan independen. Ini sudah masuk wilayah operasi politik negara,” ujar salah satu pengurus cabang yang enggan disebut namanya.

    Jejak Setneg dan Proyek Netralisasi Nasionalis

    Setneg selama ini punya peran besar dalam pengelolaan narasi politik nasional. Banyak aktivis dan mantan pengurus GMNI kini menempati posisi strategis di lembaga ini. Dalam beberapa kasus, keterlibatan mereka dalam mengatur ritme organisasi terlihat jelas—terutama dalam penentuan arah dukungan politik menjelang pemilu.

    Penting diingat: GMNI adalah salah satu dari sedikit organisasi mahasiswa yang tidak tunduk secara penuh pada partai manapun. Dalam kondisi seperti ini, netralisasi dilakukan bukan dengan merangkul, tapi dengan membelah. Dua kubu GMNI yang kini saling klaim keabsahan seolah menjadi desain untuk melemahkan posisi tawar gerakan nasionalis.

    Baca Juga:   Ekonomi Perhatian dan Krisis Kesadaran: Algoritma, Kekuasaan, dan Arsitektur Kendali Pikiran

    BIN: Operasi Senyap yang Terlalu Nyata

    Lebih dalam lagi, sejumlah aktivis menduga adanya operasi senyap yang dijalankan oleh unsur-unsur BIN untuk “mengatur peta ideologis mahasiswa”. Pola-pola penggembosan ini sangat khas: dukungan dana tanpa asal jelas, momen-momen krusial yang tiba-tiba chaos, hingga kehadiran “pengamat” yang bukan dari unsur peserta.

    “BIN tidak harus selalu muncul dalam bentuk agen gelap. Cukup menitipkan satu-dua kader di kepanitiaan, cukup menyuntik sedikit logistik ke satu faksi, sudah bisa mengubah arah kongres,” kata seorang mantan aktivis GMNI yang kini aktif di lembaga riset independen, Usai ditelfon lewat Via WA.

    Bukan Sekadar Kongres Molor

    Apa yang terjadi di Kongres Bandung bukan sekadar sidang yang molor atau palu yang dibawa kabur. Ini tentang satu bab penting dalam sejarah penghancuran kekuatan nasionalis oleh negara itu sendiri. Ketika GMNI dibelah, maka gerakan mahasiswa kehilangan salah satu benteng ideologis yang masih tersisa.

    Dan negara tahu itu. Pecahnya GMNI bukan kerugian bagi penguasa—justru jadi keuntungan. Nasionalisme bisa diklaim sepihak oleh elite kekuasaan, sementara gerakan rakyat yang sejati disibukkan dengan konflik internal dan saling curiga.

    Immanuel Cahyadi: Ketua Umum atau Agen Desukarnoisasi?

    Nama Immanuel Cahyadi kini jadi simbol dari kehancuran moral GMNI. Sebagai Ketua Umum, alih-alih menjadi pemersatu ideologis, ia justru jadi tokoh sentral dalam perpecahan. Kaburnya ia dari sidang pertanggungjawaban, dugaan manipulasi akomodasi kongres, hingga hilangnya palu sidang bukan hanya soal teknis—ini adalah gejala dari upaya sistematis menenggelamkan GMNI ke dalam lumpur politisasi.

    Banyak pihak mulai menyebutnya sebagai agen desukarnoisasi, yang bergerak senyap untuk menyingkirkan GMNI dari jalur historisnya. Dan ini sejalan dengan pola lama negara: menyusupkan kader loyal ke posisi strategis untuk mengubah arah organisasi dari dalam, bukan lewat represi kasar seperti Orde Baru, tapi lewat kooptasi lembut dan pengkondisian dana.

    Baca Juga:   GMNI Jaktim Tanyakan Kemana Pemangkasan Alokasi Dana Pendidikan dan Tuntut Percepatan Pengesahan RUU PRT

    Saatnya Menjawab: Lawan atau Diam

    Tulisan ini bukan untuk menuduh tanpa dasar, tapi untuk membuka ruang diskusi yang selama ini dibungkam. Jika Gerakan Mahasiswa Nasionalis seperti GMNI tak segera sadar dan bersatu, maka proyek pembelahan ini akan terus terjadi. Hari ini GMNI, besok mungkin HMI, PMII, atau organisasi mahasiswa lain yang dianggap terlalu kritis.

    Lawan tidak selalu datang dengan senjata dan pentungan. Terkadang mereka menyamar dalam bentuk fasilitator, sponsor, atau bahkan kader senior. Dan jika kita tidak waspada, gerakan ini akan jadi sejarah—bukan pelaku sejarah.

    Mari kita satukan tekad untuk persatuan yang akan diselenggarakan melalui Keputusan Konsolidasi Nasional, dari hasil Konsolidasi Nasional tersebut merujuk dalam lersatuan GMNI yang selama ini ber-dualisme lalu menjadi tigalisme di Kongres Bandung.***


    Penulis: Rahu Mangali, Ketua DPC GMNI Bima.

     

    iRadio
    Bagikan Artikel
    Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
    Ad image

    ARTIKEL TERBARU

    Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
    Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
    Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
    GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
    Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
    Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
    Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
    MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
    Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
    PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
    Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

    BANYAK DIBACA

    Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
    Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
    Negara Hukum Berwatak Pancasila
    Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
    Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

    Lainnya Dari Marhaenist

    Refleksi Hari Perempuan Internasional: Guyonan Seksis, Cerminan Mentalitas Bobrok!

    Marhaenist.id - Perempuan selalu dielu-elukan sebagai simbol keindahan, kelembutan, dan inspirasi. Namun,…

    Foto:

    Kapitalisme yang Menghapus Jejak Peradaban Bangka Belitung

    Marhaenist.id - Menyingkap tabir sejarah jauh kebelakang sebelum Indonesia merdeka, masyarakat Bangka…

    Akar Konflik di Palestina Berasal Dari Inggris

    Marhaenist.id - Pada tahun 1917, pemerintah Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour yang terkenal.…

    Negara Darurat Intoleransi!!!

    Marhaenist.id - Delapan Puluh Tahun Indonesia telah  bebas dari kolonialisme dan Imperialisme,…

    Pesan dari Timur, GMNI Manado: Kami serukan Kongres Persatuan!

    Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manado dengan tegas menolak segala…

    Kisruh Koperasi dan MRT Bikin Iklim Usaha Buruk,  Ketua PB Jakarta Apresiasi Kebijakan Pramono Anung

    Marhaenist.id, Jakarta - Kisruh  antara Koperasi pedagang  dengan manajemen Plasa 2 Blok…

    DPC GMNI Palembang Siap Dampingi Masyarakat dalam Kasus Drainase Tersumbat Akibat Ulah Developer

    Marhaenist id, Palembang — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

    DPC GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Korupsi di DJP: Pajak Rakyat Tidak Aman

    Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

    Prihatin Dengan Kondisi Demokrasi, Keluarga Besar GMNI Kritisi Intervensi Presiden Jokowi di Pemilu 2024 Lewat Manifesto Politik

    Marhaenist.id, Jakarta - Keluarga Besar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) membacakan Manivesto…

    Tampilkan Lebih Banyak
    • Infokini
    • Indonesiana
    • Historical
    • Insight
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
    • Bingkai
    • Kapitalisme
    • Internasionale
    • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Manifesto
    • Opini
    • Polithinking
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
    Marhaenist

    Ever Onward Never Retreat

    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
    • ▪️ Kirim Artikel
    • ▪️ Format
    • ▪️Donasi Perjuangan

    Vivere Pericoloso

    🎧 Radio Online

    Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

    Marhaenist
    Ikuti Kami
    Marhaenist
    Merdeka!

    Masuk ke akunmu

    Lupa passwordmu?